Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
EKSISTENSI presiden Indonesia yang kini dijabat Joko Widodo atau Jokowi sungguh anomali. Di satu sisi, dia kebanjiran apresiasi karena mengukir seabrek prestasi, tetapi di sisi lain terus menjadi sasaran rasa benci. Hoaks dan fitnah tiada henti disemburkan kepadanya.
Seorang presiden memang tak mungkin memuaskan seluruh rakyat, sekeras apa pun dia bekerja, sehebat apa pun pencapaiannya. Itu wajar, sangat wajar. Namun, apa yang dialami Jokowi jauh dari kewajaran.
Baru kali ini ada kebencian yang begitu akut dari sebagian orang terhadap seorang presiden. Saking bencinya mereka, apa saja yang dilakukan Jokowi salah.
Bagi mereka, Jokowi tak layak memimpin negeri ini. Padahal, dia jelas-jelas dipilih oleh mayoritas rakyat lewat pemilihan yang demokratis pada 2014. Bagi mereka, Jokowi tak patut menjadi presiden. Padahal, kinerjanya jelas-jelas diakui termasuk oleh publik luar negeri.
Mengkritik presiden memang hal yang sangat biasa, tapi menjadi tidak biasa jika kritik disampaikan dengan cara-cara yang tunaetika. Itulah yang terjadi pada Jokowi. Tak cuma kritik asal-asalan, tetapi juga caci maki, hinaan, dan fitnah untuknya bertebaran di mana-mana.
Sudah sangat lama Jokowi menjadi samsak fitnah dan hoaks. Sejak berkontestasi di Pilpres 2014 memenangkannya dan kemudian menjabat sebagai presiden, dia diserang dari segala penjuru dengan beragam berita palsu. Sebut saja fitnah bahwa Jokowi PKI, Jokowi antek asing dan aseng, hingga Jokowi suka mengkriminalisasi ulama.
Tentu, sebagai manusia biasa, sangat manusiawi jika Jokowi lama-lama terusik juga. Apalagi, bukannya disudahi, semburan fitnah dan berita bohong itu justru kian menjadi pada hajatan demokrasi ini. Materi fitnah juga makin beragam tapi tujuannya seragam, yakni mendelegitimasi dan menjegalnya dalam rivalitas pilpres.
Pada konteks itu, penegasan Jokowi bahwa dirinya akan lebih tegas melawan fitnah amatlah tepat. Di depan sekitar 30 ribu orang di Stadion Kridosono, Yogyakarta, Sabtu (23/3), Jokowi menyatakan akan melawan siapa saja yang menebarkan fitnah. Dia tak mau lagi diam.
Tak cuma menjadi musuh pribadi, fitnah dan hoaks ialah seteru bagi demokrasi. Ia merupakan bentuk pengingkaran secara telanjang atas nilai-nilai kejujuran dan sportivitas yang mutlak dibutuhkan dalam demokrasi. Lebih dari itu, fitnah dan berita palsu merupakan ancaman bagi sendi-sendi keutuhan bangsa. Ia bisa memantik pertentangan dan membelah persaudaraan.
Fitnah dan hoaks yang dikreasi dan disebarluaskan untuk merusak reputasi seseorang dalam berkontestasi ialah cara-cara kotor. Ia bertentangan dengan keadaban dan akal sehat sehingga wajib diharamkan.
Penegasan Jokowi untuk lebih tegas melawan fitnah ialah peringatan nyata kepada para pelaku untuk mengakhiri aksi keji mereka. Penegasan Jokowi itu ialah pesan bahwa membuat dan menyebarkan fitnah pantang dibiarkan merajalela. Penegasan Jokowi sekaligus mewakili sikap kita bersama sebagai bangsa bahwa tidak ada tempat di Bumi Pertiwi bagi penghalal segala cara.
Kita senang bahwa demokrasi di negeri ini dari waktu ke waktu kian bergairah. Namun, kita juga gelisah karena oleh sebagian orang demokrasi dirayakan secara serampangan, salah satunya dengan mengedepankan fitnah.
Pesta demokrasi kian mendekati puncak perhelatan pada 17 April nanti. Para kontestan dipastikan akan habis-habisan memanfaatkan waktu tersisa untuk memikat rakyat. Yang terpenting, jangan ada lagi fitnah dan hoaks oleh siapa pun dan untuk menyerang siapa pun. Jika masih ada, penyelenggara pemilu dan juga penegak hukum mutlak menumpasnya.
KOMISI Pemberantasan Korupsi (KPK), lembaga yang sejatinya bertugas mengusut dan memberantas korupsi
Pemerintahan Presiden Prabowo Subianto juga bukan tidak menyadari persoalan ini.
GOOGLE dan Youtube akhirnya tunduk dan manut terhadap aturan main di Indonesia.
JUTAAN siswa berjuang keras tiap tahun untuk mendapatkan kursi di perguruan tinggi negeri (PTN) terbaik demi meraih masa depan.
PENAIKAN harga bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi, yang kemudian disusul penaikan harga elpiji nonsubsidi, memang tak terhindarkan.
SETELAH penantian panjang, 22 tahun lamanya, akhirnya pekerja rumah tangga (PRT) diakui negara sebagai sebuah profesi.
PERNYATAAN Jaksa Agung ST Burhanuddin, yang meminta jajarannya tidak sembarangan menetapkan kepala desa sebagai tersangka, patut dicermati secara jernih
DUA hari lagi, tepatnya 22 April 2026, kelompok terbang (kloter) pertama jemaah haji Indonesia akan melangkahkan kaki dan bertolak meninggalkan asrama haji menuju Tanah Suci
KAMPUS seharusnya menjadi ruang aman, menjadi tempat bagi mahasiswa untuk belajar, berpikir kritis, dan membangun karakter.
Kebebasan pers merupakan sebuah wujud kemuliaan yang menjadi nadi dari negara demokrasi.
PRESIDEN Prabowo Subianto kembali melakukan kunjungan kenegaraan ke daratan Eropa.
PENANGKAPAN Bupati Tulungagung, Gatut Sunu Wibowo, membuka tabir yang teramat menyesakkan dada.
Diversifikasi sumber energi, penguatan cadangan strategis, serta percepatan transisi menuju energi baru dan terbarukan bukan lagi sekadar opsi, melainkan keniscayaan.
PROSPEK perdamaian di Timur Tengah mulai tampak, tetapi seperti fatamorgana. Damai itu terlihat dekat, tapi mudah menguap sebelum benar-benar terwujud.
Kejaksaan tidak dapat melepaskan tanggung jawab atas langkah yang diambil oleh JPU.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved