Headline
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Kumpulan Berita DPR RI
ALAM kembali menunjukkan kuasanya di negeri ini. Hujan yang mengguyur dengan intensitas tinggi dan berdurasi lama menyebabkan banyak wilayah, termasuk di Jawa Timur, terendam. Sampai-sampai Tol Trans-Jawa pun tak luput dari terjangan banjir.
Musibah banjir yang melanda dalam beberapa hari terakhir terbilang parah, juga masif. Tak cuma cakupan wilayah yang sangat luas, jumlah masyarakat yang terdampak amat banyak. Puluhan ribu rumah terendam di seluruh wilayah Indonesia, begitu pula dengan sawah atau lahan pertanian lainnya.
Dari sekian banyak daerah yang dihajar banjir, Jawa Timur merupakan yang terparah. Di wilayah ini, 15 dari 38 kabupaten terkena banjir sejak Selasa (5/3) dengan tingkat keparahan bervariasi. Yang paling parah ialah Kabupaten Madiun, yakni ada 39 desa di 8 kecamatan terendam.
Banjir dan tanah longsor juga melanda daerah-daerah di banyak provinsi lain. Sebut saja Jawa Tengah, Jawa Barat, atau Nusa Tenggara Timur. Bahkan, tanah longsor di Labuan Bajo, NTT, menyebabkan delapan orang tewas.
Banjir kali ini kian menyedot perhatian lantaran juga merendam ruas Tol Ngawi-Kertosono merupakan bagian dari Tol Trans-Jawa kebanggaan pemerintahan Jokowi-Jusuf Kalla. Tak tanggung-tanggung, ketinggian air hampir 1 meter memutus jalur arah Surakarta di Km 603 hingga Km 604.
Sebagai bangsa yang tinggal di kawasan rawan bencana, musibah demi musibah ialah keniscayaan yang mesti dihadapi. Gempa, tsunami, dan beragam jenis bencana hidrometeorologi akan terus terjadi. Yang terpenting, bagaimana kita mau dan mampu mengantisipasi bencana itu datang sehingga korban jiwa dan material dapat diminimalisasi.
Banjir yang membuat puluhan ribu warga nestapa jelas tidak kita harapkan. Namun, ia merupakan wujud dari kewenangan alam sehingga kita harus menerimanya sebagai ujian sekaligus pelajaran.
Banjir terkini termasuk di Jawa Timur terjadi selain karena aktivitas madden julian oscillation (MJO) atau gelombang atmosfer yang merambat dari barat (Samudra Hindia) ke timur dengan membawa massa udara basah sehingga memicu hujan lebat, juga karena sungai-sungai dan drainase tak mampu lagi menampung air. Karena itu, menormalisasi sungai dan drainase ialah solusi yang mau tidak mau harus dijalankan dengan sepenuh hati.
Saat ini seluruh pihak terkait memang tengah terfokus pada penanganan korban. Namun, solusi jangka pendek dan jangka panjang agar banjir serupa tak lagi menerpa mutlak menjadi pemikiran mereka, termasuk agar Tol Trans-Jawa tak lagi menjelma menjadi sungai dadakan.
Sulit disangkal, banjir yang merendam jalan berbayar itu cukup mengagetkan. Tak berlebihan rasanya jika pertanyaan mendasar kemudian diajukan bukankah tol dibangun dengan perencanaan supermatang sehingga mestinya tidak kebanjiran?
Kendati begitu, sangat tidak patut jika banjir lalu diseret-seret ke ranah politik. Amat tidak elok jika banjir yang sebenarnya musibah lantas dianggap sebagai 'berkah' untuk menyerang lawan politik di tahun politik ini.
Jika menilik tingkat keparahan banjir, terendamnya ruas Tol Ngawi-Kertosono memang sulit dihindari. Dalam hal ini, kuasa alam tampaknya lebih perkasa ketimbang daya pikir manusia. Yang terpenting, ke depan kecerdasan kita mesti bisa diunggulkan untuk meredam amuk alam sehingga permukiman dan tol tak lagi kebanjiran.
Jika mau, kita sebenarnya mampu. Pengalaman menunjukkan Tol Bandara Soekarno-Hatta beberapa kali pernah tenggelam, tetapi sekarang bebas banjir berkat berbagai upaya yang dilakukan. Begitu pula dengan Tol Jakarta-Merak yang beberapa tahun silam kerap diputus banjir, kini aman-aman saja.
Bencana semestinya disambut dengan empati, berlanjut pada introspeksi, evaluasi, lalu mendapatkan solusi agar tidak terjadi lagi. Sungguh sesat pikir jika bencana seperti halnya banjir kali ini kemudian dipolitisasi.
BANTUAN sosial atau bansos pada dasarnya merupakan insiatif yang mulia.
PEMERIKSAAN dua menteri dari era Presiden Joko Widodo oleh penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sebagai saksi dalam kasus dugaan korupsi menjadi sorotan publik.
SAMA seperti perang terhadap korupsi, perang melawan narkoba di negeri ini sering dipecundangi dari dalam.
EKONOMI Indonesia melambung di tengah pesimisme yang masih menyelimuti kondisi perekonomian global maupun domestik.
BERAGAM cara dapat dipakai rakyat untuk mengekspresikan ketidakpuasan, mulai dari sekadar keluh kesah, pengaduan, hingga kritik sosial kepada penguasa.
MANTAN Menteri Perdagangan Thomas Trikasih Lembong dan mantan Sekjen DPP PDIP Hasto Kristiyanto telah resmi bebas dari tahanan.
Kebijakan itu berpotensi menciptakan preseden dalam pemberantasan korupsi.
ENTAH karena terlalu banyak pekerjaan, atau justru lagi enggak ada kerjaan, Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) memblokir puluhan juta rekening milik masyarakat.
KASUS suap proses pergantian antarwaktu (PAW) untuk kader PDI Perjuangan Harun Masiku ke kursi DPR RI masih jauh dari tutup buku alias belum tuntas.
Intoleransi dalam bentuk apa pun sesungguhnya tidak bisa dibenarkan.
KEPALA Desa ibarat etalase dalam urusan akuntabilitas dan pelayanan publik.
KONFLIK lama Thailand-Kamboja yang kembali pecah sejak Kamis (24/7) tentu saja merupakan bahaya besar.
NEGERI ini memang penuh ironi. Di saat musim hujan, banjir selalu melanda dan tidak pernah tertangani dengan tuntas. Selepas banjir, muncul kemarau.
Berbagai unsur pemerintah pun sontak berusaha mengklarifikasi keterangan dari AS soal data itu.
EKS marinir TNI-AL yang kini jadi tentara bayaran Rusia, Satria Arta Kumbara, kembali membuat sensasi.
SEJAK dahulu, koperasi oleh Mohammad Hatta dicita-citakan menjadi soko guru perekonomian Indonesia.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved