Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
SESUNGGUHNYA, setaraf dengan para elite dan pemuka agama, kaum cendekiawan atau intelektual memiliki tanggung jawab yang sama dalam membentuk watak bangsa. Dahulu, mereka menjadi bagian penting dalam pendirian Republik ini. Sekarang, tentu masih menjadi tugas mereka untuk merawat dan menjaganya.
Bahkan dengan kemampuan intelektualitas mereka, cendekiawan selalu diharapkan menjadi salah satu problem solver masalah-masalah kebangsaan di tengah kewajiban mereka yang lain, yakni menumbuhkan iklim intelektualisme. Cendekiawan ialah sumber keteladanan dan idealisme sekaligus suluh kehidupan masyarakat.
Kehadiran mereka mesti mencerahkan, bukan mencemaskan. Dengan ilmu pengetahuan dan teknologi yang mereka miliki, kaum intelektual hendaknya dapat menjadi agen perubahan yang positif bagi bangsa, bukan malah berselingkuh dengan kepentingan praktis dan ambisi kekuasaan. Ilmu mereka semestinya aplikatif dan mencerahkan publik, bukan direkayasa demi mencari pembenaran atas hal-hal yang busuk dan melenceng.
Karena itu, celakalah mereka yang selama ini mengaku atau dijuluki cendekiawan, tapi senyatanya telah terkooptasi oleh oportunisme. Makin celaka lagi jika dalam kungkungan kooptasi itu, sang cendekiawan rela menjual integritasnya dengan menebar kritik dan analisis yang tidak berbasis fakta dan data yang benar. Mereka yang seharusnya menjadi penjaga akal malah mempermainkan akal.
Apa yang ditunjukkan Rizal Ramli saat mengkritik Menteri Keuangan terkait dengan utang luar negeri Indonesia ialah contoh bagaimana semangat keilmuan dengan amat gampang direduksi dan dikerdilkan demi menyerang individu, kelompok, dan golongan tertentu. Dalam kasus ini, yang menjadi sasaran ialah pemerintah. Rizal dengan semena-mena menggunakan data lama ketika menuding pemerintah Indonesia akan berutang lagi sejumlah U$$2 miliar dengan imbal hasil sangat tinggi, sebesar 11,625%.
Belakangan dia memang telah mengakui 'kengawurannya' tersebut karena sebetulnya tidak ada utang baru dengan nilai dan imbal hasil sebesar itu. Akan tetapi, itu tetap tidak bisa menghapus persepsi publik bahwa ternyata seorang pakar juga bisa menjadi penebar hoaks karena memakai basis data yang keliru. Jika terus terjadi, hal seperti itu tentu akan mendegradasi kaum cendekiawan.
Sekuat apa pun tarikan yang datang dari kepentingan politik praktis, sedapat mungkin cendekiawan mesti bertahan untuk tetap berada di tengah. Ia bukan oposisi, tapi tak boleh kehilangan pikiran kritis untuk memperjuangkan kebenaran, kebajikan, kejujuran, keadilan, dan perdamaian.
Begitu juga ia bukan bagian dari sistem kekuasaan, tetapi hendaknya cendekiawan dapat mengaktualisasikan ilmu pengetahuannya untuk berperan memecahkan masalah-masalah bangsa bersama pemerintah. Ketika mereka terpaksa terlibat dalam kekuasaan, kritik terhadap berbagai kebijakan yang tidak berpihak kepada rakyat tetap harus dijalankan. Jangan pula ia hanya menjadi petualang politik yang hanya berorientasi kekuasaan.
Sekali lagi, cendekiawan ialah suluh sekaligus penjaga akal budi. Mereka laksana pemimpin, elite bangsa yang semestinya memberikan teladan tentang budi pekerti, nilai-nilai luhur, kemanusiaan, kejujuran, dan idealisme. Sangat tidak pada tempatnya bila kaum cendekiawan justru banyak mempertontonkan kemunafikan dan kebohongan di depan publik.
Sebagai suluh, sudah kodratnya mereka menerangi. Bukan suluh namanya kalau mereka malah membuat masa depan negeri ini gelap gulita.
KOMISI Pemberantasan Korupsi (KPK), lembaga yang sejatinya bertugas mengusut dan memberantas korupsi
Pemerintahan Presiden Prabowo Subianto juga bukan tidak menyadari persoalan ini.
GOOGLE dan Youtube akhirnya tunduk dan manut terhadap aturan main di Indonesia.
JUTAAN siswa berjuang keras tiap tahun untuk mendapatkan kursi di perguruan tinggi negeri (PTN) terbaik demi meraih masa depan.
PENAIKAN harga bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi, yang kemudian disusul penaikan harga elpiji nonsubsidi, memang tak terhindarkan.
SETELAH penantian panjang, 22 tahun lamanya, akhirnya pekerja rumah tangga (PRT) diakui negara sebagai sebuah profesi.
PERNYATAAN Jaksa Agung ST Burhanuddin, yang meminta jajarannya tidak sembarangan menetapkan kepala desa sebagai tersangka, patut dicermati secara jernih
DUA hari lagi, tepatnya 22 April 2026, kelompok terbang (kloter) pertama jemaah haji Indonesia akan melangkahkan kaki dan bertolak meninggalkan asrama haji menuju Tanah Suci
KAMPUS seharusnya menjadi ruang aman, menjadi tempat bagi mahasiswa untuk belajar, berpikir kritis, dan membangun karakter.
Kebebasan pers merupakan sebuah wujud kemuliaan yang menjadi nadi dari negara demokrasi.
PRESIDEN Prabowo Subianto kembali melakukan kunjungan kenegaraan ke daratan Eropa.
PENANGKAPAN Bupati Tulungagung, Gatut Sunu Wibowo, membuka tabir yang teramat menyesakkan dada.
Diversifikasi sumber energi, penguatan cadangan strategis, serta percepatan transisi menuju energi baru dan terbarukan bukan lagi sekadar opsi, melainkan keniscayaan.
PROSPEK perdamaian di Timur Tengah mulai tampak, tetapi seperti fatamorgana. Damai itu terlihat dekat, tapi mudah menguap sebelum benar-benar terwujud.
Kejaksaan tidak dapat melepaskan tanggung jawab atas langkah yang diambil oleh JPU.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved