Headline
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Kumpulan Berita DPR RI
DUNIA mengakui Indonesia ialah negara besar, tetapi harus diakui pula bahwa kapasitas negeri ini untuk unjuk bicara di forum dunia masih terbilang kecil. Hanya sedikit anak bangsa yang mampu mengharumkan nama bangsa, itu pun bukan dari kalangan elite, melainkan para olahragawan atau cendekiawan.
Soal kuantitas, Republik ini tak kekurangan orang. Populasi Indonesia bahkan termasuk yang terbanyak sejagat, yakni sekitar 260 juta jiwa. Namun, tak banyak di antara mereka yang mau dan mampu mengangkat harkat dan martabat bangsa di kancah dunia.
Di antara yang sedikit itulah, para atlet termasuk di dalamnya. Salah satunya ialah Liliyana Natsir, pebulu tangkis putri yang sudah lebih dari dua dekade menjadi andalan Indonesia dan pada Minggu (27/1) resmi menyatakan pensiun.
Butet, demikian dia biasa disapa, telah mengarungi perjalanan amat panjang di pentas persaingan olahraga tepok bulu. Bujangan kelahiran Manado, Sulawesi Utara, 9 September 1985 itu merintis sebagai atlet bulu tangkis pada usia 9 tahun.
Dengan bermodal talenta dan ketekunan luar biasa dalam mengasah skill dan kemampuan, Butet berhasil menembus rivalitas pusat latihan nasional pada 2002. Sejak itulah dia semakin dalam menekuni karier sebagai pebulu tangkis profesional yang kian hari kian diakui dunia.
Tidak mudah bagi Butet merangkai kesuksesan demi kesuksesan. Sangat berat tantangan dan rintangan yang menghadang, tetapi sejarah membuktikan dia mampu menaklukkan. Butet pun menjelma sebagai salah satu pemain terbaik Indonesia, bahkan dunia, dalam kurun waktu yang lama.
Seabrek prestasi disabet Butet, baik di ganda putri saat berpasangan dengan Vita Marissa maupun lebih mengilap lagi tatkala bermain di ganda campuran. Bersama Nova Widianto, misalnya, Butet menjadi juara dunia 2005 dan 2007 serta menyumbang medali perak di Olimpiade 2008 Beijing.
Lalu, dengan Tontowi Ahmad, dia juara dunia 2013 dan 2017 serta mendulang medali emas di Olimpiade 2016 Rio de Janeiro. Belum lagi segudang gelar di arena SEA Games dan di turnamen-turnamen bergengsi lainnya.
Dengan kiprah yang begitu luar biasa, wajar jika Indonesia dan dunia merasa kehilangan Butet yang gantung raket. Namun, pensiun ialah keniscayaan bagi seorang atlet seiring dengan usia yang makin menua. Yang terpenting kini, narasi perjuangan Butet mesti dicatat dengan tinta tebal untuk kemudian dijadikan rujukan bagi kita dalam bersikap dan bertabiat.
Jelas, Butet ialah salah satu pebulu tangkis terhebat yang pernah dimiliki Indonesia. Jelas, Butet ialah pahlawan kekinian bagi bangsa ini. Juga jelas, Butet ialah sumber inspirasi bagi seluruh anak negeri soal bagaimana cara kita mencintai bangsa ini.
Di tengah parade keserakahan dan pameran nafsu kekuasaan yang tiada henti dipertontonkan para elite, Butet menjadi teladan nyata bagaimana kita seharusnya berjuang merenda prestasi untuk negara tercinta. Dengan prinsip bahwa kekalahan bukanlah hal yang memalukan, yang memalukan itu ialah menyerah, dia telah unjuk bukti sebagai petarung sejati. Dengan dedikasi dan totalitasnya, Butet menahbiskan diri sebagai oase di tanah gersang keteladanan.
Kita pun berharap akan lahir Butet-Butet baru. Tidak cuma di cabang bulu tangkis, tidak hanya di arena olahraga lainnya, para pahlawan seperti Butet harus bersemai dan berbiak di semua bidang.
Sudah terlalu lama kecemerlangan atlet badminton dan kunjungan kepala negara mendominasi peran sebagai pengumandang Indonesia Raya dan pengibar Merah Putih di forum dunia. Berbekal inspirasi dari Liliyana Natsir, kita ingin lebih banyak lagi anak bangsa yang total berjuang untuk membuat negara ini gemilang.
BANTUAN sosial atau bansos pada dasarnya merupakan insiatif yang mulia.
PEMERIKSAAN dua menteri dari era Presiden Joko Widodo oleh penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sebagai saksi dalam kasus dugaan korupsi menjadi sorotan publik.
SAMA seperti perang terhadap korupsi, perang melawan narkoba di negeri ini sering dipecundangi dari dalam.
EKONOMI Indonesia melambung di tengah pesimisme yang masih menyelimuti kondisi perekonomian global maupun domestik.
BERAGAM cara dapat dipakai rakyat untuk mengekspresikan ketidakpuasan, mulai dari sekadar keluh kesah, pengaduan, hingga kritik sosial kepada penguasa.
MANTAN Menteri Perdagangan Thomas Trikasih Lembong dan mantan Sekjen DPP PDIP Hasto Kristiyanto telah resmi bebas dari tahanan.
Kebijakan itu berpotensi menciptakan preseden dalam pemberantasan korupsi.
ENTAH karena terlalu banyak pekerjaan, atau justru lagi enggak ada kerjaan, Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) memblokir puluhan juta rekening milik masyarakat.
KASUS suap proses pergantian antarwaktu (PAW) untuk kader PDI Perjuangan Harun Masiku ke kursi DPR RI masih jauh dari tutup buku alias belum tuntas.
Intoleransi dalam bentuk apa pun sesungguhnya tidak bisa dibenarkan.
KEPALA Desa ibarat etalase dalam urusan akuntabilitas dan pelayanan publik.
KONFLIK lama Thailand-Kamboja yang kembali pecah sejak Kamis (24/7) tentu saja merupakan bahaya besar.
NEGERI ini memang penuh ironi. Di saat musim hujan, banjir selalu melanda dan tidak pernah tertangani dengan tuntas. Selepas banjir, muncul kemarau.
Berbagai unsur pemerintah pun sontak berusaha mengklarifikasi keterangan dari AS soal data itu.
EKS marinir TNI-AL yang kini jadi tentara bayaran Rusia, Satria Arta Kumbara, kembali membuat sensasi.
SEJAK dahulu, koperasi oleh Mohammad Hatta dicita-citakan menjadi soko guru perekonomian Indonesia.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved