Headline
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Kumpulan Berita DPR RI
DEBAT perdana calon presiden (capres) dan calon wakil presiden (cawapres) yang digelar pada malam ini diharapkan mengedepankan sisi kualitas agar kampanye pemilu bisa naik kelas.
Kampanye pemilu belumlah naik kelas sehingga mendapat sorotan tajam, sangat tajam. Disorot, karena sejak kampanye digelar pada September tahun lalu lebih banyak mengumbar ketakutan dan pesimisme disertai penyebaran informasi bohong.
Narasi optimisme diharapkan lahir dalam debat perdana dari rangkaian lima kali debat. Perdebatan, memang, mengandung semacam sihir. Terlebih apabila debat itu tak cuma menunjukkan ketajaman lidah, tapi juga ketajaman pikiran. Tajam pikiran dalam menjelaskan visi, misi, dan program. Bukan cuma tajam lidah merendahkan lawan debat.
Publik tentu saja punya ekspektasi besar pada kedua pasangan capres dan cawapres. Pasangan nomor urut 01 Joko Widodo-Ma’ruf Amin dan pasangan nomor urut 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno. Mereka diharapkan menyampaikan komitmen yang sungguh-sungguh terkait dengan tema debat yang mengangkat penegakan hukum, korupsi, HAM, dan terorisme.
Melalui debat juga bisa diketahui apakah sang calon presiden memiliki kesanggupan untuk dikritik atau tidak. Seberapa besarkah ia memiliki ruang untuk menerima perbedaan pendapat. Di forum debat itulah kontestan menjual gagasan, merebut hati dan pikiran publik, untuk kemudian keluar sebagai pemenang yang terhormat.
Akan tetapi, ketajaman lidah dan pikiran saja belumlah menjadi modal utama untuk menjadi presiden. Debat bukanlah ukuran mutlak untuk dipilih atau tidaknya pasangan calon karena lidah dan pikiran sering menyembunyikan kebajikan.
Kebajikan bisa ditelusuri lewat rekam jejak calon. Rekam jejak itu berkorelasi dengan karya yang sudah dilakukan dan bisa diukur, bukan sebatas janji yang disampaikan. Rekam jejak itu bisa ditelusuri dari beberapa aspek, di antaranya lingkungan keluarga, riwayat kerja, dan riwayat kepemimpinan.
Memilih presiden itu tak cukup hanya bermodalkan populer karena mampu berorasi dengan suara lantang dan menggelegar. Apalagi, di zaman now, orang dengan mudah melakukan berbagai teknik presentasi untuk membuat target audiens tertarik, percaya, dan pada akhirnya menetapkan pilihan. Termasuk melakukan bluffing, menggunakan informasi dan data palsu alias hoaks, atau mengumbar janji-janji sekalipun hal itu tidak mungkin dapat dipenuhi dalam realitas.
Karena itu, menilai capres dan cawapres semata dari debat sangat rentan terhadap ketersesatan berpikir. Kandidat boleh saja menjual visi-misi, program, dan rencana aksi setinggi langit. Namun, publik dapat melihat kesesuaian dan konsistensinya dengan melihat dan membandingkan apa saja yang mereka jual dengan rekam jejak yang telah mereka perbuat.
Yang perlu ditelusuri dari rekam jejak mereka ialah apa saja yang telah mereka capai selama mereka menjadi pejabat publik, misalnya. Seperti apa pula kinerja mereka, seberapa tinggi prestasi mereka. Yang tidak kalah penting ialah menelusuri rekam jejak dalam mematuhi hukum dan perundangan yang berlaku.
Dalam kaitan dengan tema debat, yakni hukum, HAM, korupsi, dan terorisme, misalnya, masyarakat perlu menelusuri rekam jejak para capres-cawapres, apa saja prestasi mereka di bidang tersebut. Perlu pula ditelusuri, apakah mereka pernah melakukan pelanggaran atau memiliki rekam jejak yang tercela di bidang-bidang tersebut.
Pemilih yang cerdas tentu akan mencari pemimpin paripurna, yang tak hanya mampu menyinergikan antara kata dan perbuatan, tetapi juga mampu mendiagnosis, menawarkan solusi sekaligus menggerakkan rakyat untuk bersama-sama menyelesaikan segala problem kebangsaan. Pemimpin yang menyatukan, bukan mencerai-beraikan.
Presiden yang ideal ialah seorang pemimpin yang tegas berintegritas dan mampu memelihara persatuan dan kebinekaan bangsa. Rekam jejaknya jelas, tidak cacat hukum, etika, nalar, dan moral. Jangan sekali-kali memilih pemimpin yang menghalalkan segala cara untuk mencapai kemenangan. Periksa secara saksama rekam jejak mereka karena rekam jejak tidak pernah menipu.
BANTUAN sosial atau bansos pada dasarnya merupakan insiatif yang mulia.
PEMERIKSAAN dua menteri dari era Presiden Joko Widodo oleh penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sebagai saksi dalam kasus dugaan korupsi menjadi sorotan publik.
SAMA seperti perang terhadap korupsi, perang melawan narkoba di negeri ini sering dipecundangi dari dalam.
EKONOMI Indonesia melambung di tengah pesimisme yang masih menyelimuti kondisi perekonomian global maupun domestik.
BERAGAM cara dapat dipakai rakyat untuk mengekspresikan ketidakpuasan, mulai dari sekadar keluh kesah, pengaduan, hingga kritik sosial kepada penguasa.
MANTAN Menteri Perdagangan Thomas Trikasih Lembong dan mantan Sekjen DPP PDIP Hasto Kristiyanto telah resmi bebas dari tahanan.
Kebijakan itu berpotensi menciptakan preseden dalam pemberantasan korupsi.
ENTAH karena terlalu banyak pekerjaan, atau justru lagi enggak ada kerjaan, Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) memblokir puluhan juta rekening milik masyarakat.
KASUS suap proses pergantian antarwaktu (PAW) untuk kader PDI Perjuangan Harun Masiku ke kursi DPR RI masih jauh dari tutup buku alias belum tuntas.
Intoleransi dalam bentuk apa pun sesungguhnya tidak bisa dibenarkan.
KEPALA Desa ibarat etalase dalam urusan akuntabilitas dan pelayanan publik.
KONFLIK lama Thailand-Kamboja yang kembali pecah sejak Kamis (24/7) tentu saja merupakan bahaya besar.
NEGERI ini memang penuh ironi. Di saat musim hujan, banjir selalu melanda dan tidak pernah tertangani dengan tuntas. Selepas banjir, muncul kemarau.
Berbagai unsur pemerintah pun sontak berusaha mengklarifikasi keterangan dari AS soal data itu.
EKS marinir TNI-AL yang kini jadi tentara bayaran Rusia, Satria Arta Kumbara, kembali membuat sensasi.
SEJAK dahulu, koperasi oleh Mohammad Hatta dicita-citakan menjadi soko guru perekonomian Indonesia.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved