Headline
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Kumpulan Berita DPR RI
KEBENCANAAN nyata di depan mata dan bisa terjadi kapan saja. Belum lama ini duka pilu melanda Lombok dan Palu akibat gempa bumi yang disertai tsunami kemudian likuefaksi. Duka kembali datang bersamaan tsunami melanda pesisir Banten dan Lampung.
Gelombang laut yang melanda pesisir Banten dan Lampung, Sabtu (22/12) malam, dipastikan sebagai tsunami, tetapi sebabnya masih didalami. Dugaan kuat tsunami kali ini akibat runtuhnya sisi tubuh anak Krakatau, bukan karena gempa bumi.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) pada mulanya menyebut air laut naik kencang di pesisir Banten dan Lampung itu sebagai gelombang pasang biasa. Apalagi, saat itu sedang bulan purnama yang menyebabkan permukaan air laut naik. Tak lama berselang BMKG merevisinya dengan menyebut terjadi tsunami yang menerjang beberapa wilayah pantai di Selat Sunda, di antaranya pantai di Kabupaten Pandeglang, Serang, dan Lampung Selatan. Tsunami lagi-lagi menelan korban jiwa dan memorak-porandakan rumah dan bangunan. Kita berduka untuk itu. Presiden Joko Widodo yang pada saat kejadian berada di Kabupaten Tana Toraja, Sulawesi Selatan, juga menyampaikan ucapan dukacita.
Presiden langsung memerintahkan Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Menteri Sosial, Panglima TNI, dan jajaran terkait lainnya untuk bersegera menangani sekaligus mendata kerusakan dan korban jiwa yang ditimbulkan. Tindakan Presiden patut diapresiasi karena hal itu memperlihatkan negara hadir setiap rakyat membutuhkan. Jauh lebih penting lagi ialah terus-menerus membangun kesadaran masyarakat akan kebencanaan nyata di depan mata dan bisa terjadi kapan saja.
Mitigasi bencana menjadi kunci kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi bencana. Sayangnya, harus jujur diakui, mitigasi bencana di Indonesia masih rendah. Kesadaran akan mitigasi bencana selalu muncul setelah bencana datang. Saatnya menjauhkan sikap reaktif, yang dibutuhkan itu sikap antisipatif.
Bencana ialah keniscayaan. Negara superkuasa sekalipun tak berdaya untuk mengontrol alam yang berpotensi memicu bencana. Namun, negara punya otoritas penuh untuk membuat serangkaian kebijakan agar menekan dampak bencana serendah mungkin.
Sebagian kebijakan negara diwujudkan dalam bentuk pembangunan yang mempertimbangkan risiko bencana di suatu wilayah. Sebagian lagi diwujudkan dengan pembiasaan setiap orang melalui pendidikan dan pelatihan rutin terhadap risiko bencana.
Kebijakan pembangunan di pesisir pantai surplus, tapi konsistensi pelaksanaannya minus. Baik Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2014 tentang Pengelolaan Wilayah Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil maupun Peraturan Presiden Nomor 51 Tahun 2016 tentang Batas Sempadan Pantai sudah menetapkan batas sempadan pantai 100 meter dari titik pasang tertinggi ke arah darat.
Fakta di lapangan memperlihatkan terlampau banyak bangunan dibiarkan bebas menjorok ke laut sesuai dengan selera pasar. Mestinya pemerintah daerah membongkar semua bangunan yang melanggar. Terkait dengan pembiasaan setiap orang melalui pendidikan risiko bencana, BNPB ataupun Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) menjalin kerja sama dengan lembaga pendidikan. Slogan dan ajakan mitigasi bencana bisa ditampilkan di wilayah sekolah agar siswa lebih terpapar oleh ajakan tersebut.
Terus terang, lemahnya pengetahuan masyarakat sangat berpengaruh terhadap banyaknya korban yang tidak selamat. Karena itu, kiranya perlu dilakukan literasi bencana dengan mengangkat kearifan lokal. Wisatawan perlu diberi informasi cara menyelamatkan diri jika ada bencana. Juga, masyarakat perlu diedukasi untuk tidak menyebarkan hoaks seperti bakal terjadi tsunami susulan yang membuat panik.
Bencana itu ibarat maling, tidak tahu kapan ia datang mencuri. Pemilik rumah selalu bersiaga. Kita pun tidak pernah tahu kapan bencana itu datang. Yang dibutuhkan ialah masyarakat waspada sepanjang waktu.
BANTUAN sosial atau bansos pada dasarnya merupakan insiatif yang mulia.
PEMERIKSAAN dua menteri dari era Presiden Joko Widodo oleh penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sebagai saksi dalam kasus dugaan korupsi menjadi sorotan publik.
SAMA seperti perang terhadap korupsi, perang melawan narkoba di negeri ini sering dipecundangi dari dalam.
EKONOMI Indonesia melambung di tengah pesimisme yang masih menyelimuti kondisi perekonomian global maupun domestik.
BERAGAM cara dapat dipakai rakyat untuk mengekspresikan ketidakpuasan, mulai dari sekadar keluh kesah, pengaduan, hingga kritik sosial kepada penguasa.
MANTAN Menteri Perdagangan Thomas Trikasih Lembong dan mantan Sekjen DPP PDIP Hasto Kristiyanto telah resmi bebas dari tahanan.
Kebijakan itu berpotensi menciptakan preseden dalam pemberantasan korupsi.
ENTAH karena terlalu banyak pekerjaan, atau justru lagi enggak ada kerjaan, Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) memblokir puluhan juta rekening milik masyarakat.
KASUS suap proses pergantian antarwaktu (PAW) untuk kader PDI Perjuangan Harun Masiku ke kursi DPR RI masih jauh dari tutup buku alias belum tuntas.
Intoleransi dalam bentuk apa pun sesungguhnya tidak bisa dibenarkan.
KEPALA Desa ibarat etalase dalam urusan akuntabilitas dan pelayanan publik.
KONFLIK lama Thailand-Kamboja yang kembali pecah sejak Kamis (24/7) tentu saja merupakan bahaya besar.
NEGERI ini memang penuh ironi. Di saat musim hujan, banjir selalu melanda dan tidak pernah tertangani dengan tuntas. Selepas banjir, muncul kemarau.
Berbagai unsur pemerintah pun sontak berusaha mengklarifikasi keterangan dari AS soal data itu.
EKS marinir TNI-AL yang kini jadi tentara bayaran Rusia, Satria Arta Kumbara, kembali membuat sensasi.
SEJAK dahulu, koperasi oleh Mohammad Hatta dicita-citakan menjadi soko guru perekonomian Indonesia.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved