Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
MEMBAYANGKAN Indonesia bubar saja sudah mengerikan. Lalu perasaan apa lagi yang bisa kita ekspresikan saat membayangkan Indonesia bakal punah? Sungguh sebuah narasi pesimisme akut yang semestinya tak boleh terlontar dari siapa pun yang mengaku warga negara Indonesia.
Akan tetapi, entah kebetulan entah memang sudah tabiat, kata-kata 'bubar' dan 'punah' tersebut justru diungkapkan Prabowo Subianto yang notabene saat ini berstatus calon presiden untuk Pemilihan Presiden 2019. Ia konsisten, tapi sayangnya konsisten pada hal yang menuai kontroversi.
Pada Maret 2018, Prabowo yang saat itu belum resmi menjadi capres, dengan mengutip sebuah novel fiksi, memprediksi Indonesia akan bubar di 2030. Kini, pada Desember 2018, ia lebih 'maju' lagi dengan menyebut Indonesia bakal punah kalau ia dan pasangannya, Sandiaga Uno, kalah dalam kontestasi pilpres pada April 2019 mendatang. Alamak.
Menjadi seorang calon presiden tentu bukan sembarang status. Hanya orang-orang terpilih yang bisa mencapai level status seperti itu. Banyak orang bahkan bermimpi-mimpi berada di posisi itu. Akal sehat kita bicara, orang yang terpilih menjadi capres mestinya ialah orang-orang yang punya kapabilitas, integritas, dan tentu saja sehat nalar.
Lantas, mengapa malah narasi-narasi lemah yang mengancam dan menyesatkan seperti itu yang terucap dari mulut orang yang terpilih? Bukankah dia calon pemimpin yang seharusnya memupuk optimisme rakyatnya, alih-alih menebar pesimisme dan gambaran buram masa depan bangsa?
Oke, kalau itu dianggap hanya sebuah strategi demi memenangi laga melawan petahana. Namun, harus separah itukah perspektif yang ia lemparkan kepada masyarakat, hanya agar ia mendapat simpati dan dipilih saat pemungutan suara nanti? Atau sesungguhnya ia sedang kehabisan gagasan positif sehingga lebih memilih menggunakan kalimat dan diksi yang terkesan mengancam dan menakuti masyarakat.
Apa pun motivasi di balik itu, pemilihan diksi 'bubar', apalagi 'punah', jelas sebuah kesalahan yang fatal. Benar yang dikatakan Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Wiranto saat merespons pernyataan kontroversial Prabowo tersebut. Ia menyebut punahnya sebuah negara tidak mungkin mendadak. Kondisi itu pasti diawali dengan gejala, indikasi, atau adanya peningkatan eskalasi yang sangat serius seperti mengancam eksistensi negara.
Saat ini, seperti apakah kondisi dan situasi Indonesia? Nyatanya baik-baik saja. Stabilitas politik dan keamanan relatif terjaga. Skor indeks demokrasi terus meningkat, yang mengisyaratkan arah demokrasi kita sudah berjalan di rel yang benar. Bahkan, di bidang ekonomi, Indonesia masih menjadi negara tujuan investasi favorit. Itu semua mengonfirmasikan sesungguhnya bangsa ini sangat jauh dari khayalan kepunahan yang diyakini Prabowo.
Namun, pada akhirnya kita kembalikan kepada rakyat, apakah mau memilih terhasut oleh khayalan dan terbelenggu oleh ketakutan atau memilih bersama-sama membungkus harapan. Kita mesti ingat, negeri ini punya cita-cita besar yang mesti kita gapai dengan lompatan-lompatan tinggi.
Itu hanya bisa menjadi kenyataan bila pemimpinnya tekun merawat asa dengan optimisme. Bukan pemimpin yang gemar memproduksi narasi ketakutan dengan membangun persepsi publik tidak berdasarkan kebenaran, tapi bersandarkan fiksi, khayalan, atau imajinasi.
KOMISI Pemberantasan Korupsi (KPK), lembaga yang sejatinya bertugas mengusut dan memberantas korupsi
Pemerintahan Presiden Prabowo Subianto juga bukan tidak menyadari persoalan ini.
GOOGLE dan Youtube akhirnya tunduk dan manut terhadap aturan main di Indonesia.
JUTAAN siswa berjuang keras tiap tahun untuk mendapatkan kursi di perguruan tinggi negeri (PTN) terbaik demi meraih masa depan.
PENAIKAN harga bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi, yang kemudian disusul penaikan harga elpiji nonsubsidi, memang tak terhindarkan.
SETELAH penantian panjang, 22 tahun lamanya, akhirnya pekerja rumah tangga (PRT) diakui negara sebagai sebuah profesi.
PERNYATAAN Jaksa Agung ST Burhanuddin, yang meminta jajarannya tidak sembarangan menetapkan kepala desa sebagai tersangka, patut dicermati secara jernih
DUA hari lagi, tepatnya 22 April 2026, kelompok terbang (kloter) pertama jemaah haji Indonesia akan melangkahkan kaki dan bertolak meninggalkan asrama haji menuju Tanah Suci
KAMPUS seharusnya menjadi ruang aman, menjadi tempat bagi mahasiswa untuk belajar, berpikir kritis, dan membangun karakter.
Kebebasan pers merupakan sebuah wujud kemuliaan yang menjadi nadi dari negara demokrasi.
PRESIDEN Prabowo Subianto kembali melakukan kunjungan kenegaraan ke daratan Eropa.
PENANGKAPAN Bupati Tulungagung, Gatut Sunu Wibowo, membuka tabir yang teramat menyesakkan dada.
Diversifikasi sumber energi, penguatan cadangan strategis, serta percepatan transisi menuju energi baru dan terbarukan bukan lagi sekadar opsi, melainkan keniscayaan.
PROSPEK perdamaian di Timur Tengah mulai tampak, tetapi seperti fatamorgana. Damai itu terlihat dekat, tapi mudah menguap sebelum benar-benar terwujud.
Kejaksaan tidak dapat melepaskan tanggung jawab atas langkah yang diambil oleh JPU.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved