Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
POLITIK kerap disebut sebagai seni kemungkinan yang dapat ditempuh untuk meraih kemenangan dan mendapatkan kekuasaan. Dalam meraih kemenangan itu para politikus mestinya hanya menempuh jalan beradab, bukan menghalalkan semua cara.
Memasuki masa kampanye Pilpres 2019, cara-cara berpolitik menghalalkan semua cara kian marak. Hal itu membuat calon presiden petahana Joko Widodo angkat bicara.
Sekurang-kurangnya ada dua kali pernyataan Jokowi yang terkait dengan hal itu. Pertama, seusai menghadiri Trade Expo di ICE, BSD, Tangerang Selatan, Rabu (24/10), Presiden mengingatkan warga agar berhati-hati karena banyak politikus yang ia sebut sebagai politikus sontoloyo.
Menurut Presiden, politik sontoloyo menggunakan politik kebencian, politik SARA, politik adu domba, dan politik pecah belah.
Tidak berhenti dengan istilah politik sontoloyo, Presiden pun kembali menyentil pihak-pihak yang diduga terus saja menghalalkan segala cara dalam berupaya meraih kemenangan politik.
Jokowi menyebut mereka dengan istilah lain, sebagai politik genderuwo. Istilah itu dilontarkan Presiden saat berpidato dalam acara pembagian sertifikat tanah untuk masyarakat Kabupaten Tegal, Jawa Tengah, Jumat (9/11).
Politik genderuwo, menurut Presiden, dilakukan dengan propaganda menakut-nakuti, menimbulkan kekhawatiran, menimbulkan ketidakpastian, terakhir menjadi keragu-raguan masyarakat.
Keprihatinan Presiden itu bukan tanpa dasar. Berbagai bentuk berita palsu alias hoaks yang terus menerpa pemerintahan Jokowi-Jusuf Kalla ialah fakta empiris yang tidak dapat dibantah dari praktik nyata politik sontoloyo, politik genderuwo, dan politik menghalalkan segala cara.
Pernyataan Presiden terkait dengan politik sontoloyo dan politik genderuwo patut didukung. Pihak-pihak yang doyan mempraktikkan politik sontoloyo dan genderuwo itu sebaiknya segera menghentikan praktik busuk tersebut.
Para pendiri bangsa mendirikan bangsa ini melalui perjuangan, didasarkan pada nilai-nilai luhur dan cara-cara beradab. Nilai-nilai luhur dan cara-cara beradab itulah yang mestinya dilestarikan untuk mewarnai kontestasi politik saat ini, bukan politik sontoloyo dan politik genderuwo.
Lagi pula, politik sontoloyo dan genderuwo berpotensi memecah-belah NKRI dan melahirkan bom waktu konflik komunal di masa depan. Untuk Indonesia yang adil dan makmur, kita harus berpolitik dengan cara-cara yang beradab, kesatria, dan membangun optimisme, bukan menebarkan ketakutan.
Tinggalkan politik sontoloyo dan genderuwo, jauhkan Indonesia dari pesimisme dan ketakutan. Bukan saatnya lagi mempertontonkan politik penuh tipu muslihat. Lewat media sosial, politik tipu muslihat dilancarkan dengan menebar berita bohong, hinaan, hujatan, fitnah, dan kebencian.
Jangan biarkan kontestasi pemilu disabotase politikus sontoloyo dan genderuwo. Inilah saatnya mengembalikan politik sebagai tempat tersemainya watak-watak mulia.
KOMISI Pemberantasan Korupsi (KPK), lembaga yang sejatinya bertugas mengusut dan memberantas korupsi
Pemerintahan Presiden Prabowo Subianto juga bukan tidak menyadari persoalan ini.
GOOGLE dan Youtube akhirnya tunduk dan manut terhadap aturan main di Indonesia.
JUTAAN siswa berjuang keras tiap tahun untuk mendapatkan kursi di perguruan tinggi negeri (PTN) terbaik demi meraih masa depan.
PENAIKAN harga bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi, yang kemudian disusul penaikan harga elpiji nonsubsidi, memang tak terhindarkan.
SETELAH penantian panjang, 22 tahun lamanya, akhirnya pekerja rumah tangga (PRT) diakui negara sebagai sebuah profesi.
PERNYATAAN Jaksa Agung ST Burhanuddin, yang meminta jajarannya tidak sembarangan menetapkan kepala desa sebagai tersangka, patut dicermati secara jernih
DUA hari lagi, tepatnya 22 April 2026, kelompok terbang (kloter) pertama jemaah haji Indonesia akan melangkahkan kaki dan bertolak meninggalkan asrama haji menuju Tanah Suci
KAMPUS seharusnya menjadi ruang aman, menjadi tempat bagi mahasiswa untuk belajar, berpikir kritis, dan membangun karakter.
Kebebasan pers merupakan sebuah wujud kemuliaan yang menjadi nadi dari negara demokrasi.
PRESIDEN Prabowo Subianto kembali melakukan kunjungan kenegaraan ke daratan Eropa.
PENANGKAPAN Bupati Tulungagung, Gatut Sunu Wibowo, membuka tabir yang teramat menyesakkan dada.
Diversifikasi sumber energi, penguatan cadangan strategis, serta percepatan transisi menuju energi baru dan terbarukan bukan lagi sekadar opsi, melainkan keniscayaan.
PROSPEK perdamaian di Timur Tengah mulai tampak, tetapi seperti fatamorgana. Damai itu terlihat dekat, tapi mudah menguap sebelum benar-benar terwujud.
Kejaksaan tidak dapat melepaskan tanggung jawab atas langkah yang diambil oleh JPU.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved