Headline
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Kumpulan Berita DPR RI
PERKEMBANGAN teknologi komunikasi yang begitu pesat ibarat pedang bermata dua. Di satu sisi membawa kemaslahatan, tetapi juga memicu persoalan yang sangat serius.
Teknologi komunikasi memberi kemudahan berkomunikasi melalui berbagai media sosial. Akan tetapi, media sosial kini menjadi lahan subur untuk menyemai dan menuai ujaran kebencian atupun penyebaran berita bohong alias hoaks.
Ujaran kebencian dan penyebaran berita hoaks itu memapar sebagian besar masyarakat. Pengguna internet di Indonesia pada 2017 berjumlah 143,26 juta orang. Pengguna aktif media sosial sebanyak 130 juta orang dan rata-rata waktu yang mereka habiskan untuk bermedia sosial 3,5 jam per hari.
Harus tegas dikatakan bahwa penggunaan media sosial telah menyimpang dari tujuan yang seharusnya menaikkan martabat manusia. Akibatnya, muncullah penyesatan, kepanikan, hingga perpecahan, baik antarindividu maupun kelompok masyarakat.
Dalam konteks itulah kita menyambut baik ajakan calon presiden petahana Joko Widodo agar semua anak bangsa berani hijrah menuju hal-hal yang baik.
Tidak hanya sekali, dua kali dalam sehari Jokowi menyampaikan pesan hijrah tersebut. Jokowi berbicara mengenai hijrah ketika menghadiri deklarasi dukungan dari Repnas di Hotel Fairmont Jakarta, Sabtu (3/11) pagi. "Saya mengajak kita semua untuk hijrah. Hijrah dari pesimisme ke optimisme. Hijrah dari perilaku konsumtif ke produktif," kata Jokowi.
Ia kembali menyinggung topik yang sama ketika berpidato dalam acara deklarasi dukungan dari keluarga besar almarhum Tubagus Chasan Sochib, ulama dan pendekar silat di Banten, Sabtu malam.
Begini kata Jokowi, "Saya mengajak kita semuanya mari kita bersama-sama mulai hijrah dari ujaran-ujaran kebencian ke ujaran-ujaran kebenaran. Mari kita hijrah dari sering mengeluh-mengeluh, hijrah untuk selalu bersyukur-bersyukur."
Ajakan hijrah dari pesimisme ke optimisme sangatlah tepat waktu. Disebut tepat waktu karena narasi pesimisme yang saat ini menyesaki ruang publik dilakukan secara terstruktur dan masif. Jangan lupa, Indonesia dibangun berdasarkan optimisme. Politik yang dibangun pendiri bangsa pun ialah politik harapan; harapan merdeka, sejahtera, adil, dan beradab.
Tidak kalah pentingnya ialah ajakan hijrah dari ujaran-ujaran kebencian ke ujaran-ujaran kebenaran. Ujaran kebencian, informasi palsu, dan fitnah membawa dampak negatif yang serius dalam masyarakat karena menyerang pribadi, menimbulkan permusuhan serta kebencian.
Hoaks dan ujaran kebencian semakin menjadi-jadi saat memasuki masa kampanye Pemilu 2019. Padahal, semua peserta pemilu sudah meneken deklarasi untuk melaksanakan kampanye pemilu yang aman, tertib, damai, berintegritas tanpa hoaks, politisasi SARA, dan politik uang.
Publik, kini, merindukan hadirnya kampanye bermutu dari setiap kontestan pemilu, khususnya pilpres. Kampanye adu gagasan. Hoaks dan ujaran kebencian bisa diredam jika pasangan calon presiden dan wakil presiden menyampaikan narasi besar soal keindonesiaan. Narasi yang bisa menjaga persatuan dan kesatuan bangsa, bukan malah memainkan isu yang berpotensi menciptakan disintegrasi bangsa.
Narasi besar soal keindonesiaan diharapkan mampu mendorong anak bangsa bersama-sama berhijrah menuju hal-hal yang baik. Tanpa berhijrah menuju hal-hal yang baik, kita bukan lagi tuan, melainkan hanya hamba dari kemajuan teknologi komunikasi. Jika itu yang terjadi, kita pun berpotensi menjadi serigala bagi sesama.
BANTUAN sosial atau bansos pada dasarnya merupakan insiatif yang mulia.
PEMERIKSAAN dua menteri dari era Presiden Joko Widodo oleh penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sebagai saksi dalam kasus dugaan korupsi menjadi sorotan publik.
SAMA seperti perang terhadap korupsi, perang melawan narkoba di negeri ini sering dipecundangi dari dalam.
EKONOMI Indonesia melambung di tengah pesimisme yang masih menyelimuti kondisi perekonomian global maupun domestik.
BERAGAM cara dapat dipakai rakyat untuk mengekspresikan ketidakpuasan, mulai dari sekadar keluh kesah, pengaduan, hingga kritik sosial kepada penguasa.
MANTAN Menteri Perdagangan Thomas Trikasih Lembong dan mantan Sekjen DPP PDIP Hasto Kristiyanto telah resmi bebas dari tahanan.
Kebijakan itu berpotensi menciptakan preseden dalam pemberantasan korupsi.
ENTAH karena terlalu banyak pekerjaan, atau justru lagi enggak ada kerjaan, Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) memblokir puluhan juta rekening milik masyarakat.
KASUS suap proses pergantian antarwaktu (PAW) untuk kader PDI Perjuangan Harun Masiku ke kursi DPR RI masih jauh dari tutup buku alias belum tuntas.
Intoleransi dalam bentuk apa pun sesungguhnya tidak bisa dibenarkan.
KEPALA Desa ibarat etalase dalam urusan akuntabilitas dan pelayanan publik.
KONFLIK lama Thailand-Kamboja yang kembali pecah sejak Kamis (24/7) tentu saja merupakan bahaya besar.
NEGERI ini memang penuh ironi. Di saat musim hujan, banjir selalu melanda dan tidak pernah tertangani dengan tuntas. Selepas banjir, muncul kemarau.
Berbagai unsur pemerintah pun sontak berusaha mengklarifikasi keterangan dari AS soal data itu.
EKS marinir TNI-AL yang kini jadi tentara bayaran Rusia, Satria Arta Kumbara, kembali membuat sensasi.
SEJAK dahulu, koperasi oleh Mohammad Hatta dicita-citakan menjadi soko guru perekonomian Indonesia.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved