MULAI besok, dan sebagian mulai hari ini, umat Islam kembali akan memasuki bulan suci Ramadan. Itulah satu jenjang ujian yang harus dilalui sebelum mereka mampu meraih apa yang diidam-idamkan sebagai manusia, yakni kesucian dan kefitrahan diri.
Di Tanah Air, Ramadan kali ini datang dalam spektrum yang agak berbeda. Ramadan tiba tepat ketika proses kampanye pemilihan presiden (pilpres) sedang hangat-hangatnya, bahkan panas-panasnya.
Ramadan hadir saat semua mata tertuju pada pertarungan dua pasangan calon presiden dan calon wakil presiden dalam suasana yang harus dikatakan secara jujur kurang menyejukkan.
Ramadan yang mestinya kita sambut dengan sukacita malah harus bertemu dengan sebuah situasi keprihatinan yang disulut anak-anak bangsa sendiri. Bulan yang suci itu kini mesti berhadapan dengan perilaku-perilaku kotor yang sama sekali berlawanan dengan spirit Ramadan.
Tentu sangat menyedihkan ketika hanya demi kepentingan politik sesaat, demi memenangi kontes pilpres, kita melihat banyak masyarakat rela melakukan segala cara tanpa memedulikan lagi apakah cara itu baik, benar, ataupun halal.
Mereka tak sungkan melakukan kecurangan, kekerasan, keculasan, saling menjatuhkan dengan fitnah dan kampanye hitam, serta perilaku-perilaku negatif lain selama itu mampu membawa kemenangan bagi kubu mereka. Mereka juga tak perlu merasa berdosa untuk melakukan kampanye hitam dengan menjual kebohongan dan fitnah.
Lebih celaka lagi, sebagian masyarakat yang lain bukan saja telah menelan mentah-mentah segala kebohongan dan fitnah yang mereka terima, melainkan juga justru makin mengembangbiakkan fitnah-fitnah itu tanpa sedikit pun keinginan melakukan klarifikasi. Jika menyebar fitnah saja dianggap sebagai perbuatan tercela oleh agama, apa lagi hukumnya bagi orang-orang yang beternak fitnah? Kita jelas tidak menginginkan hal tersebut akan terus berlangsung hingga pelaksanaan pilpres 9 Juli mendatang.
Bangsa ini harus segera terbebas dari perilaku curang, culas, fitnah, suap, dan merusak jika kita menginginkan kehidupan berbangsa ke depan yang berkualitas. Bangsa ini mesti cepat berbenah jika tidak ingin dianggap sebagai bangsa tak beradab.
Ramadan dengan kewajiban puasa yang mengiringinya diharapkan dapat menjadi penyadar bagi mereka yang selama ini gagal mengontrol dan mengendalikan diri. Ramadan yang datang di tengah hiruk pikuk pilpres mesti disambut dengan semangat memperbaiki diri, semangat perubahan, sesuai dengan intisari dari pelaksanaan puasa sebagai instrumen perubahan agar menjadi orang yang lebih bertakwa.
Jangan sampai terjadi sebaliknya, Ramadan yang berdimensi vertikal dan horizontal justru dimanfaatkan dengan semena-mena untuk urusan pilpres yang sangat sesaat. Kita juga mesti menghindari sekaligus mengawasi agar proses-proses ibadah selama Ramadan tidak digunakan sebagai alat politik kepentingan.
Spirit Ramadan tak boleh tereliminasi oleh semangat politik sesaat, apalagi yang dibungkus dengan perilaku keji dan kotor.
Semangat puasa seharusnya bisa menghindarkan kita dari sifat pragmatisme dan keinginan berbuat curang, melempar fitnah, culas, serta menganakpinakkan kebohongan. Puasa pada akhirnya mesti mampu mengembalikan wajah asli bangsa ini yang ramah, toleran, dan kekeluargaan. Selamat berpuasa.
Berita Lainnya
-
09/8/2025 05:00
BANTUAN sosial atau bansos pada dasarnya merupakan insiatif yang mulia.
-
08/8/2025 05:00
PEMERIKSAAN dua menteri dari era Presiden Joko Widodo oleh penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sebagai saksi dalam kasus dugaan korupsi menjadi sorotan publik.
-
07/8/2025 05:00
SAMA seperti perang terhadap korupsi, perang melawan narkoba di negeri ini sering dipecundangi dari dalam.
-
06/8/2025 05:00
EKONOMI Indonesia melambung di tengah pesimisme yang masih menyelimuti kondisi perekonomian global maupun domestik.
-
05/8/2025 05:00
BERAGAM cara dapat dipakai rakyat untuk mengekspresikan ketidakpuasan, mulai dari sekadar keluh kesah, pengaduan, hingga kritik sosial kepada penguasa.
-
04/8/2025 05:00
MANTAN Menteri Perdagangan Thomas Trikasih Lembong dan mantan Sekjen DPP PDIP Hasto Kristiyanto telah resmi bebas dari tahanan.
-
02/8/2025 05:00
Kebijakan itu berpotensi menciptakan preseden dalam pemberantasan korupsi.
-
01/8/2025 05:00
ENTAH karena terlalu banyak pekerjaan, atau justru lagi enggak ada kerjaan, Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) memblokir puluhan juta rekening milik masyarakat.
-
31/7/2025 05:00
KASUS suap proses pergantian antarwaktu (PAW) untuk kader PDI Perjuangan Harun Masiku ke kursi DPR RI masih jauh dari tutup buku alias belum tuntas.
-
30/7/2025 05:00
Intoleransi dalam bentuk apa pun sesungguhnya tidak bisa dibenarkan.
-
29/7/2025 05:00
KEPALA Desa ibarat etalase dalam urusan akuntabilitas dan pelayanan publik.
-
28/7/2025 05:00
KONFLIK lama Thailand-Kamboja yang kembali pecah sejak Kamis (24/7) tentu saja merupakan bahaya besar.
-
26/7/2025 05:00
NEGERI ini memang penuh ironi. Di saat musim hujan, banjir selalu melanda dan tidak pernah tertangani dengan tuntas. Selepas banjir, muncul kemarau.
-
25/7/2025 05:00
Berbagai unsur pemerintah pun sontak berusaha mengklarifikasi keterangan dari AS soal data itu.
-
24/7/2025 05:00
EKS marinir TNI-AL yang kini jadi tentara bayaran Rusia, Satria Arta Kumbara, kembali membuat sensasi.
-
23/7/2025 05:00
SEJAK dahulu, koperasi oleh Mohammad Hatta dicita-citakan menjadi soko guru perekonomian Indonesia.