Headline
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Kumpulan Berita DPR RI
KORUPSI kian mengukuhkan diri sebagai musuh nomor satu bagi kelangsungan negeri ini. Para pelaku kejahatan luar biasa itu semakin menggila, sampai-sampai dana untuk korban bencana pun diembat juga.
Miris, amat miris, itulah narasi yang paling pas untuk menggambarkan betapa ganasnya sepak terjang para predator uang negara. Semakin lantang publik mengecam, semakin bersemangat para koruptor menunjukkan sepak terjang.
Fakta teranyar yang terjadi di Mataram, Nusa Tenggara Barat, ialah bukti sahih betapa koruptor betul-betul tak lagi punya hati. Betapa tidak? Ketika rakyat didera duka akibat gempa, tatkala kondisi mesti segera dipulihkan kembali, dana untuk rehabilitasi justru dijadikan ajang untuk memperkaya diri sendiri.
Adalah anggota DPRD Kota Mataram, Muhir, yang diduga berlaku cela. Politikus Partai Golkar itu diringkus aparat Kejaksaan Negeri Mataram pada Jumat (14/9) karena diyakini meminta uang dari pejabat dinas pendidikan setempat dan kontraktor terkait dengan rehabilitasi gedung sekolah yang rusak akibat gempa. Dia mengklaim berjasa menjamin anggaran Rp4,2 miliar untuk perbaikan 14 gedung SD dan SMP masuk APBD Perubahan 2018.
Saat menangkap tangan Muhir, jajaran Kejari Mataram menyita uang Rp30 juta dan sebuah mobil. Yang bersangkutan kemudian ditetapkan sebagai tersangka dan penyidik terus mengembangkan penyidikan untuk menjerat pihak lain yang terlibat.
Anggota DPRD meminta uang jasa agar anggaran disahkan, itu sudah biasa terjadi. Tidak sedikit anggota dewan di daerah yang kini menjadi pesakitan karena kasus uang ketuk palu. Namun, ketika anggota legislatif menjadi tersangka karena memainkan anggaran untuk bencana, itu benar-benar gila.
Korupsi ialah perbuatan tercela, tapi mengorupsi dana bencana jauh lebih tercela. Korupsi membuat masyarakat menderita, tetapi korupsi dana bencana membuat rakyat yang sudah menderita semakin menderita. Tiada kata yang lebih tepat untuk menggambarkan perilaku busuk itu, kecuali biadab!
Kita mengapresiasi kesigapan aparat kejaksaan yang berhasil mengendus lalu meringkus tersangka korupsi dana bencana di Mataram. Kini, penyidik harus menuntaskan kasus itu dengan menjerat seluruh pelaku dan menuntut mereka dengan hukuman seberat-beratnya.
Kita juga mendesak majelis hakim mengedepankan ketegasan serupa dalam persidangan nanti. Memang, hukuman mati belum bisa dikenakan karena gempa di Lombok dan sekitarnya, termasuk Mataram, bukanlah bencana alam nasional sebagai salah satu syarat penerapan hukuman itu. Namun, tidak ada satu pun dalih bagi penegak hukum untuk berbaik hati dengan memberikan hukuman ringan bagi para penjahat kemanusiaan tersebut.
Berulang kali melalui forum ini kita mengingatkan bahwa hukuman yang cenderung ringan ialah salah satu kausa kenapa korupsi terus merajela. Kerap pula kita suarakan bahwa korupsi kian menjadi-jadi karena penegak hukum bertindak setengah hati.
Perang besar melawan korupsi di Republik ini memang ironis. Ironi terkini pun tampak ketika Mahkamah Agung membatalkan peraturan Komisi Pemilihan Umum yang melarang bekas koruptor mencalonkan diri sebagai anggota legislatif. Ada pula temuan Ombudsman bahwa sel terpidana korupsi KTP elektronik, Setya Novanto, di LP Sukamiskin lebih luas.
Perkara korupsi dana bencana di Mataram ialah pertaruhan integritas dan kredibilitas negara. Rakyat menunggu seberapa tegas penegak hukum menangani kasus rasywah itu. Jika mereka tetap bermurah hati kepada pelaku, berarti anggapan bahwa negara memang tak serius memerangi korupsi kian terkonfirmasi.
BANTUAN sosial atau bansos pada dasarnya merupakan insiatif yang mulia.
PEMERIKSAAN dua menteri dari era Presiden Joko Widodo oleh penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sebagai saksi dalam kasus dugaan korupsi menjadi sorotan publik.
SAMA seperti perang terhadap korupsi, perang melawan narkoba di negeri ini sering dipecundangi dari dalam.
EKONOMI Indonesia melambung di tengah pesimisme yang masih menyelimuti kondisi perekonomian global maupun domestik.
BERAGAM cara dapat dipakai rakyat untuk mengekspresikan ketidakpuasan, mulai dari sekadar keluh kesah, pengaduan, hingga kritik sosial kepada penguasa.
MANTAN Menteri Perdagangan Thomas Trikasih Lembong dan mantan Sekjen DPP PDIP Hasto Kristiyanto telah resmi bebas dari tahanan.
Kebijakan itu berpotensi menciptakan preseden dalam pemberantasan korupsi.
ENTAH karena terlalu banyak pekerjaan, atau justru lagi enggak ada kerjaan, Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) memblokir puluhan juta rekening milik masyarakat.
KASUS suap proses pergantian antarwaktu (PAW) untuk kader PDI Perjuangan Harun Masiku ke kursi DPR RI masih jauh dari tutup buku alias belum tuntas.
Intoleransi dalam bentuk apa pun sesungguhnya tidak bisa dibenarkan.
KEPALA Desa ibarat etalase dalam urusan akuntabilitas dan pelayanan publik.
KONFLIK lama Thailand-Kamboja yang kembali pecah sejak Kamis (24/7) tentu saja merupakan bahaya besar.
NEGERI ini memang penuh ironi. Di saat musim hujan, banjir selalu melanda dan tidak pernah tertangani dengan tuntas. Selepas banjir, muncul kemarau.
Berbagai unsur pemerintah pun sontak berusaha mengklarifikasi keterangan dari AS soal data itu.
EKS marinir TNI-AL yang kini jadi tentara bayaran Rusia, Satria Arta Kumbara, kembali membuat sensasi.
SEJAK dahulu, koperasi oleh Mohammad Hatta dicita-citakan menjadi soko guru perekonomian Indonesia.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved