PEMIMPIN yang baik ialah pemimpin yang dihasilkan lewat cara-cara baik. Hanya pemimpin semacam itulah yang bisa memimpin bangsa ini, bukan pemimpin yang memegang tampuk kekuasaan lewat cara-cara kotor.
Pemilihan Umum Presiden 2014 yang tinggal 15 hari bergulir menjadi ajang pertaruhan bagi Republik ini untuk lima tahun ke depan. Pertaruhan, apakah presiden terpilih nanti memang figur yang murni dipercaya rakyat atau sosok yang membajak kepercayaan itu dengan akal-akalan dan kecurangan.
Kita menyambut positif pilpres kali ini berlangsung sederhana karena hanya diikuti dua pasangan calon presiden dan calon wakil presiden. Namun, di sisi lain, kita perlu meningkatkan kewaspadaan lantaran pilpres bakal berlangsung ketat.
Dengan head to head, kedua kubu dijamin bakal habis-habisan untuk memenangi kontestasi. Potensi konflik pun lebih terbuka, apalagi jika nantinya pilpres dinodai praktik-praktik kecurangan.
Tentu saja kita berharap pilpres 9 Juli mendatang berlangsung jujur, adil, dan steril dari pelanggaran. Namun, kita perlu juga mengingatkan bahwa bukan mustahil kecurangan terjadi.
Kecurangan-kecurangan itu bahkan secara kasat mata sudah dipertontonkan lewat kampanye hitam, kampanye yang mengumbar fitnah dan kebohongan untuk menjatuhkan lawan. Kecurangan telah terkuak pula tatkala terungkap adanya keterlibatan bintara pembina desa dalam mengarahkan pilihan warga di Jakarta, beberapa waktu silam.
Namun, praktik-praktik tercela itu hanyalah bagian kecil dari potensi besar kecurangan. Kampanye hitam marak, sangat marak, tetapi ia sekadar pemanasan. Kecurangan dikhawatirkan semakin vulgar dan masif menjelang, pada hari pencoblosan, serta pada saat proses penghitungan suara.
Mobilisasi pemilih dan money politics ialah modus yang paling kerap dilakukan para perusak demokrasi di setiap hajatan pemilu. Terlebih lagi, banyak kepala daerah mulai gubernur hingga wali kota dan bupati masuk ke lingkaran tim sukses capres. Dengan kekuasaan yang melekat, mereka berpotensi menyalahgunakan pengaruh dan fasilitas negara untuk memenangkan calon yang dibela.
Pemilu legislatif 9 April silam merupakan contoh nyata betapa kecurangan dan pelanggaran merajalela. Tidak cuma permainan uang yang menggila, keberpihakan penyelenggara pemilu, terutama di tingkat daerah, benar-benar menjadi noda. Tidak berlebihan jika pemilu legislatif kali ini dicap sebagai pemilu terburuk sepanjang sejarah reformasi.
Kita jelas tidak ingin wajah pilpres seburuk pileg. Karena itu, kita mengingatkan seluruh pihak yang berkepentingan untuk menjaga pilpres agar tak menyeleweng dari rel yang benar.
Pilpres bukan sekadar bicara menang-kalah. Siapa pun yang kelak terpilih, toh presiden kita jua, presiden seluruh rakyat Indonesia, asalkan ia terseleksi melalui cara-cara jujur. Unggul satu suara pun, rakyat harus menerimanya.
Mereka yang terlibat dalam rivalitas mutlak bersaing dalam satu semangat kejujuran dan menafikan kecurangan. Menghalalkan segala cara merupakan cara-cara tak beradab, cara-cara usang yang harus dikubur dalam-dalam.
Pilpres merupakan sarana suci untuk mendapatkan pemimpin sejati. Bangsa ini tidak mungkin bisa bangkit jika presiden dan wakil presiden dipilih lewat cara-cara kotor. Bangsa ini akan menjadi bangsa hebat hanya jika presiden dan wakil presiden dihasilkan melalui pemilu bermutu.
Berita Lainnya
-
09/8/2025 05:00
BANTUAN sosial atau bansos pada dasarnya merupakan insiatif yang mulia.
-
08/8/2025 05:00
PEMERIKSAAN dua menteri dari era Presiden Joko Widodo oleh penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sebagai saksi dalam kasus dugaan korupsi menjadi sorotan publik.
-
07/8/2025 05:00
SAMA seperti perang terhadap korupsi, perang melawan narkoba di negeri ini sering dipecundangi dari dalam.
-
06/8/2025 05:00
EKONOMI Indonesia melambung di tengah pesimisme yang masih menyelimuti kondisi perekonomian global maupun domestik.
-
05/8/2025 05:00
BERAGAM cara dapat dipakai rakyat untuk mengekspresikan ketidakpuasan, mulai dari sekadar keluh kesah, pengaduan, hingga kritik sosial kepada penguasa.
-
04/8/2025 05:00
MANTAN Menteri Perdagangan Thomas Trikasih Lembong dan mantan Sekjen DPP PDIP Hasto Kristiyanto telah resmi bebas dari tahanan.
-
02/8/2025 05:00
Kebijakan itu berpotensi menciptakan preseden dalam pemberantasan korupsi.
-
01/8/2025 05:00
ENTAH karena terlalu banyak pekerjaan, atau justru lagi enggak ada kerjaan, Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) memblokir puluhan juta rekening milik masyarakat.
-
31/7/2025 05:00
KASUS suap proses pergantian antarwaktu (PAW) untuk kader PDI Perjuangan Harun Masiku ke kursi DPR RI masih jauh dari tutup buku alias belum tuntas.
-
30/7/2025 05:00
Intoleransi dalam bentuk apa pun sesungguhnya tidak bisa dibenarkan.
-
29/7/2025 05:00
KEPALA Desa ibarat etalase dalam urusan akuntabilitas dan pelayanan publik.
-
28/7/2025 05:00
KONFLIK lama Thailand-Kamboja yang kembali pecah sejak Kamis (24/7) tentu saja merupakan bahaya besar.
-
26/7/2025 05:00
NEGERI ini memang penuh ironi. Di saat musim hujan, banjir selalu melanda dan tidak pernah tertangani dengan tuntas. Selepas banjir, muncul kemarau.
-
25/7/2025 05:00
Berbagai unsur pemerintah pun sontak berusaha mengklarifikasi keterangan dari AS soal data itu.
-
24/7/2025 05:00
EKS marinir TNI-AL yang kini jadi tentara bayaran Rusia, Satria Arta Kumbara, kembali membuat sensasi.
-
23/7/2025 05:00
SEJAK dahulu, koperasi oleh Mohammad Hatta dicita-citakan menjadi soko guru perekonomian Indonesia.