Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
KAMPANYE Pemilu 2019 tinggal 13 hari lagi, tepatnya dimulai pada 23 September. Dua kubu yang berkontestasi dalam pemilihan presiden, yaitu pasangan Joko Widodo-KH Ma'ruf Amin dan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, makin intensif bersiap dan menyusun strategi untuk meraih kemenangan.
Strategi meraih kemenangan perlu dipersiapkan secara matang, terutama untuk meraih simpati dan dukungan pemilih milenial. Pemilu yang digelar pada 17 April 2019 akan menjadi ajang perebutan suara pemilih milenial. Jumlah mereka mayoritas sehingga menjadi penentu kemenangan kandidat pilpres dan partai politik peserta pemilu legislatif yang digelar secara bersamaan.
Kaum milenial adalah generasi yang mulai dewasa pada era milenium alias abad ke-21. Mereka lahir sekitar 1980-an. Dalam Pemilu 2019, milenial ialah pemilih yang berusia 17-38 tahun, jumlahnya sekitar 100 juta dari total daftar pemilih tetap versi Komisi Pemilihan Umum yang berjumlah lebih dari 187 juta.
Ciri utama kaum milenial ialah keakraban dan kefasihan mereka dengan teknologi berbasis digital dan internet. Mereka cenderung berpikiran terbuka dan sangat tertarik dengan gagasan baru. Mereka terbiasa hidup dengan perubahan yang cepat.
Dalam konteks perilaku pemilih, kaum milenial tergolong jenis pemilih rasional. Survei CSIS pada Agustus 2017 menyebutkan sebanyak 81,7% generasi milenial pengguna Facebook, 70,3% menggunakan Whatsapp, dan 54,7% memiliki Instagram.
Kubu Jokowi-Ma'ruf Amin tampaknya sangat memahami perilaku generasi milenial. Karena itulah, mereka memilih pengusaha muda yang sukses, Erick Thohir, sebagai ketua tim sukses nasional.
Penunjukan Erick Thohir sebagai ketua tim sukses dinilai tepat karena gagasan demokrasi yang ditawarkannya sangat akrab dengan kaum milenial yang mengedepankan kontestasi politik yang diisi pertarungan gagasan, ide, dan program. Erick Thohir menginginkan pesta demokrasi yang bersahabat pada Pemilu 2019.
"Saya rasa kuncinya bukan bertarung, justru di sini jika kita cinta Indonesia, kita harus bersahabat dan bermartabat. Kalau Pak Jokowi berpelukan dengan Pak Prabowo, saya juga berpelukan dengan Pak Sandi di lapangan basket," kata Erick Thohir seusai ditunjuk sebagai ketua tim pemenangan Jokowi-Ma'ruf Amin.
Erick Thohir, sebagaimana kaum milenial pada umumnya, tidak lagi menganggap kontestasi politik sebagai sebuah pertarungan. Kontestasi politik sebagai pertarungan akan menghalalkan segala cara untuk meraih kemenangan. Biasanya, cara yang ampuh ialah menggunakan pendekatan politik identitas yang pada akhirnya membelah masyarakat.
Keinginan Erick Thohir untuk mewujudkan pesta demokrasi yang bersahabat pada Pemilu 2019 hakikatnya sejalan dengan ajakan Jokowi kepada rakyat agar menjadikan pemilu benar-benar perayaan kegembiraan berdemokrasi. Demokrasi bukan perang, bukan pula permusuhan, melainkan sesungguhnya ajang adu gagasan.
Pemilu sebagai pesta demokrasi yang bersahabat tentu saja mengedepankan cara-cara bermartabat untuk meraih kemenangan. Cara-cara bermartabat itu pasti menjauhkan diri dari politik identitas, menebar kebencian, dan hoaks.
Gagasan, ide, dan program ditawarkan secara terbuka selama masa kapanye yang berakhir pada 13 April 2019. Pun, gagasan, ide, dan program itu disampaikan di media sosial dengan santun tanpa merendahkan pihak lain. Itulah hakikat pesta demokrasi yang bersahabat.
Lawan politik dalam pemilu yang bersahabat itu ialah teman adu berpikir dan gagasan. Jika Pemilu 2019 lebih rasional, kian menjauh dari politik emosional, niscaya akan menghasilkan pemerintahan yang berkualitas tinggi dan masyarakat tidak pernah terbelah. Pilpres itu cuma instrumen memilih pemimpin dan pada akhirnya pemimpin itu hanya bekerja untuk memakmurkan rakyat.
KOMISI Pemberantasan Korupsi (KPK), lembaga yang sejatinya bertugas mengusut dan memberantas korupsi
Pemerintahan Presiden Prabowo Subianto juga bukan tidak menyadari persoalan ini.
GOOGLE dan Youtube akhirnya tunduk dan manut terhadap aturan main di Indonesia.
JUTAAN siswa berjuang keras tiap tahun untuk mendapatkan kursi di perguruan tinggi negeri (PTN) terbaik demi meraih masa depan.
PENAIKAN harga bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi, yang kemudian disusul penaikan harga elpiji nonsubsidi, memang tak terhindarkan.
SETELAH penantian panjang, 22 tahun lamanya, akhirnya pekerja rumah tangga (PRT) diakui negara sebagai sebuah profesi.
PERNYATAAN Jaksa Agung ST Burhanuddin, yang meminta jajarannya tidak sembarangan menetapkan kepala desa sebagai tersangka, patut dicermati secara jernih
DUA hari lagi, tepatnya 22 April 2026, kelompok terbang (kloter) pertama jemaah haji Indonesia akan melangkahkan kaki dan bertolak meninggalkan asrama haji menuju Tanah Suci
KAMPUS seharusnya menjadi ruang aman, menjadi tempat bagi mahasiswa untuk belajar, berpikir kritis, dan membangun karakter.
Kebebasan pers merupakan sebuah wujud kemuliaan yang menjadi nadi dari negara demokrasi.
PRESIDEN Prabowo Subianto kembali melakukan kunjungan kenegaraan ke daratan Eropa.
PENANGKAPAN Bupati Tulungagung, Gatut Sunu Wibowo, membuka tabir yang teramat menyesakkan dada.
Diversifikasi sumber energi, penguatan cadangan strategis, serta percepatan transisi menuju energi baru dan terbarukan bukan lagi sekadar opsi, melainkan keniscayaan.
PROSPEK perdamaian di Timur Tengah mulai tampak, tetapi seperti fatamorgana. Damai itu terlihat dekat, tapi mudah menguap sebelum benar-benar terwujud.
Kejaksaan tidak dapat melepaskan tanggung jawab atas langkah yang diambil oleh JPU.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved