Bersatu Menjaga Rupiah

08/9/2018 05:00

RUPIAH sedang bergerak menjauhi ambang psikologis 15.000 per dolar Amerika Serikat. Perdagangan rupiah kemarin ditutup di 14.820 per dolar AS dari level penutupan sebelumnya 14.890.

Pergerakan rupiah menjauhi ambang psikologis itu antara lain sebagai dampak positif dari langkah konkret Bank Indonesia dan pemerintah dalam menurunkan defisit transaksi berjalan.

Langkah konkret tersebut seperti pembatasan impor melalui cara pengendalian impor, juga mendorong ekspor dan investasi. Pemerintah diharapkan konsisten menjalankan kebijakan terkait dengan stabilitas nilai tukar rupiah.

Penguatan rupiah kemarin layak diapresiasi karena pada saat bersamaan mata uang negara-negara di 'Benua Kuning' pada umumnya justru bertekuk lutut atas dolar AS. Momentum positif itu harus dirawat semua elemen masyarakat, bukan semata-mata tugas pemerintah.

Masyarakat tidak perlu panik, tidak perlu saling menyalahkan, atau bahkan mencari kambing hitam atas jatuhnya nilai mata uang rupiah terhadap dolar AS. Elok nian jika para elite negeri tidak menjadikan pelemahan rupiah atas dolar AS sebagai komoditas politik murahan.

Harus tegas dikatakan bahwa pelemahan rupiah atas dolar AS harus dijadikan faktor untuk bersatu mencintai negeri. Bukankah penguatan dolar AS itu berpotensi menimbulkan kesulitas bersama? Karena itulah, kita memberi apresiasi kepada siapa saja yang secara sukarela menjual dolar AS untuk membantu meredakan tekanan terhadap rupiah.

Tidaklah berlebihan bila ada yang mengatakan bahwa penguatan dolar AS terhadap rupiah harus menjadi momentum panggilan bela negara sekaligus untuk mempererat persatuan bangsa. Selain merasa satu sebagai bangsa, modal penting dalam menghadapi penguatan dolar AS tentu saja fundamen perekonomian Indonesia yang cukup kuat dan kondisi politik yang stabil.

Keributan yang tidak perlu di ruang publik melihat fluktuasi rupiah terhadap dolar karena perbedaan sikap politik jelas hanya akan membuang keringat yang tidak perlu. Indonesia sebagai bangsa lebih membutuhkan langkah konkret untuk menjaga nilai mata uangnya.

Misalkan, masyarakat harus bisa mengendalikan diri dengan mengurangi konsumsi barang-barang impor. Lebih bijak lagi jika masyarakat berpunya tidak ikut-ikutan memburu dolar.

Para pengusaha 'Merah Putih' juga diharapkan melakukan tindakan heroik. Mereka diharapkan untuk menukarkan devisa hasil ekspor atau dolar AS ke rupiah. Andai para pengusaha beramai-ramai menukarkan devisa milik mereka, tentu upaya itu mampu menambah pasokan dolar AS di pasar valuta asing.

Kebijakan yang tepat dari pemerintah, yang didukung penuh rakyat, tentu saja mampu membawa negeri ini keluar dari situasi yang tidak menguntungkan terkait dengan pelemahan rupiah atas dolar AS.

Pemerintah bersama Bank Indonesia diharapkan tetap bahu-membahu menjaga stabilitas nilai tukar rupiah. Pada saat pemerintah dan otoritas moneter bekerja keras untuk menjaga rupiah, para elite diharapkan tetap menjaga atmosfer politik yang kondusif. Mari kita bersatu menjaga rupiah.

 



Berita Lainnya