Gembirakan Pesta Demokrasi

06/8/2018 05:00

MASA pendaftaran capres dan cawapres dalam agenda Pemilihan Presiden dan Wakil Presiden (Pilpres) 2019 pada hari ini memasuki hari ketiga.

Meskipun belum ada capres dan cawapres yang mendaftarkan diri ke Komisi Pemilihan Umum (KPU), suasana pilpres sudah sangat terasa.

Dukung-mendukung kepada para kandidat capres yang bakal berkompetisi dalam Pilpres 2019 terus digelorakan. Acara deklarasi dukungan terhadap para kandidat pun silih berganti dilakukan.

Baik pendukung petahana Presiden Joko Widodo maupun pendukung Prabowo Subianto, yang diperkirakan akan maju kembali untuk melakukan rematch Pilpres 2014, terus menggelorakan aspirasi dukungan.

Dukungan kepada capres tentu saja menjadi bagian partisipasi politik dan kebebasan mengeluarkan pendapat yang dijamin konstitusi.

Namun, suasana saling dukung itu dalam level tertentu dapat menimbulkan kondisi panas. Semangat dan fanatisme antarpendukung dalam kompetisi politik semacam itu, diakui ataupun tidak, tidak jarang menimbulkan kerawanan.

Karena itu, pesan Presiden Joko Widodo di depan belasan ribu relawan yang berkumpul di Sentul International Convention Center, Bogor, Sabtu (4/8), sangat kita apresiasi.

Presiden dalam kesempatan itu meminta relawan agar tidak mengobarkan permusuhan di masyarakat.

"Pemilu itu pesta demokrasi, harus membawa kegembiraan bagi rakyat. Tunjukkan kalian relawan yang bersahabat dengan semua golongan. Jangan bangun permusuhan, ujaran kebencian, fitnah, suka mencela, dan menjelekkan orang. Namun, kalau diajak berantem, juga berani," kata Jokowi yang disambut tempik sorak para relawan.

Kita sepenuhnya sepakat dengan peryataan Presiden bahwa pemilu, khususnya pilpres, merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari pesta demokrasi. Kita juga sependapat bahwa sebagai pesta, sudah barang tentu pemilu harus dapat menghadirkan kegembiraan dan bukan kesedihan ataupun duka nestapa.

Karena itu, permintaan dan perintah Prsiden agar para relawan calon presiden untuk bersikap santun ialah imbauan yang sangat-sangat tepat.

Kita tentu gembira karena Jokowi sejak jauh hari, jauh sebelum pemungutan suara dilaksanakan, sudah mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan sebagai dampak dari pemilu.

Kita mafhum, Presiden menangkap dengan baik kemungkinan ataupun potensi dari pilpres yang dapat saja tidak menghadirkan kegembiraan. Bukannya kegembiraan, dalam kasus tertentu, pemilu dapat saja mendatangkan ketegangan dan bahkan permusuhan, bila ia tidak disikapi dengan kematangan, kedewasaan, dan kearifan dalam berdemokrasi.

Untuk itu, imbauan Presiden itu sudah sepatutnya dan seharusnya kita dukung dan implementasikan. Baik para pendukung Jokowi maupun pendukung Prabowo, atau pendukung siapa pun yang kiranya bakal ikut berlaga dalam pemilu serentak 2019, baik pemilihan anggota legislatif maupun pilpres, harus memperhatikan benar pesan Presiden tersebut.

Begitu pula para elite, baik elite pendukung Jokowi maupun elite pendukung Prabowo, ataupun pendukung kontestan lainnya yang kelak berlaga dalam pemilu. Sikap dan pernyataan provokatif, agresif, dan insinuatif tidak boleh ada bila ingin Pemilu 2019 berjalan dengan demokratis sekaligus mendatangkan kegembiraan.

Kita juga berharap bahwa pesan Presiden untuk membuat Pemilu 2019 sebagai pemilu yang mendatangkan kegembiraan benar-benar terwujud.

Seluruh komponen bangsa ini harus bekerja keras untuk mengimplementasikan kondisi yang jauh lebih mudah diucapkan daripada diwujudkan itu.



Berita Lainnya