Headline
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Kumpulan Berita DPR RI
DI saat publik merasa bosan terus-menerus dijejali berita penangkapan pejabat pemerintahan, politikus, dan kepala daerah karena terkait dengan kasus korupsi, para koruptor justru seperti tak punya rasa bosan berbuat lancung. Beruntung kita punya Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang juga tidak pernah bosan menangkapi mereka.
Pekan lalu, KPK membekuk kepala daerah, yakni Bupati Lampung Selatan Zainudin Hasan, melalui operasi tangkap tangan (OTT). Ia ditangkap bersama 11 orang lain yang diduga terlibat dalam kasus suap untuk proyek infrastruktur di Lampung Selatan. Zainudin merupakan kepala daerah ke-98 yang ditangani KPK, atau yang ke-20 dalam periode Januari-Juli 2018.
Penangkapan kepala daerah yang berulang itu sekali lagi mengonfirmasikan bahwa saat ini korupsi bagaikan wabah. Ia menular, menjalar, dengan daya belit yang tinggi. Belum padam di sini, sudah berpendar di sana. Belum terbunuh di sini, sudah merajalela di sana. Ibarat rumput liar, korupsi di Republik ini malah subur bertumbuh setelah dibakar.
Nalar publik seperti sedang dipermainkan. Akal sehat kita diombang-ambingkan. Praktik korupsi yang mestinya dibasmi malah banyak diikuti. Suap yang harusnya dihindari justru digandrungi. Jadi, memang betulkah ungkapan yang menyebut bahwa tidak ada seni yang lebih cepat dipelajari suatu pemerintahan daripada seni belajar menguras uang dari saku rakyatnya sendiri?
Kegilaan seperti ini mengingatkan kita pada pernyataan seorang pejabat tinggi negara, beberapa waktu lalu, yang jika dikaitkan dalam konteks pemberantasan korupsi, sangatlah absurd. Pejabat itu, yang kebetulan ialah kakak tersangka Zainudin Hasan, yakni Ketua MPR Zulkifli Hasan, sempat mengkhawatirkan bila KPK terus-menerus melakukan OTT, kepala daerah dan pejabat negara akan habis.
Sungguh sebuah kekhawatiran yang lucu dan aneh. Pernyataan itu menyiratkan bahwa seolah-olah ia menyarankan KPK agar memaklumi bila ada kepala daerah atau pejabat negara melakukan korupsi yang menurutnya tergolong 'kecil-kecilan'. Ia berdalih KPK ialah lembaga penegakan hukum extraordinary yang mestinya tak mengurusi kasus dugaan korupsi dengan barang bukti bernilai kecil.
Sejatinya, permakluman-permakluman seperti itulah yang berbahaya karena berpotensi membuat pemberantasan korupsi dilakukan tanpa kesungguhan. Hanya setengah hati, setengahnya lagi cuma basa-basi. Respons permisif dari elite seperti itulah yang kian besar menyumbangkan terkikisnya budaya malu yang pada ujungnya membuat masyarakat juga cenderung mudah melupakan pejabat negara yang melakukan korupsi.
Kita juga mestinya tak boleh menegasikan keberadaan pejabat-pejabat dan kepala daerah yang betul-betul bersih dari wabah korupsi. Mereka ada dan nyata di antara wajah buruk pemimpin daerah yang berjiwa korup. Meski kadang redup dari popularitas, banyak di antara mereka yang berhasil mencatatkan prestasi, bukan semata sensasi karena korupsi. Merekalah yang akan membuat Indonesia tak bakal kehabisan pejabat negara dan kepala daerah.
Dengan begitu, kita tak takut kehabisan pejabat dan pemimpin yang korup seperti Zainudin Hasan atau kepala-kepala daerah lain yang sebelumnya ditangkap KPK. Singkirkan saja para koruptor itu karena, yakinlah, negeri ini masih punya stok pemimpin dengan kapasitas yang mumpuni, integritas yang tinggi, dan paling anti dengan korupsi.
BANTUAN sosial atau bansos pada dasarnya merupakan insiatif yang mulia.
PEMERIKSAAN dua menteri dari era Presiden Joko Widodo oleh penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sebagai saksi dalam kasus dugaan korupsi menjadi sorotan publik.
SAMA seperti perang terhadap korupsi, perang melawan narkoba di negeri ini sering dipecundangi dari dalam.
EKONOMI Indonesia melambung di tengah pesimisme yang masih menyelimuti kondisi perekonomian global maupun domestik.
BERAGAM cara dapat dipakai rakyat untuk mengekspresikan ketidakpuasan, mulai dari sekadar keluh kesah, pengaduan, hingga kritik sosial kepada penguasa.
MANTAN Menteri Perdagangan Thomas Trikasih Lembong dan mantan Sekjen DPP PDIP Hasto Kristiyanto telah resmi bebas dari tahanan.
Kebijakan itu berpotensi menciptakan preseden dalam pemberantasan korupsi.
ENTAH karena terlalu banyak pekerjaan, atau justru lagi enggak ada kerjaan, Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) memblokir puluhan juta rekening milik masyarakat.
KASUS suap proses pergantian antarwaktu (PAW) untuk kader PDI Perjuangan Harun Masiku ke kursi DPR RI masih jauh dari tutup buku alias belum tuntas.
Intoleransi dalam bentuk apa pun sesungguhnya tidak bisa dibenarkan.
KEPALA Desa ibarat etalase dalam urusan akuntabilitas dan pelayanan publik.
KONFLIK lama Thailand-Kamboja yang kembali pecah sejak Kamis (24/7) tentu saja merupakan bahaya besar.
NEGERI ini memang penuh ironi. Di saat musim hujan, banjir selalu melanda dan tidak pernah tertangani dengan tuntas. Selepas banjir, muncul kemarau.
Berbagai unsur pemerintah pun sontak berusaha mengklarifikasi keterangan dari AS soal data itu.
EKS marinir TNI-AL yang kini jadi tentara bayaran Rusia, Satria Arta Kumbara, kembali membuat sensasi.
SEJAK dahulu, koperasi oleh Mohammad Hatta dicita-citakan menjadi soko guru perekonomian Indonesia.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved