KEBOCORAN anggaran negara sudah lama menjadi keprihatinan banyak kalangan. Setiap kali anggaran pendapatan dan belanja negara diketuk palu, setiap kali pula kebocoran di sana-sini membayangi. Namun, benarkah nilai kebocoran begitu luar biasa mencapai hingga Rp1.000 triliun? Jumlah itulah yang diungkapkan calon presiden Prabowo Subianto dalam debat calon presiden di Jakarta, Minggu (15/6).
Dalam adu debat melawan Jokowi Widodo itu, ia menjadikan kebocoran menjadi jualan utama. Prabowo kerap kali melontarkan bahwa menutup kebocoran anggaran merupakan prioritas jika dirinya dipercaya rakyat memimpin Republik ini lima tahun ke depan.
Dengan menutup kebocoran, Prabowo coba meyakinkan kepada publik bahwa segala sisi kehidupan bangsa dibangun lebih maksimal. Dengan menambal kebocoran, ia yakin rakyat bisa mendapatkan pendidikan dan kesehatan yang jauh lebih baik. Pun dengan menambal kebocoran, segala macam infrastruktur bisa diperbaiki atau dibangun. Kita sepaham, amat sepaham, bahwa lubang-lubang kebocoran pantang dibiarkan terus menganga.
Namun, kita perlu juga mengingatkan isu itu semestinya tak cuma dijadikan pemanis untuk menarik simpati pemilih. Apalagi jika sampai membesar-besarkan angka kebocoran tanpa basis data yang valid, faktual, dan bisa dipertanggungjawabkan. Banyak pihak menganggap, angka yang disampaikan Prabowo terlalu fantastis. Bahkan ada pula yang menilai, jika benar nilai kebocoran APBN mencapai Rp1.000 triliun, negara ini sudah bangkrut.
Bangkrut lantaran angka APBN 2014 hanya Rp1.840 triliun. Lain halnya jika disebutkan Rp1.000 triliun itu potensi hilangnya uang negara, bukan kebocoran APBN. Betul bahwa tidak semua dana APBN terserap untuk pembangunan demi sebesar-besarnya kesejahteraan rakyat. Masih banyak inefisiensi, masih banyak celah penyimpangan, masih banyak ruang patgulipat, sehingga sebagian menggelontor ke kantong-kantong pihak tertentu.
Namun, angkanya tidak sefantastis versi Prabowo. Begawan ekonomi yang juga ayah Prabowo, Soemitro Djojohadikoesoemo, misalnya, menyebut kebocoran anggaran sekitar 30% dari nilai APBN. Jika betul kebocoran APBN mencapai Rp1.000 triliun seperti yang diutarakan Prabowo, itu merupakan tamparan bagi pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Itu sesungguhnya juga menjadi kritik tajam bagi Hatta Rajasa, cawapres Prabowo.
Bukankah Hatta lebih dari empat tahun menjabat menteri perekonomian di Kabinet Indonesia Bersatu II pimpinan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono sebelum mundur untuk berkontes menuju kursi RI-2? Prabowo seperti tengah melempar bumerang.
Tak berlebihan jika SBY melalui Menteri Perekonomian Chairul Tanjung mempertanyakan asal muasal angka itu. Chairul Tanjung menilai Prabowo terlalu berlebihan, mengada-ada, alias lebai.
Apa pun, isu telah bergulir. Oleh karena itu, Prabowo dan tim suksesnya mesti menjelaskan kepada publik basis data hingga mencuat angka kebocoran Rp1.000 triliun. Penjelasan itu tentu harus benar, bukan apologi atau untuk membela diri. Kandidat presiden ialah orang-orang pilihan yang setiap ucapan dan tindakannya wajib didasarkan pada fakta, bukan reka-reka, apalagi mengada-ada yang tiada. Calon pejabat negara, apalagi calon pejabat tertinggi, tidak boleh mengada-ada karena itu sama saja melakukan pembohongan publik.
Berita Lainnya
-
09/8/2025 05:00
BANTUAN sosial atau bansos pada dasarnya merupakan insiatif yang mulia.
-
08/8/2025 05:00
PEMERIKSAAN dua menteri dari era Presiden Joko Widodo oleh penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sebagai saksi dalam kasus dugaan korupsi menjadi sorotan publik.
-
07/8/2025 05:00
SAMA seperti perang terhadap korupsi, perang melawan narkoba di negeri ini sering dipecundangi dari dalam.
-
06/8/2025 05:00
EKONOMI Indonesia melambung di tengah pesimisme yang masih menyelimuti kondisi perekonomian global maupun domestik.
-
05/8/2025 05:00
BERAGAM cara dapat dipakai rakyat untuk mengekspresikan ketidakpuasan, mulai dari sekadar keluh kesah, pengaduan, hingga kritik sosial kepada penguasa.
-
04/8/2025 05:00
MANTAN Menteri Perdagangan Thomas Trikasih Lembong dan mantan Sekjen DPP PDIP Hasto Kristiyanto telah resmi bebas dari tahanan.
-
02/8/2025 05:00
Kebijakan itu berpotensi menciptakan preseden dalam pemberantasan korupsi.
-
01/8/2025 05:00
ENTAH karena terlalu banyak pekerjaan, atau justru lagi enggak ada kerjaan, Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) memblokir puluhan juta rekening milik masyarakat.
-
31/7/2025 05:00
KASUS suap proses pergantian antarwaktu (PAW) untuk kader PDI Perjuangan Harun Masiku ke kursi DPR RI masih jauh dari tutup buku alias belum tuntas.
-
30/7/2025 05:00
Intoleransi dalam bentuk apa pun sesungguhnya tidak bisa dibenarkan.
-
29/7/2025 05:00
KEPALA Desa ibarat etalase dalam urusan akuntabilitas dan pelayanan publik.
-
28/7/2025 05:00
KONFLIK lama Thailand-Kamboja yang kembali pecah sejak Kamis (24/7) tentu saja merupakan bahaya besar.
-
26/7/2025 05:00
NEGERI ini memang penuh ironi. Di saat musim hujan, banjir selalu melanda dan tidak pernah tertangani dengan tuntas. Selepas banjir, muncul kemarau.
-
25/7/2025 05:00
Berbagai unsur pemerintah pun sontak berusaha mengklarifikasi keterangan dari AS soal data itu.
-
24/7/2025 05:00
EKS marinir TNI-AL yang kini jadi tentara bayaran Rusia, Satria Arta Kumbara, kembali membuat sensasi.
-
23/7/2025 05:00
SEJAK dahulu, koperasi oleh Mohammad Hatta dicita-citakan menjadi soko guru perekonomian Indonesia.