Headline
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Kumpulan Berita DPR RI
PRESIDEN dalam negara demokratis akan kuat bila mendapat sokongan parlemen. Presiden jauh lebih leluasa menjalankan berbagai program dan kebijakan bila disokong parlemen. Sebaliknya, program dan kebijakan presiden boleh jadi termentahkan bila parlemen tidak mendukungnya.
Koalisi partai-partai politik yang solid merupakan langkah permulaan bagi presiden untuk mendapat sokongan parlemen tersebut. Itulah sebabnya menjelang pendaftaran calon presiden dan wakil presiden dalam rangkaian Pemilu Presiden 2019, parpol-parpol semakin intensif menjajaki koalisi.
Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) akhir pekan lalu memutuskan bergabung dengan koalisi parpol pendukung calon presiden petahana Jokowi. Sejauh ini, Jokowi didukung PDIP, Golkar, PKB, PPP, NasDem, dan Hanura. Partai Demokrat diberitakan melempar sinyal merapat ke koalisi parpol pendukung Jokowi.
Bila akhirnya Partai Demokrat berlabuh ke Jokowi, peta koalisi parpol menyisakan Partai Gerindra, Partai Amanat Nasional (PAN), dan Partai Keadilan Sejahtera (PKS). Ketiga parpol itu hampir pasti membentuk koalisi sendiri dan mengusung presiden sendiri.
Hampir pasti pula hanya ada dua poros. Poros ketiga sepertinya mustahil terbentuk sekalipun Partai Demokrat urung bergabung dengan koalisi parpol pengusung Jokowi.
Bila tidak bergabung mengusung Jokowi, Partai Demokrat akan bergabung dengan koalisi Gerindra-PAN-PKS atau mengambil posisi sebagai penyeimbang serupa Pilpres 2014. Bisa dikatakan mustahil Partai Demokrat membentuk poros ketiga.
Itu artinya bakal ada dua pasangan presiden dan wakil presiden yang bertarung di Pilpres 2019. Ada yang mengatakan dua calon presiden akan menciptakan polarisasi tajam di masyarakat.
Akan tetapi, polarisasi sebetulnya terjadi lebih karena parpol-parpol pengusung melancarkan politik identitas serupa Pilpres 2014 atau Pilkada DKI 2017. Oleh karena itu, kita meminta parpol pengusung, capres dan cawapres, para partisisan, serta simpatisan untuk menanggalkan politik identitas.
Dua calon presiden lebih baik dari sisi efisiensi waktu dan biaya. Dua capres menutup kemungkinan pilpres putaran kedua yang memakan lebih banyak waktu dan biaya.
Bila lebih dari dua capres, sangat mungkin pilpres berlangsung dua putaran. Di putaran kedua, dua capres bertarung. Kekhawatiran terciptanya polarisasi merebak pada putaran kedua bisa saja terjadi, serupa Pilkada DKI 2017.
Itu artinya lebih dari dua capres tidak menutup peluang terjadi polarisasi, terutama di putaran kedua. Kalaupun terjadi polarisasi bila hanya ada dua capres, polarisasi itu berlangsung di awal dan sekali saja. Kita bisa 'menghemat' ongkos sosial politik bila pilpres diikuti dua capres.
Namun, yang lebih penting, dua poros koalisi akan menghasilkan presiden yang relatif lebih kuat bila dibandingkan dengan lebih dari dua poros. Bila koalisi lebih dari dua poros, dukungan parpol terhadap calon presiden atau presiden lebih terdistribusi dan tidak terpusat.
Dua poros koalisi akan menciptakan penguasa dan oposisi. Koalisi terpusat pada parpol penguasa dan oposisi. Ini bagus buat demokrasi karena akan berlangsung checks and balances.
Pekerjaan besar di masa mendatang yang harus dijalankan parpol-parpol ialah mengonsolidasikan demokrasi kita. Konsolidasi demokrasi tercapai bila diawali dengan konsolidasi parpol melalui koalisi yang relatif permanen, bukan koalisi cair berdasarkan kepentingan. Kita berharap koalisi parpol di Pilpres 2019 ialah koalisi yang relatif lebih permanen supaya konsolidasi demokrasi tercipta.
BANTUAN sosial atau bansos pada dasarnya merupakan insiatif yang mulia.
PEMERIKSAAN dua menteri dari era Presiden Joko Widodo oleh penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sebagai saksi dalam kasus dugaan korupsi menjadi sorotan publik.
SAMA seperti perang terhadap korupsi, perang melawan narkoba di negeri ini sering dipecundangi dari dalam.
EKONOMI Indonesia melambung di tengah pesimisme yang masih menyelimuti kondisi perekonomian global maupun domestik.
BERAGAM cara dapat dipakai rakyat untuk mengekspresikan ketidakpuasan, mulai dari sekadar keluh kesah, pengaduan, hingga kritik sosial kepada penguasa.
MANTAN Menteri Perdagangan Thomas Trikasih Lembong dan mantan Sekjen DPP PDIP Hasto Kristiyanto telah resmi bebas dari tahanan.
Kebijakan itu berpotensi menciptakan preseden dalam pemberantasan korupsi.
ENTAH karena terlalu banyak pekerjaan, atau justru lagi enggak ada kerjaan, Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) memblokir puluhan juta rekening milik masyarakat.
KASUS suap proses pergantian antarwaktu (PAW) untuk kader PDI Perjuangan Harun Masiku ke kursi DPR RI masih jauh dari tutup buku alias belum tuntas.
Intoleransi dalam bentuk apa pun sesungguhnya tidak bisa dibenarkan.
KEPALA Desa ibarat etalase dalam urusan akuntabilitas dan pelayanan publik.
KONFLIK lama Thailand-Kamboja yang kembali pecah sejak Kamis (24/7) tentu saja merupakan bahaya besar.
NEGERI ini memang penuh ironi. Di saat musim hujan, banjir selalu melanda dan tidak pernah tertangani dengan tuntas. Selepas banjir, muncul kemarau.
Berbagai unsur pemerintah pun sontak berusaha mengklarifikasi keterangan dari AS soal data itu.
EKS marinir TNI-AL yang kini jadi tentara bayaran Rusia, Satria Arta Kumbara, kembali membuat sensasi.
SEJAK dahulu, koperasi oleh Mohammad Hatta dicita-citakan menjadi soko guru perekonomian Indonesia.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved