Headline
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Kumpulan Berita DPR RI
PEMILIHAN kepala daerah (pilkada) serentak sudah dua pekan lebih berlalu, tetapi hiruk pikuk dan pro-kontra mengenai hasil penghitungan suara masih terus berlangsung.
Padahal, Komisi Pemilihan Umum (KPU) di seluruh daerah pemilihan praktis sudah menyelesaikan penghitungan suara. Pemenang di setiap daerah pemilihan pun sudah banyak dirilis, baik yang berbasis metode hitung cepat (quick count) maupun hitung manual (real count).
Hiruk pikuk dan pro-kontra mengenai hasil pilkada belum usai karena sejumlah pihak masih berkeras menolak hasilnya. Padahal, KPUD secara baik tersirat maupun tersurat sudah menyampaikan pesan yang tegas mengenai hasil pemungutan suara.
Pihak-pihak tertentu tidak dapat menerima kekalahan kandidat yang mereka usung. Dengan berbagai argumen, pihak-pihak tersebut menolak hasil penghitungan yang berlangsung dan berkeras lebih memercayai hasil perhitungan menurut versi mereka.
Sikap dan pernyataan Ketua Umum DPP Partai Gerindra Prabowo Subianto dapat kita sebut sebagai salah satunya. Prabowo, hingga akhir pekan lalu, masih saja mempersoalkan hasil pilkada di sejumlah daerah, misalnya, di Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Jawa Timur.
Di Jawa Barat, meskipun KPUD Jawa Barat sudah menyatakan pasangan Ridwan Kamil-Uu Ruzhanul Ulum (Rindu) sebagai pemenang, Prabowo berkeras pasangan Sudrajat-Ahmad Syaikhu (Asyik)-lah yang memenangi pilgub. Dasarnya ialah hasil real count menurut versi tim Asyik.
Padahal, sebelumnya DPP Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Jawa Barat, salah satu pendukung utama pasangan Asyik, sudah mengakui secara resmi pemenang pilkada Jabar ialah Rindu.
Sikap yang kurang lebih sama juga dikemukakan cagub Saifullah Yusuf alias Gus Ipul d Jatim. Gus Ipul, hingga kemarin, pun belum mengakui secara resmi kemenangan pasangan Khofifah Indar Parawansa-Emil Dardak. Secara diplomatis ia menyatakan masih menunggu pengumuman resmi KPU Jatim.
Bukan hanya itu, Gus Ipul dalam suatu kesempatan menyatakan pihaknya menduga ada kecurangan dalam pilkada Jatim. Dia menyebut sejumlah instansi pemerintah terlibat dalam proses pemenangan pasangan Khofifah Indar Parawansa-Emil Dardak.
Artinya, dengan basis argumen dan datanya, Gus Ipul belum dapat menerima fakta dia kalah dalam pilkada Jatim.
Kita tentu menyayangkan sikap tidak legawa semacam itu. Apa pun latar belakang dan alasannya, sikap Prabowo dan Gus Ipul jelas bukan teladan bagi demokrasi.
Keinginan dan ambisi untuk memenangi kontes demokrasi memang menjadi hak setiap warga negara yang memenuhi syarat untuk dipilih. Namun, demokrasi juga mewajibkan seluruh kontestan menerima hasil resmi yang diumumkan penyelenggara pemilu.
Benar bahwa kontestan yang tidak puas berhak mengajukan sengketa pemilu. Akan tetapi, semua itu mesti didasarkan pada sikap sportif dan arif. Artinya, semua harus siap menang sekaligus siap kalah, bukan hanya bermodal semangat untuk menang sendiri dan benar sendiri dengan data dari versi sendiri pula.
Di dalam demokrasi ada semangat dan keberanian untuk mengakui kekalahan, bukan mencari kambing hitam dan menyalahkan jika keinginan dalam kontestasi tidak terpenuhi. Kalau sikap semacam itu terus dikelola, kondisi demokrasi kita tidak akan pernah mencapai kematangan.
Ironisnya, hal itu justru dipertontonkan para pemimpin yang semestinya memberikan teladan. Para elite politik, belajarlah pada sepak bola. Sekasar atau securang apa pun pemain atau tim, mereka pada akhirnya patuh pada keputusan wasit dan menerima skor akhir.
BANTUAN sosial atau bansos pada dasarnya merupakan insiatif yang mulia.
PEMERIKSAAN dua menteri dari era Presiden Joko Widodo oleh penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sebagai saksi dalam kasus dugaan korupsi menjadi sorotan publik.
SAMA seperti perang terhadap korupsi, perang melawan narkoba di negeri ini sering dipecundangi dari dalam.
EKONOMI Indonesia melambung di tengah pesimisme yang masih menyelimuti kondisi perekonomian global maupun domestik.
BERAGAM cara dapat dipakai rakyat untuk mengekspresikan ketidakpuasan, mulai dari sekadar keluh kesah, pengaduan, hingga kritik sosial kepada penguasa.
MANTAN Menteri Perdagangan Thomas Trikasih Lembong dan mantan Sekjen DPP PDIP Hasto Kristiyanto telah resmi bebas dari tahanan.
Kebijakan itu berpotensi menciptakan preseden dalam pemberantasan korupsi.
ENTAH karena terlalu banyak pekerjaan, atau justru lagi enggak ada kerjaan, Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) memblokir puluhan juta rekening milik masyarakat.
KASUS suap proses pergantian antarwaktu (PAW) untuk kader PDI Perjuangan Harun Masiku ke kursi DPR RI masih jauh dari tutup buku alias belum tuntas.
Intoleransi dalam bentuk apa pun sesungguhnya tidak bisa dibenarkan.
KEPALA Desa ibarat etalase dalam urusan akuntabilitas dan pelayanan publik.
KONFLIK lama Thailand-Kamboja yang kembali pecah sejak Kamis (24/7) tentu saja merupakan bahaya besar.
NEGERI ini memang penuh ironi. Di saat musim hujan, banjir selalu melanda dan tidak pernah tertangani dengan tuntas. Selepas banjir, muncul kemarau.
Berbagai unsur pemerintah pun sontak berusaha mengklarifikasi keterangan dari AS soal data itu.
EKS marinir TNI-AL yang kini jadi tentara bayaran Rusia, Satria Arta Kumbara, kembali membuat sensasi.
SEJAK dahulu, koperasi oleh Mohammad Hatta dicita-citakan menjadi soko guru perekonomian Indonesia.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved