Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
PERTEMUAN bersejarah antara Presiden Amerika Serikat Donald Trump dan pemimpin Korea Utara Kim Jon-un berlangsung hari ini di Singapura.
Sejak rencana mengemuka pada Maret, optimisme keberhasilan pertemuan tersebut sama banyaknya dengan perkiraan kegagalan. Pertemuan itu memang pertandingan yang paling sulit diprediksikan karena langkanya, bahkan memang baru kali pertama terjadi.
Namun, sebagaimana pertemuan-pertamuan tingkat dunia lainnya, banyaknya sinyal baik di awal pertemuan tetap bukan jaminan untuk berjalannya kesepakatan. Begitu pula sebaliknya.
Karena itu, istilah walk the talk ialah tantangan tersendiri, bahkan dari pertemuan yang dianggap sukses sekalipun. Bahkan ada yang mengatakan diplomasi dan negosiasi sesungguhnya tidak selesai di meja pertemuan. Butuh negosiasi lainnya untuk memastikan para pihak menjalankan kesepakatan.
Dengan berkaca dari segala anomali yang melatari pertemuan Trump-Kim, sebenarnya bukan hasil pertemuan yang patut kita cermati. Baik keberhasilan maupun kegagalan pertemuan itu tidak penting disambut ataupun dikutuki.
Yang patut diperhatikan justru perubahan solid yang sudah terbaca dari awal rencana pertemuan. Perubahan itu datang tidak lain dari inisiator pertemuan, Kim.
Apabila dilongok jauh lagi ke belakang, pertemuan itu sesungguhnya bagian dari langkah Kim mereformasi negaranya. Sejak awal naik tampuk menjadi pemimpin tertinggi Korut, ia sudah mengumumkan kebijakan ganda pemerintahannya. Ia memberikan porsi yang sama dalam mengembangkan ekonomi dan senjata nuklir.
Pria yang lahir pada 1984 itu pun membuktikan konsistensi dalam menjalankan visinya, setidaknya visi memajukan perekonomian. Ia membuat strategi lima tahun pengembangan ekonomi nasional.
Kim sadar benar bahwa hanya lewat ekonomilah kelangsungan rezimnya bisa diselamatkan. Ia memahami bahwa tantangan dalam negerinya kini tidak cukup ditangani dengan cara-cara diktator yang dilakukan ayah dan kakeknya.
Ketika di tahun ketiga ini perekonomian masih berjalan lambat, ditambah lagi ancaman kekeringan, ia pun berani melakukan langkah-langkah paling ekstrem sekalipun. Langkah itulah yang dilihat dunia sebagai era keterbukaan dari negara paling tertutup itu.
Terlebih setelah pertemuan dengan Presiden Korea Selatan tidak berdampak signifikan. Kesepakatan ekonomi apa pun dengan Korsel tetap terasa tawar karena adanya sanksi keamanan baru PBB yang tetap membuat Korut terbelenggu dari dunia. Tidak ada pilihan bagi Kim si pendamba kemajuan ekonomi, kecuali untuk menjalin persahabatan dengan AS.
Hanya dengan dukungan AS, ia berharap sanksi PBB itu dapat dilunakkan. Di sisi lain, semodern apa pun pemikiran Kim jika dibandingkan dengan dua pendahulunya, tetap saja program nuklir ialah hal sakral baginya sebagai seorang pemimpin negara dan partai.
Tengok saja bagaimana hingga saat ini dunia tetap tidak dapat memahami maksud sebenarnya dari kata denuklirisasi bagi Kim. Sementara kita memahami sebagai perlucutan senjata, Korut berulang kali memberi sinyal yang mengartikan hanya sebagai pengurangan kekuatan senjata.
Dalam kondisi ini, sudah semestinya negara-negara lain di dunia, termasuk Indonesia, terus menegaskan sikap akan pentingnya keamanan dunia.
Dengan sejarah hubungan diplomatik yang panjang bersama Korut, Indonesia pantas mengapresiasi sinyal perubahan dari Kim.
Di sisi lain, sebagai negara pendukung perdamaian dunia, terlebih sekarang sebagai anggota tidak tetap Dewan Keamanan PBB, Indonesia semestinya juga bisa menunjukkan sikap bahwa stabilitas regional bukanlah hal yang dapat ditawar.
Korut harus terlebih dulu menunjukkan kesungguhan dalam ikut mendukung perdamaian dunia sebelum mereka dapat menikmati ramahnya keterbukaan ekonomi.
KOMISI Pemberantasan Korupsi (KPK), lembaga yang sejatinya bertugas mengusut dan memberantas korupsi
Pemerintahan Presiden Prabowo Subianto juga bukan tidak menyadari persoalan ini.
GOOGLE dan Youtube akhirnya tunduk dan manut terhadap aturan main di Indonesia.
JUTAAN siswa berjuang keras tiap tahun untuk mendapatkan kursi di perguruan tinggi negeri (PTN) terbaik demi meraih masa depan.
PENAIKAN harga bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi, yang kemudian disusul penaikan harga elpiji nonsubsidi, memang tak terhindarkan.
SETELAH penantian panjang, 22 tahun lamanya, akhirnya pekerja rumah tangga (PRT) diakui negara sebagai sebuah profesi.
PERNYATAAN Jaksa Agung ST Burhanuddin, yang meminta jajarannya tidak sembarangan menetapkan kepala desa sebagai tersangka, patut dicermati secara jernih
DUA hari lagi, tepatnya 22 April 2026, kelompok terbang (kloter) pertama jemaah haji Indonesia akan melangkahkan kaki dan bertolak meninggalkan asrama haji menuju Tanah Suci
KAMPUS seharusnya menjadi ruang aman, menjadi tempat bagi mahasiswa untuk belajar, berpikir kritis, dan membangun karakter.
Kebebasan pers merupakan sebuah wujud kemuliaan yang menjadi nadi dari negara demokrasi.
PRESIDEN Prabowo Subianto kembali melakukan kunjungan kenegaraan ke daratan Eropa.
PENANGKAPAN Bupati Tulungagung, Gatut Sunu Wibowo, membuka tabir yang teramat menyesakkan dada.
Diversifikasi sumber energi, penguatan cadangan strategis, serta percepatan transisi menuju energi baru dan terbarukan bukan lagi sekadar opsi, melainkan keniscayaan.
PROSPEK perdamaian di Timur Tengah mulai tampak, tetapi seperti fatamorgana. Damai itu terlihat dekat, tapi mudah menguap sebelum benar-benar terwujud.
Kejaksaan tidak dapat melepaskan tanggung jawab atas langkah yang diambil oleh JPU.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved