Headline
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Kumpulan Berita DPR RI
SALAH satu peran kampus perguruan tinggi dalam masyarakat ialah menjadi center of excellence.
Dengan status itu, kampus berkewajiban untuk mengembangkan berbagai kualitas dan keunggulan.
Keunggulan itu mencakup bidang ilmu pengetahuan dan akademik ataupun keunggulan di bidang non-akademik, termasuk di dalamnya pembangunan karakter, integritas, budi pekerti, moralitas, dan nilai-nilai luhur.
Sungguh sangat mengejutkan jika di dalam kampus berkembang nilai-nilai yang berkebalikan dengan peran kampus sebagai center of excellence.
Penangkapan tiga terduga teroris di Kampus Universitas Riau (Unri) kita khawatirkan mengganggu citra baik kampus sebagai center of excellence tersebut.
Densus 88 Antiteror bersama Polda Riau menggerebek kampus Unri pada Sabtu (2/6) siang.
Penggerebekan yang melibatkan personel Brimob bersenjata lengkap dan Gegana serta tim Inafis itu menangkap tiga terduga teroris.
Dari tangan ketiganya, polisi menyita empat bom rakitan dan menyita sejumlah serbuk bahan pembuat bom dari gedung yang sejatinya merupakan sekretariat bersama kelembagaan mahasiswa tersebut.
Penangkapan terduga teroris itu menjadi bukti betapa isu bahwa kampus telah tersusupi radikalisme bukan semata isapan jempol.
Kita sebagai anak bangsa tentu prihatin dengan berkembangnya gejala yang mencemaskan tersebut.
Benar bahwa sebelum insiden ini, beberapa waktu lalu, sempat beredar informasi bahwa tujuh kampus negeri di Jawa terpapar radikalisme.
Ketujuh kampus yang disebut itu ialah Universitas Indonesia, Institut Teknologi Bandung, Institut Pertanian Bogor, Universitas Diponegoro, Institut Teknologi Surabaya, Universitas Airlangga, dan Universitas Brawijaya.
Bahkan, menurut Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT), radikalisme telah menyusup ke semua universitas negeri di seantero Pulau Jawa, juga sejumlah universitas di luar Jawa. Sejumlah penelitan juga mengungkap hal serupa.
Akan tetapi, kita tidak menduga betapa gerakan radikalisme yang menyusup di kampus-kampus ternyata telah berjalan demikian jauh, telah berbentuk terorisme.
Tertangkapnya tiga terduga teroris di Unri menjadi indikasi betapa virus radikalisme telah menjadikan kampus sebagai salah satu pusat gerakan terorisme.
Gejala ini tentu sangat mencemaskan. Bagaimana mungkin kampus sebagai center of excellence, yang semestinya mengembangkan nilai-nilai unggul dan luhur, ternyata sudah disusupi gerakan ektremisme yang menghalalkan penggunaan kekerasan?
Salah satu penyebabnya ialah kalangan perguruan tinggi sudah kehilangan daya kritis.
Berkembangnya media sosial membuat nalar kritis mereka tumpul.
Mereka menyerap secara instan segala informasi dari medsos.
Di medsos yang berlaku ialah konfirmasi dan legitimasi, bukan konversasi dan diskusi.
Kita tentu mengapresiasi kinerja aparat keamanan yang berhasil mengungkap jaringan terorisme yang sudah masuk ke kampus-kampus.
Dengan kesigapan aparat, aksi terduga teroris untuk melakukan pengeboman yang memakan korban jiwa dapat dicegah.
Kita patut meningkatkan kewaspadaan terkait dengan insiden tersebut.
Insiden di Universitas Riau hendaknya menjadi pelajaran bagi para pengelola perguruan tinggi di mana pun untuk lebih waspada terhadap bahaya terorisme.
Harus ada extra effort untuk membentengi kampus dari nilai-nilai yang merusak peradaban kehidupan akademik.
Pengelola kampus harus bekerja sama dengan instansi terkait seperti BNPT ataupun Polri untuk mengikis habis benih-benih radikalisme.
Semangat kampus untuk menjadi center of excellence harus ditegakkan kembali. Kampus tidak boleh menjadi center of terrorism.
BANTUAN sosial atau bansos pada dasarnya merupakan insiatif yang mulia.
PEMERIKSAAN dua menteri dari era Presiden Joko Widodo oleh penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sebagai saksi dalam kasus dugaan korupsi menjadi sorotan publik.
SAMA seperti perang terhadap korupsi, perang melawan narkoba di negeri ini sering dipecundangi dari dalam.
EKONOMI Indonesia melambung di tengah pesimisme yang masih menyelimuti kondisi perekonomian global maupun domestik.
BERAGAM cara dapat dipakai rakyat untuk mengekspresikan ketidakpuasan, mulai dari sekadar keluh kesah, pengaduan, hingga kritik sosial kepada penguasa.
MANTAN Menteri Perdagangan Thomas Trikasih Lembong dan mantan Sekjen DPP PDIP Hasto Kristiyanto telah resmi bebas dari tahanan.
Kebijakan itu berpotensi menciptakan preseden dalam pemberantasan korupsi.
ENTAH karena terlalu banyak pekerjaan, atau justru lagi enggak ada kerjaan, Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) memblokir puluhan juta rekening milik masyarakat.
KASUS suap proses pergantian antarwaktu (PAW) untuk kader PDI Perjuangan Harun Masiku ke kursi DPR RI masih jauh dari tutup buku alias belum tuntas.
Intoleransi dalam bentuk apa pun sesungguhnya tidak bisa dibenarkan.
KEPALA Desa ibarat etalase dalam urusan akuntabilitas dan pelayanan publik.
KONFLIK lama Thailand-Kamboja yang kembali pecah sejak Kamis (24/7) tentu saja merupakan bahaya besar.
NEGERI ini memang penuh ironi. Di saat musim hujan, banjir selalu melanda dan tidak pernah tertangani dengan tuntas. Selepas banjir, muncul kemarau.
Berbagai unsur pemerintah pun sontak berusaha mengklarifikasi keterangan dari AS soal data itu.
EKS marinir TNI-AL yang kini jadi tentara bayaran Rusia, Satria Arta Kumbara, kembali membuat sensasi.
SEJAK dahulu, koperasi oleh Mohammad Hatta dicita-citakan menjadi soko guru perekonomian Indonesia.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved