Headline
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Kumpulan Berita DPR RI
CANDAAN tentang adanya bom di pesawat kian gampang dilontarkan. Padahal lelucon yang tak lucu itu selalu berimbas pada kerugian penumpang ataupun maskapai penerbangan sehingga semestinya tak dilakukan.
Bercanda atau bergurau memang dibutuhkan demi merelaksasi diri agar hati lapang sehingga hidup tidak selalu tegang. Namun, bukan berarti bercanda boleh kebablasan. Meski dimaksudkan untuk mencairkan suasana atau membuat orang tertawa, ia tak bisa dikemukakan seenaknya tanpa melihat waktu dan tempat yang tepat.
Ada rambu-rambu yang membatasi agar bercanda tak malah berbalik menjadi petaka. Rambu-rambu itulah yang belakangan dengan mudah dilanggar sebagian orang. Mereka tipis bibir untuk membuat guyonan dengan mengaku membawa atau mengatakan ada bom di pesawat yang ditumpangi.
Tidak cuma satu atau dua, tapi cukup banyak orang, yang bercanda seperti itu. Ia telah menjadi fenomena yang seolah-olah merupakan perbuatan biasa. Untuk bulan ini saja, setidaknya ada sembilan kali kejadian penumpang melucu dengan menyebut ada bom di pesawat. Tak cuma di dalam negeri, bercanda dengan mengatakan ada bom di pesawat juga cukup sering terjadi di mancanegara. Ironisnya, tak hanya rakyat biasa, ada pula kalangan terhormat yang dengan entengnya membuat lelucon yang menakutkan itu.
Sebut saja dua anggota DPRD Banyuwangi yang bercanda membawa bom saat akan terbang ke Jakarta dengan pesawat Garuda Indonesia pada Rabu (23/5) lalu.
Entah siapa pun pelakunya, candaan tentang bom palsu atau bomb joke di pesawat punya dampak yang sama. Ia sama-sama memicu ketakutan, kepanikan, dan kekacauan. Ia sama-sama pula menyebabkan kerugian materiel maupun imateriel, baik bagi penumpang maupun maskapai penerbangan.
Kepanikan luar biasa terpampang gamblang lewat rekaman video yang viral akibat seorang penumpang Lion Air JT687 [2] rute Pontianak-Jakarta, Frantinus Sigiri, mengaku membawa bom. Guyonan itu membuat penumpang kalut lalu membuka pintu darurat dan keluar ke sayap pesawat.
Saking paniknya, beberapa penumpang nekat melompat turun. Frantinus yang telah ditetapkan sebagai tersangka dan juga para pelaku lain tentu hanya berpura-pura. Mereka tidak benar-benar membawa atau mengetahui ada bom di pesawat terbang. Namun, mereka minim nalar bahwa candaan yang dilontarkan dapat berakibat fatal.
Lelucon soal adanya bom di pesawat sekilas memang sepele. Akan tetapi, ia sebenarnya persoalan serius, sangat serius. Ia telah menjadi teror tersendiri terhadap kenyamanan dan ketenangan publik, khususnya para pengguna layanan penerbangan.
Lelucon itu semakin tidak lucu lantaran bangsa ini masih dalam suasana ekstra waspada pascaaksi teror bom betulan yang dilakukan teroris benaran. Kenapa orang masih saja gampang melucu soal bom? Bisa jadi, karena minimnya sosialisasi, mereka tak paham bahwa perbuatan seperti itu merupakan pelanggaran hukum.
Padahal, UU No 1 Tahun 2009 tentang Penerbangan menggariskan bahwa setiap orang yang menyampaikan informasi palsu yang membahayakan keselamatan penerbangan bisa dipidana hingga 15 tahun penjara. Yang tak kalah penting, negara harus tegas menerapkan hukum.
Harus kita katakan, selama ini aparat lembek dan cenderung kompromistis dalam menangani perkara bom palsu di pesawat. Begitu banyak perkara yang ditangani, tapi nyaris tak ada pelaku yang diadili. Kasus gurauan bom palsu kerap dihentikan sebelum sampai ke kejaksaan atau pengadilan ketika pelaku telah meminta maaf.
Kita menunggu realisasi janji Polri untuk tidak menoleransi siapa pun yang bergurau soal bom di pesawat. Negara memang harus memastikan bahwa bercanda seperti itu bakal berujung pidana sehingga publik akan berpikir sejuta kali sebelum melakukannya.
BANTUAN sosial atau bansos pada dasarnya merupakan insiatif yang mulia.
PEMERIKSAAN dua menteri dari era Presiden Joko Widodo oleh penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sebagai saksi dalam kasus dugaan korupsi menjadi sorotan publik.
SAMA seperti perang terhadap korupsi, perang melawan narkoba di negeri ini sering dipecundangi dari dalam.
EKONOMI Indonesia melambung di tengah pesimisme yang masih menyelimuti kondisi perekonomian global maupun domestik.
BERAGAM cara dapat dipakai rakyat untuk mengekspresikan ketidakpuasan, mulai dari sekadar keluh kesah, pengaduan, hingga kritik sosial kepada penguasa.
MANTAN Menteri Perdagangan Thomas Trikasih Lembong dan mantan Sekjen DPP PDIP Hasto Kristiyanto telah resmi bebas dari tahanan.
Kebijakan itu berpotensi menciptakan preseden dalam pemberantasan korupsi.
ENTAH karena terlalu banyak pekerjaan, atau justru lagi enggak ada kerjaan, Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) memblokir puluhan juta rekening milik masyarakat.
KASUS suap proses pergantian antarwaktu (PAW) untuk kader PDI Perjuangan Harun Masiku ke kursi DPR RI masih jauh dari tutup buku alias belum tuntas.
Intoleransi dalam bentuk apa pun sesungguhnya tidak bisa dibenarkan.
KEPALA Desa ibarat etalase dalam urusan akuntabilitas dan pelayanan publik.
KONFLIK lama Thailand-Kamboja yang kembali pecah sejak Kamis (24/7) tentu saja merupakan bahaya besar.
NEGERI ini memang penuh ironi. Di saat musim hujan, banjir selalu melanda dan tidak pernah tertangani dengan tuntas. Selepas banjir, muncul kemarau.
Berbagai unsur pemerintah pun sontak berusaha mengklarifikasi keterangan dari AS soal data itu.
EKS marinir TNI-AL yang kini jadi tentara bayaran Rusia, Satria Arta Kumbara, kembali membuat sensasi.
SEJAK dahulu, koperasi oleh Mohammad Hatta dicita-citakan menjadi soko guru perekonomian Indonesia.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved