Headline
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Kumpulan Berita DPR RI
KEMAJUAN teknologi tidak dapat dihindari, utamanya teknologi informasi. Dengan kecanggihan teknologi, dunia serasa berada dalam genggaman. Hadirnya media sosial menjadi penanda era informasi digital, termasuk di Indonesia dengan 130 juta pengguna hingga Januari 2018.
Namun, kecanggihan teknologi bukan semata-mata berkah bagi peradaban. Ia juga bisa menjadi tantangan yang serius. Tidak cuma soal bagaimana caranya agar tidak tertinggal, upaya agar kecanggihan teknologi tak malah menghadirkan kekacauan pun kian berat untuk ditunaikan.
Dalam hal radikalisme, penelitian Pusat Kajian Terorisme dan Konflik Sosial Universitas Indonesia (UI) menemukan media sosial mempercepat radikalisasi karena seseorang dapat terpapar pesan radikal dalam frekuensi tinggi.
Sebanyak 85% narapidana terorisme mengaku melakukan aksi teror hanya dalam rentang kurang dari satu tahun setelah terpapar radikalisme melalui media sosial. Sebuah akselerasi yang signifikan jika dibandingkan dengan sebelum populernya media sosial. Pasalnya, terpidana terorisme 2002-2012 rata-rata mulai radikal dalam kurun lima sampai 10 tahun sejak pertama terpapar hingga melakukan aksi terorisme.
Itu artinya keberadaan media sosial jelas memudahkan kelompok teroris dan radikal melakukan propaganda dalam menunjukkan eksistensi, bahkan melakukan rekrutmen anggota baru. Terlalu banyak bukti yang menyebutkan para teroris belajar membuat bom dari media sosial.
Karena keberadaannya jelas meningkatkan interaksi, media sosial bisa membuat simpatisan menjadi mudah mengakses informasi. Komunikasi di antara sel-sel pelaku teror lebih memungkinkan lewat kanal-kanal privat medsos. Penyebaran kontennya pun lebih masif dengan jangkauan lebih besar.
Tidak hanya itu, yang lebih berbahaya yakni dengan masifnya arus informasi akan membuat publik makin permisif dengan konten-konten radikal. Coba lihat medsos di seputar serangan terorisme yang menyasar Mako Brimob Depok, Surabaya, dan Pekanbaru, belakangan ini.
Akun-akun yang tanpa tedeng aling-aling bersimpati pada aksi terorisme bermunculan, yang mungkin saja merupakan kreasi jaringan teroris itu sendiri untuk menggiring opini publik.
Sudah semestinya pemerintah melalui Kementerian Komunikasi dan Informatika menggandeng platform media sosial untuk mengambil langkah. Sebanyak 280 akun Telegram, 300 akun Facebook, 250 lebih akun Youtube, dan sekitar 70 akun Twitter telah ditindak.
Negara juga harus tegas kepada para pengelola media sosial untuk tidak memberikan ruang bagi kelompok teror dan radikal memanfaatkan teknologi dan media sosial sebagai saluran informasi radikalisme. Tutup saja jika tidak patuh. Tidak ada toleransi dan kompromi untuk terorisme di negeri ini meskipun dalih kebebasan berpendapat dan privasi informasi selalu digaungkan.
Yang juga tidak kalah genting ialah pembenahan regulasi. Harus ada instrumen yang jelas dalam menangani paham-paham radikal, juga bagaimana membenahi sistem kontrol sosial dengan literasi medsos dan membangun sistem pelaporan yang menggugah partisipasi aktif publik.
Hanya dengan penegakan hukum dan partisipasi masyarakat, kita bisa mengerem laju radikalisasi melalui media sosial.
BANTUAN sosial atau bansos pada dasarnya merupakan insiatif yang mulia.
PEMERIKSAAN dua menteri dari era Presiden Joko Widodo oleh penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sebagai saksi dalam kasus dugaan korupsi menjadi sorotan publik.
SAMA seperti perang terhadap korupsi, perang melawan narkoba di negeri ini sering dipecundangi dari dalam.
EKONOMI Indonesia melambung di tengah pesimisme yang masih menyelimuti kondisi perekonomian global maupun domestik.
BERAGAM cara dapat dipakai rakyat untuk mengekspresikan ketidakpuasan, mulai dari sekadar keluh kesah, pengaduan, hingga kritik sosial kepada penguasa.
MANTAN Menteri Perdagangan Thomas Trikasih Lembong dan mantan Sekjen DPP PDIP Hasto Kristiyanto telah resmi bebas dari tahanan.
Kebijakan itu berpotensi menciptakan preseden dalam pemberantasan korupsi.
ENTAH karena terlalu banyak pekerjaan, atau justru lagi enggak ada kerjaan, Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) memblokir puluhan juta rekening milik masyarakat.
KASUS suap proses pergantian antarwaktu (PAW) untuk kader PDI Perjuangan Harun Masiku ke kursi DPR RI masih jauh dari tutup buku alias belum tuntas.
Intoleransi dalam bentuk apa pun sesungguhnya tidak bisa dibenarkan.
KEPALA Desa ibarat etalase dalam urusan akuntabilitas dan pelayanan publik.
KONFLIK lama Thailand-Kamboja yang kembali pecah sejak Kamis (24/7) tentu saja merupakan bahaya besar.
NEGERI ini memang penuh ironi. Di saat musim hujan, banjir selalu melanda dan tidak pernah tertangani dengan tuntas. Selepas banjir, muncul kemarau.
Berbagai unsur pemerintah pun sontak berusaha mengklarifikasi keterangan dari AS soal data itu.
EKS marinir TNI-AL yang kini jadi tentara bayaran Rusia, Satria Arta Kumbara, kembali membuat sensasi.
SEJAK dahulu, koperasi oleh Mohammad Hatta dicita-citakan menjadi soko guru perekonomian Indonesia.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved