MUSTAHIL disangkal bahwa korupsi ialah musuh paling berbahaya di negeri ini. Ia telah berurat berakar dan menjalar ke seluruh relung kehidupan. Begitu berbahayanya korupsi, hanya perpaduan janji dan realisasi untuk memberantasnya yang bisa diharapkan. Kita pun menyambut baik kedua kontestan Pilpres 2014, Prabowo Subianto-Hatta Rajasa dan Joko Widodo-Jusuf Kalla, yang menempatkan pemberantasan korupsi sebagai salah satu agenda utama mereka jika terpilih nanti.
Agenda itu jelas tersurat dalam visi-misi dan dengan jelas pula diutarakan dalam debat di Balai Sarbini, Jakarta, Senin (9/6) malam. Prabowo-Hatta, misalnya, menekankan jaminan kebutuhan hidup bagi para pejabat untuk mencegah korupsi, selain akan menindak secara agresif para koruptor. Di lain sisi, Jokowi-JK mengutamakan transparansi penggunaan duit rakyat dan mengoptimalkan pengawasan di semua level demi memenggal rantai korupsi.
Sudah lazim di setiap pemilihan umum legislatif, pemilu kada, ataupun pemilihan presiden dan wakil presiden, janji memberantas korupsi selalu menjadi jualan terpopuler untuk menarik simpati. Ia menjadi seruan yang selalu lantang diserukan. Yang jadi soal, janji dan seruan itu lama-kelamaan nyaris tak terdengar tatkala mereka sudah menduduki kursi empuk kekuasaan.
Alih-alih menepati janji untuk memerangi korupsi, mereka yang berkuasa kemudian amnesia, bahkan tak jarang malah larut dalam korupsi. Tak mengherankan jika koruptor semakin menjamur, kian merajalela. Tak mengherankan pula, negeri ini dari tahun ke tahun terus menempati posisi atas di deretan negara-negara korup. Dalam indeks persepsi korupsi yang dirilis Transparency International, pada 2012 Indonesia tercecer di urutan 118 dari 176 negara yang tidak korup. Pada 2013, Indonesia berada di urutan 114 dari 177 negara.
Lewat debat, publik semakin gamblang mendapatkan gambaran siapa di antara kedua pasangan capres-cawapres yang bisa diharapkan untuk mengenyahkan korupsi dari Bumi Pertiwi. Lewat adu argumentasi itu, rakyat semakin terang mendapatkan panduan untuk memilah dan memilih siapa yang lebih menjanjikan dalam memimpin perang melawan korupsi.
Korupsi menjadi musuh yang begitu tangguh lantaran ada kesenjangan serius antara janji untuk memeranginya dan realisasi di tataran praktik. Berkali-kali pula melalui forum ini kita menegaskan, hanya pemimpin yang bersih yang sanggup membersihkan negeri ini dari korupsi.
Memberangus korupsi cuma bisa optimal dilakukan jika pemimpin benar-benar tak menoleransi korupsi. Sangat aneh jika calon pemimpin mengumbar janji memberangus korupsi, tetapi mereka malah berkolaborasi dengan pihak-pihak yang tersangkut korupsi. Juga aneh ketika mereka bersumpah untuk memperkuat Komisi Pemberantasan Korupsi, tetapi justru 'berkoalisi' dengan orang-orang yang gencar menggergaji KPK.
Perang melawan korupsi ialah perang berdurasi teramat panjang dan melelahkan. Karena itu, Republik ini butuh pemimpin yang betul-betul total memerangi korupsi. Rakyat sudah cerdas untuk memilih siapa pemimpin yang menjadikan program pemberantasan korupsi sebagai jualan semata, siapa pula yang punya program nyata.
Berita Lainnya
-
28/4/2026 05:00
KOMISI Pemberantasan Korupsi (KPK), lembaga yang sejatinya bertugas mengusut dan memberantas korupsi
-
27/4/2026 05:00
Pemerintahan Presiden Prabowo Subianto juga bukan tidak menyadari persoalan ini.
-
25/4/2026 05:00
GOOGLE dan Youtube akhirnya tunduk dan manut terhadap aturan main di Indonesia.
-
24/4/2026 05:00
JUTAAN siswa berjuang keras tiap tahun untuk mendapatkan kursi di perguruan tinggi negeri (PTN) terbaik demi meraih masa depan.
-
23/4/2026 05:00
PENAIKAN harga bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi, yang kemudian disusul penaikan harga elpiji nonsubsidi, memang tak terhindarkan.
-
22/4/2026 05:00
SETELAH penantian panjang, 22 tahun lamanya, akhirnya pekerja rumah tangga (PRT) diakui negara sebagai sebuah profesi.
-
21/4/2026 05:00
PERNYATAAN Jaksa Agung ST Burhanuddin, yang meminta jajarannya tidak sembarangan menetapkan kepala desa sebagai tersangka, patut dicermati secara jernih
-
20/4/2026 05:00
DUA hari lagi, tepatnya 22 April 2026, kelompok terbang (kloter) pertama jemaah haji Indonesia akan melangkahkan kaki dan bertolak meninggalkan asrama haji menuju Tanah Suci
-
18/4/2026 05:00
KAMPUS seharusnya menjadi ruang aman, menjadi tempat bagi mahasiswa untuk belajar, berpikir kritis, dan membangun karakter.
-
17/4/2026 05:00
Kebebasan pers merupakan sebuah wujud kemuliaan yang menjadi nadi dari negara demokrasi.
-
16/4/2026 05:00
AKSI premanisme kembali mengoyak rasa aman publik.
-
15/4/2026 05:00
PRESIDEN Prabowo Subianto kembali melakukan kunjungan kenegaraan ke daratan Eropa.
-
14/4/2026 05:00
PENANGKAPAN Bupati Tulungagung, Gatut Sunu Wibowo, membuka tabir yang teramat menyesakkan dada.
-
13/4/2026 05:00
Diversifikasi sumber energi, penguatan cadangan strategis, serta percepatan transisi menuju energi baru dan terbarukan bukan lagi sekadar opsi, melainkan keniscayaan.
-
11/4/2026 05:00
PROSPEK perdamaian di Timur Tengah mulai tampak, tetapi seperti fatamorgana. Damai itu terlihat dekat, tapi mudah menguap sebelum benar-benar terwujud.
-
10/4/2026 05:00
Kejaksaan tidak dapat melepaskan tanggung jawab atas langkah yang diambil oleh JPU.