Headline
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Kumpulan Berita DPR RI
PEREKAMAN data kartu tanda penduduk elektronik atau KTP-E masih belum tuntas. Dalam kaitannya dengan pemilu, itu artinya masih ada hak elektoral warga negara yang belum terjamin.
Padahal, kontestasi politik sudah di ujung pintu, baik level pemilihan kepala daerah maupun pemilu legislatif dan pemilu presiden. Komisi Pemilihan Umum menyebut ada 6,7 juta dari 152,9 juta masyarakat yang masuk daftar pemilih sementara (DPS) Pilkada 2018 belum memiliki KTP-E. KTP-E merupakan syarat untuk bisa menggunakan hak pilih pada pemilihan kepala daerah (pilkada) serentak 2018 dalam waktu dekat.
Namun, menurut versi Kementerian Dalam Negeri, hanya sekitar 2,2 juta pemilih yang belum memiliki KTP-E. Jika hingga proses penetapan DPT pada 13–19 April mendatang belum memiliki KTP-E atau surat keterangan, mereka dipastikan akan disortir dari daftar pemilih tetap (DPT). Hak pilih mereka potensial hilang dalam pilkada tahun ini yang digelar serentak di 171 daerah.
Kehilangan hak pilih hanya karena kendala administrasi terkait dengan KTP-E jelas merupakan persoalan serius. Jika hal itu tak segera diatasi, pemerintah terkesan tidak mampu menjamin pemenuhan hak dasar warga. Negara dianggap gagal memenuhi hak konstitusional warga negara untuk menggunakan hak pilih.
KTP-E bukan sekadar urusan hak pilih semata, melainkan sangat terkait dengan hajat hidup rakyat. Dengan sistem kependudukan yang terintegrasi, KTP-E merupakan identitas tunggal kependudukan yang terkoneksi dengan data keuangan, perbankan, dan jaminan kesehatan.
Itu artinya rakyat yang belum punya KTP-E akan tersingkir dari layanan publik seperti membuka rekening bank, mengurus paspor, dan akses jaminan kesehatan nasional.
Bagi Presiden Joko Widodo, kelalaian semacam itu tidak boleh dibiarkan terjadi dalam pemerintahannya. Dalam rapat kabinet, Presiden langsung memerintahkan Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo dan jajarannya, baik di pusat maupun di daerah bekerja lebih keras lagi untuk mempercepat penyelesaian perekaman data kependudukan.
Presiden secara gamblang meminta Kemendagri mengadopsi strategi jemput bola dalam pelayanan KTP-E, terutama di daerah yang sangat jauh dan sulit dijangkau karena kendala geografis. Peraturan Menteri Dalam Negeri pun tengah disiapkan untuk percepatan proses ini.
Yang akan diatur dalam permendagri itu ialah batas waktu pembuatan KTP-E di seluruh Tanah Air. Hanya dalam 1 jam pembuatan KTP-E sudah harus beres. Tidak boleh lagi ada alasan-alasan teknis yang mengganjal niat baik Presiden ini.
Namun, aturan tidak cukup tanpa dibarengi komitmen dari aparat pemerintah hingga tingkat kelurahan/desa untuk mempermudah layanan KTP-E ini. Tanpa komitmen, aturan itu hanya garang di atas kertas, tetapi loyo di implementasi.
Selama ini, aturan batas waktu pembuatan KTP-E sudah lumayan cepat. Pada kondisi normal mestinya warga bisa mendapatkan KTP-E dalam sehari sejak proses perekaman, maksimalnya 14 hari sesuai dengan prosedur operasi standar yang dicanangkan Kemendagri.
Jika aturan itu dijalankan, tidak akan ada warga yang tercecer belum memiliki KTP-E. Faktanya, pembuatan KTP-E bukan hanya memakan waktu berbulan-bulan, bahkan ada yang bertahun-tahun. Terang benderang bahwa komitmen pelayanan publik yang baik jauh lebih efektif daripada sekadar aturan.
BANTUAN sosial atau bansos pada dasarnya merupakan insiatif yang mulia.
PEMERIKSAAN dua menteri dari era Presiden Joko Widodo oleh penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sebagai saksi dalam kasus dugaan korupsi menjadi sorotan publik.
SAMA seperti perang terhadap korupsi, perang melawan narkoba di negeri ini sering dipecundangi dari dalam.
EKONOMI Indonesia melambung di tengah pesimisme yang masih menyelimuti kondisi perekonomian global maupun domestik.
BERAGAM cara dapat dipakai rakyat untuk mengekspresikan ketidakpuasan, mulai dari sekadar keluh kesah, pengaduan, hingga kritik sosial kepada penguasa.
MANTAN Menteri Perdagangan Thomas Trikasih Lembong dan mantan Sekjen DPP PDIP Hasto Kristiyanto telah resmi bebas dari tahanan.
Kebijakan itu berpotensi menciptakan preseden dalam pemberantasan korupsi.
ENTAH karena terlalu banyak pekerjaan, atau justru lagi enggak ada kerjaan, Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) memblokir puluhan juta rekening milik masyarakat.
KASUS suap proses pergantian antarwaktu (PAW) untuk kader PDI Perjuangan Harun Masiku ke kursi DPR RI masih jauh dari tutup buku alias belum tuntas.
Intoleransi dalam bentuk apa pun sesungguhnya tidak bisa dibenarkan.
KEPALA Desa ibarat etalase dalam urusan akuntabilitas dan pelayanan publik.
KONFLIK lama Thailand-Kamboja yang kembali pecah sejak Kamis (24/7) tentu saja merupakan bahaya besar.
NEGERI ini memang penuh ironi. Di saat musim hujan, banjir selalu melanda dan tidak pernah tertangani dengan tuntas. Selepas banjir, muncul kemarau.
Berbagai unsur pemerintah pun sontak berusaha mengklarifikasi keterangan dari AS soal data itu.
EKS marinir TNI-AL yang kini jadi tentara bayaran Rusia, Satria Arta Kumbara, kembali membuat sensasi.
SEJAK dahulu, koperasi oleh Mohammad Hatta dicita-citakan menjadi soko guru perekonomian Indonesia.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved