Headline
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Kumpulan Berita DPR RI
MUNGKIN benar apa kata orang bahwa ketika kita bersungguh-sungguh, dagang apa saja bisa menghasilkan duit.
Tak hanya yang legal, yang ilegal pun laku dijual.
Apalagi kalau yang didagangkan ialah kewenangan.
Saking lakunya, jalan korupsi pun tak masalah ditempuh.
Itulah yang terjadi bila pola pikir pedagang merasuk dengan cara yang salah ke benak para politikus dan pejabat.
Pengungkapan terbaru KPK terkait dengan korupsi anggaran di Provinsi Sumatra Utara (Sumut) pada 2012-2013, yang belakangan menyeret 38 anggota DPRD Sumut sebagai tersangka, kian menguatkan keyakinan publik bahwa praktik gadai kewenangan memang kerap dilakukan para anggota dewan di daerah.
Kewajiban kepala daerah untuk mendapat persetujuan lembaga legislatif pada setiap kebijakan strategis yang mereka buat dimanfaatkan betul oleh DPRD untuk dijadikan dagangan.
Lebih parah lagi, sudah mendagangkan kewenangan, melakukannya pun dengan cara keroyokan alias beramai-ramai.
Sebelum ini, KPK telah menetapkan 18 anggota DPRD Kota Malang sebagai tersangka suap pemulusan APBD perubahan Pemkot Malang.
Sebelumnya lagi, Wakil Ketua DPRD dan satu anggota DPRD Lampung Tengah menjadi pesakitan KPK untuk kasus suap terkait dengan persetujuan pinjaman daerah untuk APBD Lampung Tengah Tahun Anggaran 2018.
Namun, harus diakui, kasus di Sumut memang paling istimewa. Tidak hanya dari sisi jumlah tersangkanya yang mencapai 38 anggota DPRD sekaligus, tapi juga karena provinsi itu punya riwayat korupsi yang tak sedap.
KPK bahkan menjadikan Sumut sebagai salah satu titik perhatian karena tingginya kasus korupsi di provinsi tersebut.
Kepanjangan singkatan 'SUMUT' yang kerap dipelesetkan menjadi 'semua urusan membutuhkan uang tunai' seakan terkonfirmasi oleh riwayat itu.
Masuknya Sumut dalam zona darurat korupsi dan radar pemantauan KPK memang bukan tanpa alasan.
Data membuktikan Sumut ialah provinsi yang pejabat eksekutif, legislatif, dan yudikatifnya pernah mengenyam status tersangka di KPK dan merasakan jeruji penjara.
Mantan gubernur Syamsul Arifin menjadi terpidana kasus korupsi anggaran di Kabupaten Langkat.
Penggantinya, Gatot Pujo Nugroho, tak mau kalah.
Tak cukup satu, ia dijerat banyak kasus korupsi, antara lain korupsi dana bansos dan korupsi APBD 2012-2015.
Istri Gatot, Evi Susanti, bahkan juga menjadi tersangka karena diduga terlibat dalam pemberian suap kepada hakim dan panitera Pengadilan Tata Usaha Negara Medan.
Korupsi yang melibatkan Gatot pula yang kemudian menyeret puluhan anggota DPRD Sumut ikut menjadi pesakitan lembaga antirasywah.
Kalau kita tarik lagi ke belakang, daftar terpidana korupsi di Sumut semakin panjang saja.
Ada Abdillah, Ramli, dan Rahudman, ketiganya mantan Wali Kota Medan.
Lalu, ada mantan Bupati Tapanuli Tengah Raja Bonaran Situmeang, mantan Bupati Mandailing Natal Muhammad Hidayat Batubara, mantan Bupati Nias Binahati B Baeha, mantan Bupati Nias Selatan Fahuwusa Laila, dan Wali Kota Pematangsiantar Robert Edison Siahaan.
Daya magis korupsi telah membuat para koruptor, jika kita mengambil serentetan contoh kasus korupsi anggaran di Sumut, rela mencuri uang sekaligus mengkhianati rakyat yang notabene ialah pemilih langsung mereka.
Mereka duduk di kursi legislatif ataupun eksekutif karena dipercaya rakyat untuk menjadi representasi, tapi syahwat pribadi yang meledak-ledak pada akhirnya justru menenggelamkan kepercayaan itu.
Momentum Pilkada 2018 mestinya bisa menjadi titik balik bagi rakyat Sumut untuk melepaskan daerah itu dari korupsi yang sudah mengakar dan membelit ke segala lini.
Sederhana saja parameternya, setelah dua kali pilkada menghasilkan gubernur koruptor, masihkah rakyat Sumut tak mau belajar?
BANTUAN sosial atau bansos pada dasarnya merupakan insiatif yang mulia.
PEMERIKSAAN dua menteri dari era Presiden Joko Widodo oleh penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sebagai saksi dalam kasus dugaan korupsi menjadi sorotan publik.
SAMA seperti perang terhadap korupsi, perang melawan narkoba di negeri ini sering dipecundangi dari dalam.
EKONOMI Indonesia melambung di tengah pesimisme yang masih menyelimuti kondisi perekonomian global maupun domestik.
BERAGAM cara dapat dipakai rakyat untuk mengekspresikan ketidakpuasan, mulai dari sekadar keluh kesah, pengaduan, hingga kritik sosial kepada penguasa.
MANTAN Menteri Perdagangan Thomas Trikasih Lembong dan mantan Sekjen DPP PDIP Hasto Kristiyanto telah resmi bebas dari tahanan.
Kebijakan itu berpotensi menciptakan preseden dalam pemberantasan korupsi.
ENTAH karena terlalu banyak pekerjaan, atau justru lagi enggak ada kerjaan, Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) memblokir puluhan juta rekening milik masyarakat.
KASUS suap proses pergantian antarwaktu (PAW) untuk kader PDI Perjuangan Harun Masiku ke kursi DPR RI masih jauh dari tutup buku alias belum tuntas.
Intoleransi dalam bentuk apa pun sesungguhnya tidak bisa dibenarkan.
KEPALA Desa ibarat etalase dalam urusan akuntabilitas dan pelayanan publik.
KONFLIK lama Thailand-Kamboja yang kembali pecah sejak Kamis (24/7) tentu saja merupakan bahaya besar.
NEGERI ini memang penuh ironi. Di saat musim hujan, banjir selalu melanda dan tidak pernah tertangani dengan tuntas. Selepas banjir, muncul kemarau.
Berbagai unsur pemerintah pun sontak berusaha mengklarifikasi keterangan dari AS soal data itu.
EKS marinir TNI-AL yang kini jadi tentara bayaran Rusia, Satria Arta Kumbara, kembali membuat sensasi.
SEJAK dahulu, koperasi oleh Mohammad Hatta dicita-citakan menjadi soko guru perekonomian Indonesia.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved