Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
KECAMAN meluncur tajam dari mulut anggota Komisi III DPR Arteria Dahlan terkait dengan karut-marut penyelenggaraan ibadah umrah. Dia sampai menyimpang dari pakem kesopanan meski harus kita akui bahwa apa yang dilontarkan Arteria mengandung kebenaran.
Arteria melontarkan kecaman itu saat rapat kerja dengan Kejaksaan Agung, Rabu (28/3). Bukan kepada kejaksaan kecaman dia arahkan, melainkan kepada Kementerian Agama menyusul terulangnya kasus penelantaraan puluhan ribu jemaah umrah oleh biro perjalanan umrah dan haji.
Saking kesalnya, Arteria sampai-sampai melontarkan makian kasar. Ia berang karena ada pejabat Kemenag yang malah menyalahkan calon jemaah umrah karena tergiur dengan harga murah.
Sebagai anggota dewan yang konon terhormat, sudah semestinya Arteria menjaga kesantuan, bukan malah mengobral kata-kata kasar yang jauh dari nilai-nilai kehormatan. Karena itu, sudah sepantasnya ia meminta maaf dan kita menyambut positif permintaan maaf itu telah dilakukan.
Secara narasi, makian Arteria memang sulit diterima. Namun, secara substansi, kecaman dia terhadap Kemenag rasanya tidak berlebihan. Harus kita katakan, terulangnya kasus penipuan terhadap calon jemaah umrah tak lepas dari kesalahan Kemenag.
Setelah kasus First Travel yang membuat sekitar 35 ribu calon jemaah umrah gagal berangkat ke Tanah Suci kendati sudah membayar belasan juta rupiah, modus serupa dilakukan ABU Tours yang menelantarkan 86 ribu calon jemaah. Kerugian masyarakat pun luar biasa besar. Dalam kasus First Travel nilainya hampir Rp1 triliun di di ABU Tours mencapai Rp1,8 triliun.
Betul bahwa penipuan tersebut tak lepas dari irasionalitas masyarakat. Saking penginnya beribadah ke Tanah Suci, mereka seakan kehilangan akal dan mudah tergiur oleh iming-iming agen perjalanan yang menawarkan biaya murah, jauh lebih murah daripada standar yang ada.
Calon jemaah gampang masuk jebakan penipuan juga karena masih minimnya tingkat kesadaran mereka akan pentingnya literasi finansial. Kondisi itu dimanfaatkan betul oleh pelaku yang sebenarnya cuma bermodalkan keberanian dan kenekatan untuk menjerat korban.
Namun, salah besar jika ada pejabat Kemenag yang lantas menyalahkan masyarakat. Akan sia-sia pula imbauan yang selalu terlontar agar masyarakat hati-hati, teliti, dan tak mudah tergiur iming-iming biro perjalanan umrah dan haji begitu ada kasus penipuan terungkap. Pun akan percuma langkah Kemenag mematok standar minimal biaya umrah, yakni Rp20 juta, jika Kemenag lemah dalam melakukan pengawasan di lapangan.
Sulit disangkal, First Travel dan ABU Tours ataupun biro-biro perjalanan umrah lainnya leluasa menipu calon jemaah karena pemerintah lamban menindak. Bukankah mereka secara terbuka di beragam jenis media memikat publik dengan tawaran biaya yang jauh lebih murah daripada biaya normal? Bukankah Kemenag sebagai pemberi izin bisa sejak awal mencium gelagat buruk dengan tawaran seperti itu?
Jika Kemenag sebagai regulator lebih jeli, punya daya endus lebih tajam, praktik penipuan yang dilakukan First Travel dan ABU Tours bisa dicegah lebih dini. Setidaknya mereka tak sampai bertahun-tahun leluasa menebarkan perangkap sehingga tak terlalu banyak korban yang berjatuhan.
Imbauan agar umat mengedepankan akal sehat, juga edukasi agar publik lebih kian sadar akan pentingnya literasi finansial memang penting. Namun, jauh lebih penting jika Kemenag tak lagi lalai apalagi abai dalam mengawasi sepak terjang biro perjalanan umrah dan haji. Dengan begitu, tak akan ada lagi calon jemaah yang jadi korban, tak ada pula makian kasar seperti yang diucapkan Arteria Dahlan.
KOMISI Pemberantasan Korupsi (KPK), lembaga yang sejatinya bertugas mengusut dan memberantas korupsi
Pemerintahan Presiden Prabowo Subianto juga bukan tidak menyadari persoalan ini.
GOOGLE dan Youtube akhirnya tunduk dan manut terhadap aturan main di Indonesia.
JUTAAN siswa berjuang keras tiap tahun untuk mendapatkan kursi di perguruan tinggi negeri (PTN) terbaik demi meraih masa depan.
PENAIKAN harga bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi, yang kemudian disusul penaikan harga elpiji nonsubsidi, memang tak terhindarkan.
SETELAH penantian panjang, 22 tahun lamanya, akhirnya pekerja rumah tangga (PRT) diakui negara sebagai sebuah profesi.
PERNYATAAN Jaksa Agung ST Burhanuddin, yang meminta jajarannya tidak sembarangan menetapkan kepala desa sebagai tersangka, patut dicermati secara jernih
DUA hari lagi, tepatnya 22 April 2026, kelompok terbang (kloter) pertama jemaah haji Indonesia akan melangkahkan kaki dan bertolak meninggalkan asrama haji menuju Tanah Suci
KAMPUS seharusnya menjadi ruang aman, menjadi tempat bagi mahasiswa untuk belajar, berpikir kritis, dan membangun karakter.
Kebebasan pers merupakan sebuah wujud kemuliaan yang menjadi nadi dari negara demokrasi.
PRESIDEN Prabowo Subianto kembali melakukan kunjungan kenegaraan ke daratan Eropa.
PENANGKAPAN Bupati Tulungagung, Gatut Sunu Wibowo, membuka tabir yang teramat menyesakkan dada.
Diversifikasi sumber energi, penguatan cadangan strategis, serta percepatan transisi menuju energi baru dan terbarukan bukan lagi sekadar opsi, melainkan keniscayaan.
PROSPEK perdamaian di Timur Tengah mulai tampak, tetapi seperti fatamorgana. Damai itu terlihat dekat, tapi mudah menguap sebelum benar-benar terwujud.
Kejaksaan tidak dapat melepaskan tanggung jawab atas langkah yang diambil oleh JPU.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved