Headline
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Kumpulan Berita DPR RI
DUA nama baru muncul dalam persidangan kasus korupsi megaproyek KTP elektronik (KTP-E). Terdakwa Setya Novanto menyebut Puan Maharani dan Pramono Anung menerima aliran dana dalam kasus itu.
Mereka masing-masing mendapatkan US$500 ribu atau setara Rp5 miliar dengan asumsi kurs rupiah sekitar 10.000 per dolar AS, sesuai periode aliran dana.
Menurut Novanto, Puan mendapatkan dana tersebut dalam jabatannya sebagai Ketua Fraksi PDI Perjuangan, sedangkan Pramono sebagai Wakil Ketua DPR dari Fraksi PDI Perjuangan.
Keduanya menambah panjang deretan nama terduga penerima aliran dana korupsi KTP-E yang diungkapkan dalam dakwaan jaksa ataupun kesaksian di pengadilan.
Jaksa Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sempat menyebut tidak kurang dari 70 orang turut menerima. Nama-nama seperti Gamawan Fauzi yang saat itu menjabat menteri dalam negeri, Melchias Mekeng yang menduduki Ketua Badan Anggaran DPR, sampai Anas Urbaningrum sebagai Ketua Fraksi Partai Demokrat, kerap disebut-sebut.
Selain itu, masih ada puluhan nama yang merupakan anggota DPR periode 2009-2014, antara lain Markus Nari, Yasonna Laoly, Ganjar Pranowo, Ade Komaruddin, Marzuki Alie, Tamsil Linrung, dan Olly Dondokambey. Berkali-kali nama mereka disebut-sebut, berkali-kali pula mereka selalu membantah.
Memang tidak semua kesaksian di pengadilan menyatakan kebenaran kendati pengucapnya berada di bawah sumpah. Apalagi bila tudingan didasarkan pada ucapan orang lain kepada dirinya. Novanto menyatakan mengetahui aliran dana ke Puan dan Pramono dari pengakuan Made Oka Masagung.
Akan tetapi, kesaksian di pengadilan juga tidak bisa diabaikan sebagai petunjuk penyidikan walaupun yang dituding membantah. Nyaris tidak ada pelaku korupsi yang mau mengakui perbuatannya sebelum melalui proses pengadilan. Novanto yang sudah duduk di kursi terdakwa saja masih terus berkukuh tidak ikut menerima aliran dana korupsi KTP-E.
Perilaku itu dinilai hakim kontradiktif dengan upayanya mengajukan status sebagai justice collaborator sebab menjadi kolaborator penyidik atau jaksa berarti mengakui dirinya juga pelaku. Beberapa orang yang disebut-sebut di pengadilan juga sudah berkali-kali bolak-balik dipanggil KPK untuk dimintai keterangan.
Tiap kali itu pula mereka membantah turut menerima aliran dana korupsi megaproyek era pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono itu. Tidak terkecuali Gamawan Fauzi yang menjabat mendagri, orang nomor satu dalam pelaksanaan proyek KTP-E.
Kendati dua anak buah Gamawan sudah divonis bersalah, KPK sepertinya masih kesulitan membuktikan keterlibatannya. Bertambahnya nama terduga penerima aliran dana korupsi di sidang kemarin membuat kerja KPK bertambah berat.
Ini menjadi tantangan KPK untuk mengusut dan mengungkap semua pihak yang terlibat. Sekaligus membuktikan skandal korupsi itu bukan fiktif belaka. Kalau perlu, semua nama yang disebut dipanggil ke pengadilan untuk memberikan kesaksian di bawah sumpah.
Mereka tak cukup mengumbar bantahan di luar dengan dalih merasa difitnah. Jangan sampai pengadilan berubah menjadi forum pencemaran nama baik dan fitnah. Hanya menyebut nama, bahkan sampai masuk dakwaan, tapi tidak kunjung diajukan ke pengadilan.
BANTUAN sosial atau bansos pada dasarnya merupakan insiatif yang mulia.
PEMERIKSAAN dua menteri dari era Presiden Joko Widodo oleh penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sebagai saksi dalam kasus dugaan korupsi menjadi sorotan publik.
SAMA seperti perang terhadap korupsi, perang melawan narkoba di negeri ini sering dipecundangi dari dalam.
EKONOMI Indonesia melambung di tengah pesimisme yang masih menyelimuti kondisi perekonomian global maupun domestik.
BERAGAM cara dapat dipakai rakyat untuk mengekspresikan ketidakpuasan, mulai dari sekadar keluh kesah, pengaduan, hingga kritik sosial kepada penguasa.
MANTAN Menteri Perdagangan Thomas Trikasih Lembong dan mantan Sekjen DPP PDIP Hasto Kristiyanto telah resmi bebas dari tahanan.
Kebijakan itu berpotensi menciptakan preseden dalam pemberantasan korupsi.
ENTAH karena terlalu banyak pekerjaan, atau justru lagi enggak ada kerjaan, Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) memblokir puluhan juta rekening milik masyarakat.
KASUS suap proses pergantian antarwaktu (PAW) untuk kader PDI Perjuangan Harun Masiku ke kursi DPR RI masih jauh dari tutup buku alias belum tuntas.
Intoleransi dalam bentuk apa pun sesungguhnya tidak bisa dibenarkan.
KEPALA Desa ibarat etalase dalam urusan akuntabilitas dan pelayanan publik.
KONFLIK lama Thailand-Kamboja yang kembali pecah sejak Kamis (24/7) tentu saja merupakan bahaya besar.
NEGERI ini memang penuh ironi. Di saat musim hujan, banjir selalu melanda dan tidak pernah tertangani dengan tuntas. Selepas banjir, muncul kemarau.
Berbagai unsur pemerintah pun sontak berusaha mengklarifikasi keterangan dari AS soal data itu.
EKS marinir TNI-AL yang kini jadi tentara bayaran Rusia, Satria Arta Kumbara, kembali membuat sensasi.
SEJAK dahulu, koperasi oleh Mohammad Hatta dicita-citakan menjadi soko guru perekonomian Indonesia.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved