Headline
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Kumpulan Berita DPR RI
TAK ada keberuntungan bagi Muhammad Zaini Misrin Arsyad selama 13 tahun terakhir ini.
Setelah datang ke Arab Saudi pada 2003, tenaga kerja Indonesia (TKI) asal Madura, Jawa Timur, itu kemudian ditangkap pada 2005 karena dituduh membunuh majikannya, Abdullah bin Umar Muhammad Al Sindy.
Sejak itu, ia ditahan dan akhirnya mendapat vonis mati pada 2008 karena dinyatakan terbukti bersalah atas pembunuhan tersebut.
Pada Minggu (18/3), Zaini akhirnya dieksekusi mati oleh pemerintah Arab Saudi, tanpa pengumuman, tanpa pemberitahuan. Zaini mati dipancung dalam kesenyapan.
Langkah pemerintah Arab Saudi melakukan eksekusi secara diam-diam tanpa mengirim pemberitahuan resmi kepada pemerintah Indonesia dan keluarga Zaini itu sontak memantik protes serta pertanyaan dari pemerintah dan publik Tanah Air, kenapa mesti diam-diam?
Bukankah terdapat prinsip tata krama hukum internasional yang menyatakan sebuah negara harus menyampaikan mandatory consular notification atau memberitahukan eksekusi mati, baik pada saat dimulainya proses peradilan dengan ancaman maksimal hukuman mati maupun pada saat eksekusi hukuman mati dilakukan?
Bukankah semestinya Saudi menghormati pula inisiatif-inisiatif pemerintah Indonesia, termasuk lobi-lobi secara resmi yang dilakukan dalam usaha membebaskan Zaini dari vonis pancung?
Mereka tentu tahu sampai Presiden Joko Widodo pun turun tangan dengan tiga kali melobi pemerintah Saudi, salah satunya bahkan memohon langsung kepada Raja Salman saat ia berkunjung ke Indonesia pada Maret 2017.
Namun, alih-alih menerima, Saudi tak sedikit pun menghiraukan permohonan Presiden itu.
Malah lebih kurang ajar lagi, mereka mengeksekusi Zaini tanpa didahului mengirim pemberitahuan resmi.
Boleh saja pemerintah Saudi berdalih mereka tidak meratifikasi konvensi terkait dengan mandatory consular notification itu, tapi tak bisakah mereka menghormati Indonesia sebagai negara sahabat?
Apakah sejatinya yang sedang mereka sembunyikan?
Jangan-jangan memang betul dugaan bahwa proses persidangan kasus yang dituduhkan kepada Zaini itu sarat dengan tekanan dari pemerintah Saudi sehingga eksekusi dilakukan senyap.
Jangan-jangan benar pengakuan Zaini kepada KJRI beberapa tahun lalu bahwa ia telah dipaksa mengakui melakukan pembunuhan itu sehingga ia tetap dieksekusi meskipun proses peninjauan kembali (PK) yang kedua tengah diproses.
Misteri tersebut harus diungkap jika tidak ingin isu ini berkembang menjadi bola liar yang mungkin saja akan merembet pada keharmonisan hubungan kedua negara.
Dengan perspektif itu, kita mendukung langkah Kementerian Luar Negeri yang telah memanggil Dubes Arab Saudi di Jakarta sekaligus menyampaikan nota protes.
Inilah cara elegan untuk menunjukkan kehormatan kita sebagai bangsa berdaulat.
Dalam sudut pandang lain, kasus ini mesti menjadi pembelajaran bagi pemerintah bahwa ketidaktahuan para TKI terhadap hukum dan kelaziman internasional kerap menyebabkan bayangan nikmat yang dijanjikan di negeri minyak berubah menjadi malapetaka.
Karena itu, selain pendampingan, mesti ada pembekalan kepada mereka tentang hukum di negara tujuan dan segala tetek bengek prosedurnya.
Ini juga mesti menjadi refleksi bagi Pemerintah Provinsi Aceh yang kini justru tengah berwacana memberlakukan hukum pancung yang katanya untuk menekan kejahatan pembunuhan.
Data organisasi hak asasi manusia Reprieve menyebutkan terdapat 133 eksekusi di Arab Saudi pada periode Juli 2017 hingga 2018. Jumlah itu hampir mencapai dua kali lipat jika dibandingkan dengan 67 eksekusi pada periode Oktober 2016 hingga Mei 2017.
Hukum pancung di Saudi ternyata tak kuasa menekan kasus pembunuhan, yang terbukti dari meningkatnya eksekusi pancung tersebut.
Itu artinya hukum pancung tak mampu menekan jumlah kasus pembunuhan.
Masih layakkah Aceh mengadopsinya?
BANTUAN sosial atau bansos pada dasarnya merupakan insiatif yang mulia.
PEMERIKSAAN dua menteri dari era Presiden Joko Widodo oleh penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sebagai saksi dalam kasus dugaan korupsi menjadi sorotan publik.
SAMA seperti perang terhadap korupsi, perang melawan narkoba di negeri ini sering dipecundangi dari dalam.
EKONOMI Indonesia melambung di tengah pesimisme yang masih menyelimuti kondisi perekonomian global maupun domestik.
BERAGAM cara dapat dipakai rakyat untuk mengekspresikan ketidakpuasan, mulai dari sekadar keluh kesah, pengaduan, hingga kritik sosial kepada penguasa.
MANTAN Menteri Perdagangan Thomas Trikasih Lembong dan mantan Sekjen DPP PDIP Hasto Kristiyanto telah resmi bebas dari tahanan.
Kebijakan itu berpotensi menciptakan preseden dalam pemberantasan korupsi.
ENTAH karena terlalu banyak pekerjaan, atau justru lagi enggak ada kerjaan, Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) memblokir puluhan juta rekening milik masyarakat.
KASUS suap proses pergantian antarwaktu (PAW) untuk kader PDI Perjuangan Harun Masiku ke kursi DPR RI masih jauh dari tutup buku alias belum tuntas.
Intoleransi dalam bentuk apa pun sesungguhnya tidak bisa dibenarkan.
KEPALA Desa ibarat etalase dalam urusan akuntabilitas dan pelayanan publik.
KONFLIK lama Thailand-Kamboja yang kembali pecah sejak Kamis (24/7) tentu saja merupakan bahaya besar.
NEGERI ini memang penuh ironi. Di saat musim hujan, banjir selalu melanda dan tidak pernah tertangani dengan tuntas. Selepas banjir, muncul kemarau.
Berbagai unsur pemerintah pun sontak berusaha mengklarifikasi keterangan dari AS soal data itu.
EKS marinir TNI-AL yang kini jadi tentara bayaran Rusia, Satria Arta Kumbara, kembali membuat sensasi.
SEJAK dahulu, koperasi oleh Mohammad Hatta dicita-citakan menjadi soko guru perekonomian Indonesia.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved