Headline
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Kumpulan Berita DPR RI
SUARA miring terhadap pemilihan kepala daerah secara langsung kian terdengar nyaring. Pilkada langsung seperti sudah menyimpang arah seperti menyimpangnya reformasi dan demokrasi dari tujuan semula yang suci.
Pilkada langsung ialah perwujudan semangat reformasi. Ia menggantikan pilkada dengan sistem perwakilan lewat DPRD seiring dengan dianutnya demokrasi sebagai panduan bernegara setelah era otoritarianisme Orde Baru berakhir. Pilkada langsung ialah realiasi dari kedaulatan rakyat.
Dari sisi semangat yang melandasi dan tujuan yang hendak dicapai, pilkada langsung jelas baik, sangat baik. Ia menempatkan rakyat sebagai pemilik kedaulatan di posisi terhormat. Di situ pula prinsip bahwa kekuasan dari rakyat, oleh rakyat, untuk rakyat erat melekat.
Namun, lain keinginan beda kenyataan. Pilkada langsung hanya menjadi etalase yang memamerkan demokrasi semu. Ia malah menjadi gelaran pesta demokrasi yang menghancurkan nilai-nilai suci demokrasi. Pilkada langsung tak lebih menjadi arena para pemburu kuasa untuk berebut takhta dengan menghalalkan segala cara.
Kalau kita kalkulasi, pilkada langsung boleh jadi lebih banyak mudarat ketimbang maslahatnya. Tengok saja, pilkada langsung kini menjadi arena yang rajin memproduksi kepala daerah berlabel koruptor.
Dengan pilkada langsung, calon kepala daerah harus mengeluarkan uang segunung. Mereka perlu membayar mahar partai politik, uang kampanye, uang saksi, dan beragam pengeluaran lain. Ujung-ujungnya, ketika terpilih, kepala daerah tak risih melakukan korupsi demi membalikkan modal dan mendulang keuntungan.
Uang negara yang dikeluarkan untuk pilkada langsung juga tak sedikit. Belum lagi ongkos sosial yang tak jarang harus ditebus, yakni konflik antarsesama anak bangsa. Pilgub DKI Jakarta 2017 ialah contoh gamblang betapa pilkada langsung telah mencabik-cabik kohesi sosial yang amat sulit direkatkan kembali hingga sekarang.
Karena itu, wajar kiranya suara-suara yang menggaungkan wacana agar kita sebaiknya kembali ke pilkada lewat DPRD. Argumentasi mereka pun seragam dan masuk akal, yakni fakta bahwa pilkada langsung terbukti lebih punya dampak buruk sehingga layak digugat.
Termutakhir, Ketua DPR Bambang Soesatyo dan Ketua MPR Zulkifli Hasan mengingatkan betapa pilkada langsung telah jauh menyimpang dari tujuan semula. Menurut Bambang, politik uang yang mengangkangi pilkada langsung sudah dalam taraf mengkhawatirkan dan membahayakan.
Boleh jadi wacana untuk kembali ke pilkada melalui DPRD terlalu berlebihan. Banyak yang menolak dan menganggap usul itu merupakan langkah mundur dalam demokrasi di Republik ini. Lagi pula, bukankah pilkada lewat DPRD tak menjamin akan steril dari politik uang dan korupsi?
Kita memahami kegigihan mereka yang menentang pengembalian pilkada ke tangan DPRD. Namun, kita juga memaklumi keteguhan mereka yang mengusulkan untuk meninggalkan pilkada langsung. Usul itu sejatinya merupakan autokritik untuk menebalkan kesadaran dan kepedulian kita bahwa pilkada langsung memang terlalu banyak kebobrokan.
Jika elite politik, partai politik, atau calon kepala daerah terus menghalalkan segala cara, jika penyelenggara dan pengawas pilkada justru larut dalam pelanggaran, dan jika rakyat masih permisif dengan politik uang, buat apa pilkada langsung diteruskan? Jika ingin mempertahankannya, tidak bisa tidak kita harus berubah sikap dan tabiat.
BANTUAN sosial atau bansos pada dasarnya merupakan insiatif yang mulia.
PEMERIKSAAN dua menteri dari era Presiden Joko Widodo oleh penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sebagai saksi dalam kasus dugaan korupsi menjadi sorotan publik.
SAMA seperti perang terhadap korupsi, perang melawan narkoba di negeri ini sering dipecundangi dari dalam.
EKONOMI Indonesia melambung di tengah pesimisme yang masih menyelimuti kondisi perekonomian global maupun domestik.
BERAGAM cara dapat dipakai rakyat untuk mengekspresikan ketidakpuasan, mulai dari sekadar keluh kesah, pengaduan, hingga kritik sosial kepada penguasa.
MANTAN Menteri Perdagangan Thomas Trikasih Lembong dan mantan Sekjen DPP PDIP Hasto Kristiyanto telah resmi bebas dari tahanan.
Kebijakan itu berpotensi menciptakan preseden dalam pemberantasan korupsi.
ENTAH karena terlalu banyak pekerjaan, atau justru lagi enggak ada kerjaan, Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) memblokir puluhan juta rekening milik masyarakat.
KASUS suap proses pergantian antarwaktu (PAW) untuk kader PDI Perjuangan Harun Masiku ke kursi DPR RI masih jauh dari tutup buku alias belum tuntas.
Intoleransi dalam bentuk apa pun sesungguhnya tidak bisa dibenarkan.
KEPALA Desa ibarat etalase dalam urusan akuntabilitas dan pelayanan publik.
KONFLIK lama Thailand-Kamboja yang kembali pecah sejak Kamis (24/7) tentu saja merupakan bahaya besar.
NEGERI ini memang penuh ironi. Di saat musim hujan, banjir selalu melanda dan tidak pernah tertangani dengan tuntas. Selepas banjir, muncul kemarau.
Berbagai unsur pemerintah pun sontak berusaha mengklarifikasi keterangan dari AS soal data itu.
EKS marinir TNI-AL yang kini jadi tentara bayaran Rusia, Satria Arta Kumbara, kembali membuat sensasi.
SEJAK dahulu, koperasi oleh Mohammad Hatta dicita-citakan menjadi soko guru perekonomian Indonesia.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved