KEBEBASAN memeluk agama dan beribadat menurut agama serta kepercayaan masing-masing merupakan hak paling hakiki yang dijamin konstitusi. Namun, hak asasi yang telah menjadi bagian dari prinsip universal itu belum juga dapat diimplementasikan sepenuhnya dan sebaik-baiknya.Dalam perkembangan terkini, kita menyaksikan betapa intoleransi masih menjadi persoalan teramat serius yang belum juga tuntas. Pada pekan-pekan terakhir ini, dari Yogyakarta dilaporkan berbagai aksi diskriminatif bahkan ancaman serius terus berlangsung terhadap warga negara yang tengah menjalankan hak dasar dalam peri kehidupan.
Dilaporkan, pada Mei lalu, terjadi dua kali kekerasan atas nama agama. Pertama, dialami Ketua Forum Lintas Iman di Kabupaten Gunungkidul, yang juga Sekretaris Pengurus Wilayah Ansor DIY Aminuddin Aziz. Ia dianiaya dan mendapat ancaman akan dibunuh oleh suatu organisasi masyarakat pada Jumat (2/5).Kedua, kekerasan atas nama agama juga terjadi di Perum STIE YKPN, Tanjungsari, Sukoharjo, Ngaglik, Sleman, Yogyakarta. Insiden menimpa jemaat umat kristiani Santo Fransicus Agung Gereja Banteng, Kamis (29/5) malam, saat jemaat dibubarkan sekelompok ormas. Insiden itu mengakibatkan beberapa jemaat luka-luka dan rumah yang digunakan untuk ibadah rusak berantakan.
Lalu, pada Minggu (1/6), massa menyerang dan membubarkan jemaat yang tengah beribadah di sebuah rumah yang disegel Pemerintah Kabupaten Sleman.Kita untuk kesekian kalinya mengungkapkan kesedihan dan keprihatinan atas aksi-aksi yang tidak mengindahkan toleransi tersebut. Yang lebih menyedihkan dan memprihatinkan, aksi-aksi melanggar hak asasi dan melanggar hukum tersebut seperti terus dibiarkan aparat keamanan.Tidak kurang dari Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta Sri Sultan Hamengku Buwono X juga telah mengungkapkan kekecewaan soal minimnya peran aparat keamanan. Itu semua terjadi karena tidak ada tindakan tegas dari aparat keamanan, kata Sultan di Yogyakarta, akhir pekan lalu.
Wajar bila Sultan bereaksi keras. Yogyakarta selama ini kita kenal sebagai Kota Pelajar yang plural. Banyak pelajar atau mahasiswa dari berbagai wilayah, suku, budaya, dan agama datang menuntut ilmu di sana. Indahnya warna-warni budaya dan agama mendadak dirobek-robek.Oleh karena itu, kita sepenuhnya mendukung Sultan agar kekerasan di Yogyakarta itu tidak lagi didialogkan dan didiskusikan. Yang ditunggu sekarang ialah tindakan tegas dari aparat keamanan terhadap para pelanggar hukum dan hak asasi. Mereka yang berlaku intoleran atas nama agama sesungguhnya ialah para pembajak agama.
Di luar Yogyakarta, perilaku intoleran terjadi di berbagai daerah di Indonesia. Senin, (2/6), misalnya, 16 orang perwakilan dari Badan Kerja Sama Antar-Gereja Cianjur, Jabar, mengadukan pelanggaran kebebasan beragama yang dilakukan Pemkab Cianjur, ke Komnas HAM.Kita untuk kesekian kalinya menyeru kepada pemerintah untuk benar-benar mengimplementasikan jaminan negara terhadap seluruh warga bangsa terkait dengan kebebasan beragama dan beribadat. Hak asasi paling dasar yang sudah menjadi keniscayaan dalam konstitusi itu tidak boleh lagi ditawar. Pelanggaran atas hal itu termasuk pelanggaran HAM berat.
Kita juga mendesak kepada siapa pun yang kelak terpilih sebagai presiden dan wakil presiden untuk sungguh-sungguh mengimplementasikan amanat konstitusi tersebut. Pemerintahan mendatang jangan meniru pemerintahan saat ini yang acap absen dalam mengurus keberagaman. Pemerintahan mendatang tidak boleh menoleransi secuil pun perilaku intoleran.
Berita Lainnya
-
09/8/2025 05:00
BANTUAN sosial atau bansos pada dasarnya merupakan insiatif yang mulia.
-
08/8/2025 05:00
PEMERIKSAAN dua menteri dari era Presiden Joko Widodo oleh penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sebagai saksi dalam kasus dugaan korupsi menjadi sorotan publik.
-
07/8/2025 05:00
SAMA seperti perang terhadap korupsi, perang melawan narkoba di negeri ini sering dipecundangi dari dalam.
-
06/8/2025 05:00
EKONOMI Indonesia melambung di tengah pesimisme yang masih menyelimuti kondisi perekonomian global maupun domestik.
-
05/8/2025 05:00
BERAGAM cara dapat dipakai rakyat untuk mengekspresikan ketidakpuasan, mulai dari sekadar keluh kesah, pengaduan, hingga kritik sosial kepada penguasa.
-
04/8/2025 05:00
MANTAN Menteri Perdagangan Thomas Trikasih Lembong dan mantan Sekjen DPP PDIP Hasto Kristiyanto telah resmi bebas dari tahanan.
-
02/8/2025 05:00
Kebijakan itu berpotensi menciptakan preseden dalam pemberantasan korupsi.
-
01/8/2025 05:00
ENTAH karena terlalu banyak pekerjaan, atau justru lagi enggak ada kerjaan, Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) memblokir puluhan juta rekening milik masyarakat.
-
31/7/2025 05:00
KASUS suap proses pergantian antarwaktu (PAW) untuk kader PDI Perjuangan Harun Masiku ke kursi DPR RI masih jauh dari tutup buku alias belum tuntas.
-
30/7/2025 05:00
Intoleransi dalam bentuk apa pun sesungguhnya tidak bisa dibenarkan.
-
29/7/2025 05:00
KEPALA Desa ibarat etalase dalam urusan akuntabilitas dan pelayanan publik.
-
28/7/2025 05:00
KONFLIK lama Thailand-Kamboja yang kembali pecah sejak Kamis (24/7) tentu saja merupakan bahaya besar.
-
26/7/2025 05:00
NEGERI ini memang penuh ironi. Di saat musim hujan, banjir selalu melanda dan tidak pernah tertangani dengan tuntas. Selepas banjir, muncul kemarau.
-
25/7/2025 05:00
Berbagai unsur pemerintah pun sontak berusaha mengklarifikasi keterangan dari AS soal data itu.
-
24/7/2025 05:00
EKS marinir TNI-AL yang kini jadi tentara bayaran Rusia, Satria Arta Kumbara, kembali membuat sensasi.
-
23/7/2025 05:00
SEJAK dahulu, koperasi oleh Mohammad Hatta dicita-citakan menjadi soko guru perekonomian Indonesia.