Headline
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Kumpulan Berita DPR RI
KEJAHATAN narkoba dan korupsi semakin punya kemiripan. Di soal korupsi, pengungkapan kasus dugaan rasywah bahkan operasi tangkap tangan (OTT) terus dilakukan KPK, kejaksaan, dan polisi. Namun, nyatanya korupsi belum juga menampakkan tanda-tanda bakal habis. Praktik korupsi tetap tumbuh sekalipun upaya untuk membunuhnya sudah berdarah-darah.
Begitu pula untuk soal narkoba. Berita penggerebekan narkoba dan penangkapan bandar oleh kepolisian ataupun Badan Narkotika Nasional (BNN) hampir setiap hari kita dengar. Namun, persis seperti korupsi, nyatanya bisnis narkoba tetap hidup dan senantiasa mengincar pasar Indonesia. Perang terus dilakukan, tapi peredaran narkoba semakin liat dan sulit dihentikan.
Fakta inilah yang mesti menjadi pijakan bagi Irjen Heru Winarko yang kemarin dilantik menjadi Kepala BNN menggantikan Komjen Budi Waseso yang memasuki masa pensiun. Heru yang sebelum ini menjabat Deputi Penindakan KPK tentu tahu betul betapa sulit dan diperlukan kerja keras untuk memberantas kejahatan-kejahatan luar biasa sejenis korupsi dan narkoba.
Jika melihat latar belakangnya sebagai deputi di KPK selama hampir tiga tahun terakhir, integritas Heru mestinya tidak perlu diragukan. Presiden Joko Widodo pun mengakui salah satu pertimbangan dia memilih Heru menjadi Kepala BNN ialah dari sisi integritasnya.
Integritas menjadi poin penting karena bisnis narkoba merupakan bisnis mafia dengan perputaran uang yang amat besar dan menawarkan godaaan besar untuk para penegak hukum yang menanganinya. Presiden juga mengharapkan Heru mampu membawa standar dan budaya baik yang ada di KPK untuk membenahi kekurangan-kekurangan di BNN.
Kini, yang mesti dipelajari dan diadaptasi cepat oleh Heru ialah atmosfer penanganan kejahatan narkoba. Meski mirip dari segi daya tahan dan daya rusaknya, kejahatan narkoba sama sekali berbeda karakter dengan kejahatan korupsi. Perbedaan karakter itu menuntut perbedaan dalam penyelesaian ataupun efektivitas pemberantasannya.
Artinya, Heru tak cukup hanya mengandalkan modal yang ia dapat selama di KPK dan kepolisian. Apalagi, publik selama ini sudah telanjur 'jatuh cinta' dengan sosok Budi Waseso atau Buwas sebagai Kepala BNN. Buwas memang belum kuasa membendung derasnya arus peredaran narkoba di Nusantara.
Namun, ketegasan, keberanian, dan gebrakan-gebrakannya yang terkadang kontroversial harus diakui telah menginspirasi masyarakat dan aparat penegak hukum yang berkecimpung di bidang pemberantasan narkoba untuk tidak mundur menghadapi segala risiko dalam menangani kejahatan besar itu.
Heru, tentu saja, diharapkan bisa menjadi suksesor Buwas, bahkan mestinya mampu membawa BNN menjadi lembaga yang lebih profesional, lebih bergigi. Pada satu sisi, ia harus bisa lebih 'buas' daripada Buwas saat berhadapan dengan bandar dan gembong narkoba. Tentu saja buas dalam arti yang terukur, bukan buas yang serampangan karena negara tak boleh kalah melawan penjahat.
Di sisi lain, ia juga mesti menyiapkan program, gebrakan, dan terobosan-terobosan efektif untuk mengoptimalkan upaya pencegahan dan rehabilitasi. Itu semua demi memenuhi target yang ia emban dari Presiden untuk menyetop narkoba masuk ke Indonesia dan menurunkan sebanyak-banyaknya pengguna di Tanah Air.
BANTUAN sosial atau bansos pada dasarnya merupakan insiatif yang mulia.
PEMERIKSAAN dua menteri dari era Presiden Joko Widodo oleh penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sebagai saksi dalam kasus dugaan korupsi menjadi sorotan publik.
SAMA seperti perang terhadap korupsi, perang melawan narkoba di negeri ini sering dipecundangi dari dalam.
EKONOMI Indonesia melambung di tengah pesimisme yang masih menyelimuti kondisi perekonomian global maupun domestik.
BERAGAM cara dapat dipakai rakyat untuk mengekspresikan ketidakpuasan, mulai dari sekadar keluh kesah, pengaduan, hingga kritik sosial kepada penguasa.
MANTAN Menteri Perdagangan Thomas Trikasih Lembong dan mantan Sekjen DPP PDIP Hasto Kristiyanto telah resmi bebas dari tahanan.
Kebijakan itu berpotensi menciptakan preseden dalam pemberantasan korupsi.
ENTAH karena terlalu banyak pekerjaan, atau justru lagi enggak ada kerjaan, Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) memblokir puluhan juta rekening milik masyarakat.
KASUS suap proses pergantian antarwaktu (PAW) untuk kader PDI Perjuangan Harun Masiku ke kursi DPR RI masih jauh dari tutup buku alias belum tuntas.
Intoleransi dalam bentuk apa pun sesungguhnya tidak bisa dibenarkan.
KEPALA Desa ibarat etalase dalam urusan akuntabilitas dan pelayanan publik.
KONFLIK lama Thailand-Kamboja yang kembali pecah sejak Kamis (24/7) tentu saja merupakan bahaya besar.
NEGERI ini memang penuh ironi. Di saat musim hujan, banjir selalu melanda dan tidak pernah tertangani dengan tuntas. Selepas banjir, muncul kemarau.
Berbagai unsur pemerintah pun sontak berusaha mengklarifikasi keterangan dari AS soal data itu.
EKS marinir TNI-AL yang kini jadi tentara bayaran Rusia, Satria Arta Kumbara, kembali membuat sensasi.
SEJAK dahulu, koperasi oleh Mohammad Hatta dicita-citakan menjadi soko guru perekonomian Indonesia.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved