Headline
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Kumpulan Berita DPR RI
SEJAK awal berdiri, bangsa ini sepakat menjadi negara hukum, negara yang dalam setiap tata kehidupannya dilandaskan pada hukum. Sayangnya, hingga sekarang, hukum justru kerap dilemahkan mereka yang berkewajiban menegakkannya. Ikrar bahwa hukum ialah panglima tertinggi dalam kehidupan berbangsa dan bernegara di negeri ini memang terus digelorakan.
Namun, dalam kehidupan sehari-hari, hukum tak jarang lunglai tiada daya. Begitu banyak fakta yang menunjukkan hukum di Republik ini masih jauh dari harapan publik. Aksioma bahwa hukum hanya tajam ke bawah dan majal ke atas pun terus menemukan kebenarannya.
Oleh para pelacur keadilan, hukum dijajakan sebagai barang dagangan yang dengan gampang dibeli mereka yang berkuasa dan berpunya. Anggapan bahwa hukum hanya untuk yang punya uang, bukan untuk kaum papa, tampaknya tak mengada-ada.
Harus kita tegaskan, itulah wajah hukum kita.
Wajah yang buram, yang ironisnya terjadi akibat perbuatan cela para penegak hukum. Banyaknya penyelenggara hukum yang ditangkap karena memperjualbelikan hukum merupakan bukti tak terbantahkan betapa memprihatinkannya hukum kita. Hasil survei yang dari tahun ke tahun konsisten menempatkan peradilan sebagai salah satu institusi terkorup ialah pertanda nyata bahwa hukum kita tengah menuju keruntuhannya.
Dalam konteks itulah kita mengamini seruan Presiden Joko Widodo kepada para penegak hukum untuk tidak bermain-main dengan hukum. Dalam pembekalan kepada 1.591 calon hakim di Balai Diklat Mahkamah Agung, Bogor, dua hari lalu, Presiden mengingatkan pentingnya kepastian hukum dan keharusan agar jangan sampai hukum bisa diperjualbelikan.
Presiden benar. Jika tidak ada kepastian hukum, jika hukum bisa diperdagangkan, kepercayaan rakyat dan kepercayaan internasional terhadap institusi-institusi negara kita akan hancur berantakan. Dampak lanjutannya ia akan merapuhkan fondasi dalam membangun kemajuan bangsa yang berkeadilan.
Penegasan dan peringatan Presiden itu pantang dianggap sebagai sambutan seremonial belaka. Oleh jajaran penegak hukum, khususnya para hakim dan calon hakim, ia harus menjadi pijakan dalam memerankan tugas amat luhur sebagai penegak keadilan.
Di tengah kekarut-marutan lingkungan peradilan, memang tidak gampang agar hukum yang tegak lurus bisa dikedepankan, agar kepercayaan rakyat bisa dipulihkan. Betul bahwa tidak semua hakim bermental buruk. Namun, banyak anggapan bahwa lantaran lingkungan peradilan telah begitu busuk, orang yang tadinya baik akan menjadi jahat jika masuk ke sana.
Tentu, kita berharap agar lebih dari 1.500 calon hakim hasil dari seleksi yang diikuti sekitar 30 ribu orang itu bisa menjungkirbalikkan anggapan tersebut. Mereka akan menjalani ujian tersulit dalam hidupnya, jauh lebih sulit ketimbang saat mengikuti seleksi, yakni ujian integritas.
Di lingkungan yang boleh jadi sudah sangat kotor, mereka akan mempertaruhkan harga diri apakah tetap setia pada kejujuran atau sebaliknya, menggadaikan jabatan demi uang. Seperti halnya Presiden, kita ikut mengingatkan kepada para calon hakim untuk tidak mempermainkan hukum.
Di tangan anak-anak muda yang masih bersih itulah perbaikan lingkungan peradilan dipertaruhkan. Jangan sampai mereka yang masih 'suci' mengikuti jejak 'kotor' senior mereka. Tugas hakim amatlah mulia karena di palu mereka keadilan ditentukan. Saking mulianya tugas itu, hakim bahkan disebut sebagai 'wakil Tuhan'. Hakim semestinya menjadi pengabdi keadilan, bukan pengabdi kezaliman.
BANTUAN sosial atau bansos pada dasarnya merupakan insiatif yang mulia.
PEMERIKSAAN dua menteri dari era Presiden Joko Widodo oleh penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sebagai saksi dalam kasus dugaan korupsi menjadi sorotan publik.
SAMA seperti perang terhadap korupsi, perang melawan narkoba di negeri ini sering dipecundangi dari dalam.
EKONOMI Indonesia melambung di tengah pesimisme yang masih menyelimuti kondisi perekonomian global maupun domestik.
BERAGAM cara dapat dipakai rakyat untuk mengekspresikan ketidakpuasan, mulai dari sekadar keluh kesah, pengaduan, hingga kritik sosial kepada penguasa.
MANTAN Menteri Perdagangan Thomas Trikasih Lembong dan mantan Sekjen DPP PDIP Hasto Kristiyanto telah resmi bebas dari tahanan.
Kebijakan itu berpotensi menciptakan preseden dalam pemberantasan korupsi.
ENTAH karena terlalu banyak pekerjaan, atau justru lagi enggak ada kerjaan, Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) memblokir puluhan juta rekening milik masyarakat.
KASUS suap proses pergantian antarwaktu (PAW) untuk kader PDI Perjuangan Harun Masiku ke kursi DPR RI masih jauh dari tutup buku alias belum tuntas.
Intoleransi dalam bentuk apa pun sesungguhnya tidak bisa dibenarkan.
KEPALA Desa ibarat etalase dalam urusan akuntabilitas dan pelayanan publik.
KONFLIK lama Thailand-Kamboja yang kembali pecah sejak Kamis (24/7) tentu saja merupakan bahaya besar.
NEGERI ini memang penuh ironi. Di saat musim hujan, banjir selalu melanda dan tidak pernah tertangani dengan tuntas. Selepas banjir, muncul kemarau.
Berbagai unsur pemerintah pun sontak berusaha mengklarifikasi keterangan dari AS soal data itu.
EKS marinir TNI-AL yang kini jadi tentara bayaran Rusia, Satria Arta Kumbara, kembali membuat sensasi.
SEJAK dahulu, koperasi oleh Mohammad Hatta dicita-citakan menjadi soko guru perekonomian Indonesia.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved