SETIAP kali pemilihan umum digelar, setiap kali pula netralitas TNI dan Polri disorot. Godaan terus saja disodorkan pihak-pihak yang berkontes untuk menyeret alat negara itu ke dalam politik praktis, termasuk di ajang pemilu presiden, 9 Juli nanti.
Fenomena itu pula yang diungkapkan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono saat memberikan arahan kepada para perwira tinggi TNI di Jakarta, kemarin. SBY mengaku menerima informasi yang sudah terkonfirmasi bahwa ada pihak-pihak tertentu yang berusaha memengaruhi para jenderal aktif untuk aktif terlibat politik.
Pihak-pihak itu, jelas Presiden, dengan berbagai cara merayu agar sejumlah perwira tinggi TNI mendukung capres yang mereka usung. ''Bahkan ada yang mengatakan 'Tidak perlu mendengar presiden kalian. Kan itu presiden kapal karam. Lebih baik cari presiden baru penuh sinar','' ujar SBY.
Belum cukup dengan itu, Yudhoyono mencoba kilas balik dengan mengungkit peristiwa pada Pilpres 2004 yang menunjukkan ketidaknetralan TNI-Polri. Ia menyatakan, ketika itu ada beberapa perwira yang memberikan instruksi untuk tidak memilihnya sebagai presiden.
Di negara demokratis mana pun, netralitas militer menjadi hal yang mutlak dalam politik. Di Republik ini, posisi TNI juga telah dibakukan sebagai alat negara. Politik TNI adalah politik negara, bukan politik partisan yang mengabdi kepada partai politik tertentu.
Netralitas TNI dikuatkan pula dengan putusan Mahkamah Konstitusi dengan mengabulkan uji materi Pasal 260 UU Nomor 42/2008 tentang Pemilihan Umum Presiden dan Wakil Presiden yang mengatur hak pilih bagi anggota TNI-Polri dalam Pilpres 2009. MK menegaskan, tidak hanya pada Pilpres 2009, TNI-Polri tetap netral pada Pilpres 2014 sesuai dengan amat konstitusi.
Jelas dan tegas bahwa TNI dilarang berpihak, kecuali kepada negara dan rakyat. Karena itu, kita sepakat dengan peringatan yang dilontarkan Presiden agar TNI tetap netral. Kita mendukung instruksi Presiden agar TNI tetap menjaga imunitas keberpihakan dalam pilpres.
Namun, peringatan saja tidak cukup. Sebagai panglima tertinggi, Presiden wajib memastikan instruksinya itu terimplementasi dengan baik di lapangan. Karena Presiden Yudhoyono merangkap jabatan Ketua Umum Partai Demokrat, ia wajib pula memastikan tidak memanfaatkan wewenangnya di lingkup TNI, Polri, dan juga intelijen untuk kepentingan politik partainya di pilpres nanti.
Kita juga menyambut positif penegasan Panglima TNI Jenderal Moeldoko soal keinginan dan tekad TNI untuk tidak bermain di area politik, tidak terlibat dalam persaingan baik pemilu legislatif maupun pilpres.
TNI-Polri ialah organ negara dengan segala kelengkapan persenjataan yang bisa berdampak destruktif jika disalahgunakan lantaran mereka menjadi partisan. Dengan bedil mereka, TNI-Polri mengemban tugas mulia sebagai garda terdepan pertahanan dan keamanan negara. Namun, dengan bedil itu pula, tentara dan polisi bisa membahayakan bangsa jika mereka terkotak-kotak akibat tak mampu mengendalikan libido politik.
Rayuan untuk menggiring kembali TNI-Polri ke ranah politik seperti di era Orde Baru akan selalu menggoda. Kita mendesak para politikus untuk menyudahi perilaku itu. Untuk pimpinan TNI-Polri, itulah godaan yang mesti ditepis.
Negara harus memastikan TNI-Polri menunjukkan secara nyata netralitas mereka di pilpres kali ini, juga di pilprespilpres mendatang. Reformasi telah memberikan panduan yang jelas bahwa selama masih aktif, anggota TNI-Polri dilarang berpolitik. Itulah jalan lurus menuju negara yang benar-benar demokratis.
Berita Lainnya
-
09/8/2025 05:00
BANTUAN sosial atau bansos pada dasarnya merupakan insiatif yang mulia.
-
08/8/2025 05:00
PEMERIKSAAN dua menteri dari era Presiden Joko Widodo oleh penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sebagai saksi dalam kasus dugaan korupsi menjadi sorotan publik.
-
07/8/2025 05:00
SAMA seperti perang terhadap korupsi, perang melawan narkoba di negeri ini sering dipecundangi dari dalam.
-
06/8/2025 05:00
EKONOMI Indonesia melambung di tengah pesimisme yang masih menyelimuti kondisi perekonomian global maupun domestik.
-
05/8/2025 05:00
BERAGAM cara dapat dipakai rakyat untuk mengekspresikan ketidakpuasan, mulai dari sekadar keluh kesah, pengaduan, hingga kritik sosial kepada penguasa.
-
04/8/2025 05:00
MANTAN Menteri Perdagangan Thomas Trikasih Lembong dan mantan Sekjen DPP PDIP Hasto Kristiyanto telah resmi bebas dari tahanan.
-
02/8/2025 05:00
Kebijakan itu berpotensi menciptakan preseden dalam pemberantasan korupsi.
-
01/8/2025 05:00
ENTAH karena terlalu banyak pekerjaan, atau justru lagi enggak ada kerjaan, Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) memblokir puluhan juta rekening milik masyarakat.
-
31/7/2025 05:00
KASUS suap proses pergantian antarwaktu (PAW) untuk kader PDI Perjuangan Harun Masiku ke kursi DPR RI masih jauh dari tutup buku alias belum tuntas.
-
30/7/2025 05:00
Intoleransi dalam bentuk apa pun sesungguhnya tidak bisa dibenarkan.
-
29/7/2025 05:00
KEPALA Desa ibarat etalase dalam urusan akuntabilitas dan pelayanan publik.
-
28/7/2025 05:00
KONFLIK lama Thailand-Kamboja yang kembali pecah sejak Kamis (24/7) tentu saja merupakan bahaya besar.
-
26/7/2025 05:00
NEGERI ini memang penuh ironi. Di saat musim hujan, banjir selalu melanda dan tidak pernah tertangani dengan tuntas. Selepas banjir, muncul kemarau.
-
25/7/2025 05:00
Berbagai unsur pemerintah pun sontak berusaha mengklarifikasi keterangan dari AS soal data itu.
-
24/7/2025 05:00
EKS marinir TNI-AL yang kini jadi tentara bayaran Rusia, Satria Arta Kumbara, kembali membuat sensasi.
-
23/7/2025 05:00
SEJAK dahulu, koperasi oleh Mohammad Hatta dicita-citakan menjadi soko guru perekonomian Indonesia.