Pilpres Damai tanpa Kampanye Hitam

02/6/2014 00:00
PEMILU Presiden 2014 yang damai berawal dari kampanye yang damai pula. Kampanye damai itulah yang diinginkan Ketua Komisi Pemilihan Umum Husni Kamil Manik saat prosesi pengundian nomor urut dua pasangan calon presidencalon wakil presiden, yakni Joko Widodo-Jusuf Kalla dan Prabowo Subianto-Hatta Rajasa di Gedung KPU, Jakarta,kemarin. Kampanye damai itu pulalah yang diharapkan rakyat berlangsung mulai 4 Juni 2014 hingga 5 Juli 2014. Kampanye damai ialah kampanye yang menyorongkan visi, misi, program, serta rekam jejak kandidat yang darinya rakyat bisa menimbang-nimbang kelayakan pasangan calon presiden dan wakil presiden untuk dipilih. Itu artinya kampanye damai menyentak kecerdasan rakyat dalam memilih pemimpin mereka. Pemimpin yang kelak dipilih atas dasar kecerdasan politik rakyat ialah pemimpin yang terhormat dan beradab.Dalam konteks ini, kehendak bagi berlangsungnya kampanye pilpres yang damai harus senantiasa digemakan karena ia merupakan wahana pendidikan politik dan pendidikan demokrasi bagi rakyat. Dalam konteks lain, keingin an dan harapan bagi terwujudnya kampanye pilpres nan damai relevan untuk terus dikumandangkan mengingat belakangan ruang publik disesaki berbagai kampanye hitam yang memicu kegaduhan politik.

Kampanye hitam ialah kampanye yang tidak didasarkan pada fakta. Ia mengandung fiksi dan fitnah belaka. Tujuannya tiada lain untuk mendiskreditkan lawan politik Kampanye hitam hanya memprovokasi syahwat irasional rakyat. Ia bukan wahana pendidikan politik, melainkan wahana pembodohan politik. Kampanye hitam hanya membikin suram masa depan demokrasi kita. Pemimpin yang tampil karena dipilih rakyat yang terprovokasi oleh kampanye hitam ialah pemimpin yang tak punya kehormatan dan keberadaban. Bisa dibayangkan bakal seperti apa wajah bangsa ini lima tahun mendatang bila dipimpin pemimpin model begitu. Oleh karena itu, kita meminta elite politik untuk menyetop kampanye hitam sekarang juga. Janganlah mengorbankan rakyat demi kemenangan tanpa kehormatan. Janganlah menjadikan rakyat sekadar bilangan tanpa jiwa dan kecerdasan yang dipakai sekadar untuk menimbun suara. Di sisi lain, kita mendesak Badan Pengawas Pemilu untuk tegas menindak secara hukum penyebar kampanye hitam. Jangan sia-siakan otoritas dan anggaran besar yang Anda punya dengan membiarkan kampanye hitam leluasa menyesakii ruang publik.


Berita Lainnya