Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
TAK cuma mewarnai sektor pelayanan publik, aksioma jika bisa diperlambat kenapa harus dipercepat rupanya juga berlaku di dunia perpolitikan kita. Sudah jamak terjadi partai politik cenderung memastikan pasangan calon dalam perhelatan pemilihan umum kepala daerah di saat-saat terakhir jelang pendaftaran.
Politik last minute, itulah istilah yang sering terjadi di ajang pilkada di Republik ini. Tidak dilakukan semua partai politik, memang, tetapi kebiasaan seperti itu sepertinya sudah menjadi tradisi di setiap pesta demokrasi di daerah. Selalu saja ada partai yang mengumumkan pasangan calon mereka di detik-detik terakhir menjelang pendaftaran atau bahkan ketika masa pendaftaran akan berakhir.
Pun demikian di pilkada serentak 2018. Meski masa pendaftaran tinggal hitungan hari, yakni mulai 8 hingga 10 Januari, masih banyak partai politik yang belum memutuskan siapa pasangan calon yang hendak diusung. Sebut saja di Jawa Barat. Di provinsi dengan jumlah pemilih terbanyak se-Indonesia itu, baru satu pasangan yang sudah pasti, yakni Sudrajat dan Ahmad Syaikhu.
Keduanya diusung Partai Gerindra, PKS, dan PAN yang sangat mungkin akan bergabung. Selebihnya, partai-partai lain masih sibuk bernegosiasi atau mungkin tawar-menawar. Bahkan, sebagai satu-satunya partai yang tak perlu berkoalisi untuk mengusung calon, PDIP belum bersikap.
Di Jawa Timur, peta persaingan belum tergambar nyata meski sudah ada dua pasangan yang akan maju, yakni Saifullah Yusuf-Abdullah Azwar Anas dan Khofifah Indar Parawansa-Emil Dardak. Pasalnya, tiga partai, yakni Gerindra, PKS, dan PAN, yang dapat berkoalisi belum bersikap resmi.
Di Jawa Tengah, hingga lima hari jelang pendaftaran calon bahkan belum ada pasangan calon definitif. Di sini, lagi-lagi PDIP yang bisa sendirian mencalonkan gubernur dan wakil gubernur masih berteka-teki. Betul bahwa fenomena seperti itu bukanlah sebuah pelanggaran. Tak salah partai politik melakukan manuver politik seperti itu dengan segala alasan dan pertimbangannya.
Bisa jadi pula, langkah seperti itu sebagai bentuk kehati-hatian atau bagian dari taktik atau siasat untuk merengkuh kemenangan. Dengan mengumumkan calon di 'menit-menit terakhir', partai hendak mengacaukan skenario lawan. Namun, pencalonan di saat-saat terakhir bisa dimaknai pula bahwa mereka sejatinya belum punya kandidat yang meyakinkan.
Mengumumkan calon saat last minute juga tak baik dalam upaya mewujudkan demokrasi yang baik. Ia tak bisa banyak berkontribusi untuk menjadikan demokrasi tidak sekadar menjadi pesta politik rakyat, tetapi lebih dari itu, yakni sebagai media menuju meritokrasi.
Pilkada hanya bisa melahirkan pemimpin yang baik, yang berkualitas, salah satunya jika pemilih rasional punya gambaran lebih gamblang mengenai sepak terjang para kandidat. Gambaran seperti itu pun hanya bisa didulang jika partai-partai politik sejak jauh-jauh hari mengumumkan calon mereka sehingga rakyat punya lebih banyak waktu untuk menimbang.
Mengumumkan kandidat sejak awal memang tak terlalu berpengaruh pada pemilih irasional yang biasa memilih bukan atas pertimbangan rekam jejak, kinerja, visi-misi, dan program kandidat. Namun, ia akan sangat berarti untuk pemilih rasional, pemilih yang kritis terhadap calon, pemilih yang amat kita butuhkan agar demokrasi di negeri ini kian berkualitas dari hari ke hari.
Saatnya partai politik menanggalkan egoisme dalam perebutan kekuasaan lewat kontestasi demokrasi. Mengumumkan calon tidak pada saat last minute ialah salah satu caranya.
KOMISI Pemberantasan Korupsi (KPK), lembaga yang sejatinya bertugas mengusut dan memberantas korupsi
Pemerintahan Presiden Prabowo Subianto juga bukan tidak menyadari persoalan ini.
GOOGLE dan Youtube akhirnya tunduk dan manut terhadap aturan main di Indonesia.
JUTAAN siswa berjuang keras tiap tahun untuk mendapatkan kursi di perguruan tinggi negeri (PTN) terbaik demi meraih masa depan.
PENAIKAN harga bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi, yang kemudian disusul penaikan harga elpiji nonsubsidi, memang tak terhindarkan.
SETELAH penantian panjang, 22 tahun lamanya, akhirnya pekerja rumah tangga (PRT) diakui negara sebagai sebuah profesi.
PERNYATAAN Jaksa Agung ST Burhanuddin, yang meminta jajarannya tidak sembarangan menetapkan kepala desa sebagai tersangka, patut dicermati secara jernih
DUA hari lagi, tepatnya 22 April 2026, kelompok terbang (kloter) pertama jemaah haji Indonesia akan melangkahkan kaki dan bertolak meninggalkan asrama haji menuju Tanah Suci
KAMPUS seharusnya menjadi ruang aman, menjadi tempat bagi mahasiswa untuk belajar, berpikir kritis, dan membangun karakter.
Kebebasan pers merupakan sebuah wujud kemuliaan yang menjadi nadi dari negara demokrasi.
PRESIDEN Prabowo Subianto kembali melakukan kunjungan kenegaraan ke daratan Eropa.
PENANGKAPAN Bupati Tulungagung, Gatut Sunu Wibowo, membuka tabir yang teramat menyesakkan dada.
Diversifikasi sumber energi, penguatan cadangan strategis, serta percepatan transisi menuju energi baru dan terbarukan bukan lagi sekadar opsi, melainkan keniscayaan.
PROSPEK perdamaian di Timur Tengah mulai tampak, tetapi seperti fatamorgana. Damai itu terlihat dekat, tapi mudah menguap sebelum benar-benar terwujud.
Kejaksaan tidak dapat melepaskan tanggung jawab atas langkah yang diambil oleh JPU.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved