Headline
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Kumpulan Berita DPR RI
UNTUK bisa mengurai persoalan di DKI Jakarta yang memang sudah kusut masai, gubernur dan wakil gubernur mesti pintar dan kaya ide. Satu lagi modal yang rasanya perlu mereka punya ialah keberanian untuk bersikap suka-suka mumpung lagi berkuasa. Permasalahan yang menyandera Ibu Kota memang pelik luar biasa.
Sudah terlalu lama Jakarta angkuh dengan segala paradoksnya. Inilah kota terbesar di Indonesia, tetapi terbesar pula dalam hal persoalan sosial. Gubernur dan wakil gubernur silih berganti memimpin, tetapi tak satu pun yang berhasil membebaskan Jakarta dari jerat seabrek persoalan.
Kini, asa datang dari pasangan Anies Baswedan dan Sandiaga Uno. Soal kepintaran, jangan sekali-kali meragukan mereka. Saking cerdasnya, mereka surplus gagasan dan inovasi. Mungkin saking pintarnya pula, mereka tak risih membuat terobosan meski harus menabrak aturan.
Contoh teranyar dari gagasan cemerlang Anies-Sandi ialah bagaimana mengelola Tanah Abang. Sudah berpuluh-puluh tahun Tanah Abang menjadi model kesemrawutan tingkat tinggi. Di kawasan itu berdiri pusat grosir terbesar di Asia Tenggara sekaligus arena merajalelanya pedagang kaki lima.
Di kawasan itu kemacetan begitu akut, premanisme pun malang melintang tanpa penghalang. Sebagai orang pintar, Anies-Sandi membenahi Tanah Abang dengan cara yang lain daripada yang lain. Kalau gubernur-gubernur sebelumnya berupaya menertibkan Tanah Abang dengan menertibkan PKL, Anies-Sandi justru mengistimewakan mereka.
Bahkan, Anies-Sandi dengan sesuka hati menutup dua ruas Jalan Jatibaru di depan Stasiun Tanah Abang demi mengakomodasi mereka. Salahkah kebijakan itu? Kalau bicara aturan, menutup jalan untuk ditempati PKL berjualan jelas melanggar UU No 38 Tahun 2004 tentang Jalan.
Akan tetapi, buat Anies-Sandi, tak ada yang salah. Sebagai penguasa, mereka boleh bersikap suka-suka apalagi punya hak diskresi meski diskresi semestinya hanya dilakukan ketika terjadi kekosongan hukum. Sebagai warga yang baik, sudah semestinya kita mengikuti jalan pikiran penguasa.
Tak elok jika para pedagang resmi merasa, apalagi mengeluh, diperlakukan tak adil karena mereka membayar pajak dan beragam pungutan, sedangkan PKL secara cuma-cuma berdagang di Jalan Baru. Suka-suka Anies-Sandi membuat kebijakan, toh mereka yang punya kuasa.
Tak patut jika warga setempat ataupun pengguna jalan memprotes penutupan Jalan Baru mulai pukul 08.00 hingga 18.00 WIB karena mobilitas mereka terganggu. Suka-suka Anies-Sandi membuat kebijakan, toh mereka yang punya kuasa. Tak semestinya pula polisi meminta Pemprov DKI Jakarta meninjau ulang kebijakan penutupan jalan lantaran berdampak buruk pada arus lalu lintas.
Petisi yang digalang lewat media sosial agar kebijakan itu dibatalkan rasanya juga tiada arti. Suka-suka Anies-Sandi membuat kebijakan, toh mereka yang punya kuasa. Bahkan, kalau perlu, ide gila penataan kawasan Tanah Abang itu diberlakukan pula di kawasan-kawasan lain. Tutup saja jalan yang kacau balau karena keberadaan PKL untuk mereka okupasi sepenuhnya dan jangan pedulikan hak warga lainnya.
Warga Jakarta sepertinya perlu menyadari bahwa gubernur dan wakil gubernur saat ini memang cerdas dan pintar. Kalau kita belum bisa memahami kenapa Anies-Sandi membuat kebijakan kontroversial seperti di Tanah Abang, misalnya, anggap saja karena kecerdasan dan kepintaran kita jauh tertinggal.
Biarkan Anies-Sandi suka-suka mengelola Jakarta. Anggap saja keduanya sedang menikmati menjadi penguasa meski sikap seperti itu akan membuat warga Ibu Kota kian sengsara.
BANTUAN sosial atau bansos pada dasarnya merupakan insiatif yang mulia.
PEMERIKSAAN dua menteri dari era Presiden Joko Widodo oleh penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sebagai saksi dalam kasus dugaan korupsi menjadi sorotan publik.
SAMA seperti perang terhadap korupsi, perang melawan narkoba di negeri ini sering dipecundangi dari dalam.
EKONOMI Indonesia melambung di tengah pesimisme yang masih menyelimuti kondisi perekonomian global maupun domestik.
BERAGAM cara dapat dipakai rakyat untuk mengekspresikan ketidakpuasan, mulai dari sekadar keluh kesah, pengaduan, hingga kritik sosial kepada penguasa.
MANTAN Menteri Perdagangan Thomas Trikasih Lembong dan mantan Sekjen DPP PDIP Hasto Kristiyanto telah resmi bebas dari tahanan.
Kebijakan itu berpotensi menciptakan preseden dalam pemberantasan korupsi.
ENTAH karena terlalu banyak pekerjaan, atau justru lagi enggak ada kerjaan, Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) memblokir puluhan juta rekening milik masyarakat.
KASUS suap proses pergantian antarwaktu (PAW) untuk kader PDI Perjuangan Harun Masiku ke kursi DPR RI masih jauh dari tutup buku alias belum tuntas.
Intoleransi dalam bentuk apa pun sesungguhnya tidak bisa dibenarkan.
KEPALA Desa ibarat etalase dalam urusan akuntabilitas dan pelayanan publik.
KONFLIK lama Thailand-Kamboja yang kembali pecah sejak Kamis (24/7) tentu saja merupakan bahaya besar.
NEGERI ini memang penuh ironi. Di saat musim hujan, banjir selalu melanda dan tidak pernah tertangani dengan tuntas. Selepas banjir, muncul kemarau.
Berbagai unsur pemerintah pun sontak berusaha mengklarifikasi keterangan dari AS soal data itu.
EKS marinir TNI-AL yang kini jadi tentara bayaran Rusia, Satria Arta Kumbara, kembali membuat sensasi.
SEJAK dahulu, koperasi oleh Mohammad Hatta dicita-citakan menjadi soko guru perekonomian Indonesia.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved