SEMAKIN dekat pelaksanaan pemilu presiden dan wakil presiden, semakin tinggi pula tensi perpolitikan di negeri ini. Kampanye hitam marak, upaya menjatuhkan dengan cara-cara kotor merebak, bahkan isu-isu SARA yang semestinya dikubur dalam-dalam justru dibangkitkan.
Republik ini tengah menghadapi pertaruhan besar. Pertaruhan, apakah pilpres yang akan berlangsung 9 Juli mendatang bisa menjadi momentum kebangkitan bangsa atau justru sebaliknya.
Di satu sisi, begitu besar harapan pilpres bakal menghasilkan pemimpin yang benar-benar dapat membawa perubahan bangsa ke arah lebih baik lewat proses demokrasi yang juga baik. Namun, di sisi lain, mencuat pula kekhawatiran bahwa perhelatan pilpres bisa memicu perpecahan.
Kekhawatiran itu tak mengada-ada. Dengan hanya diikuti dua pasangan, yakni Joko Widodo-Jusuf Kalla dan Prabowo Subianto-Hatta Rajasa, pilpres memang menyodorkan pertarungan yang sederhana dan hemat biaya. Akan tetapi, di situ pula potensi terjadinya gesekan lebih terbuka.
Nada-nadanya pun mulai kentara, antara lain ditandai dengan semakin maraknya black campaign di berbagai media. Demi menyudutkan lawan, tak ada lagi rasa risih mengumbar fitnah atau memutarbalikkan fakta. Juga, persoalan SARA dijadikan sarana menyerang rival.
Bibit-bibit kekerasan dan konflik malahan mulai tumbuh. Kasus pembakaran posko relawan pendukung Jokowi-JK di Setiabudi, Jakarta Selatan, Senin (26/5), contohnya.
Kita prihatin, amat priha tin, kedewasaan dalam bermasih belum memenuhi harap politik di negeri ini ternyata masih belum memenuhi harapan. Kita juga patut cemas, jika segala kekerdilan berpolitik tersebut terus dipertontonkan dan semakin liar, bangsa ini akan terjerembap di kubangan kekacauan.
Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh pun mencuatkan warning akan bahaya kampanye hitam berbau SARA. Menurutnya, praktik-praktik seperti itu amat berpotensi memantik kerusuhan, memicu chaos. Potensi konflik telah pula diingatkan Panglima TNI Jenderal Moeldoko dan Ketua Badan Pengawas Pemilu Muhammad.
Kita jelas tak boleh memandang remeh peringatan-peringatan tersebut. Potensi konflik di pilpres bukanlah halusinasi. Ia ancaman serius yang mesti ditangkal sejak awal sebelum membesar.
Berulang kali melalui forum ini kita mengingatkan untuk tidak menghalalkan segala cara dalam mengarungi rivalitas. Kampanye hitam ialah cara usang yang harus ditanggalkan, menggunakan isu SARA ialah cara-cara tidak beradab.
Pertarungan menuju kursi RI-1 dan RI-2 boleh berlangsung sengit, tetapi tetap harus dalam semangat persaudaraan. Tidak ada artinya jika kemenangan diraih kalau bangsa terbelah.
Kita harus memastikan pilpres mendatang berlangsung dalam koridor keadaban. Sudah saatnya seluruh pihak mengedepankan cara-cara yang elegan dalam upaya menggapai kemenangan, sudah saatnya pula segala bentuk kampanye hitam dikubur dalam-dalam.
Berita Lainnya
-
09/8/2025 05:00
BANTUAN sosial atau bansos pada dasarnya merupakan insiatif yang mulia.
-
08/8/2025 05:00
PEMERIKSAAN dua menteri dari era Presiden Joko Widodo oleh penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sebagai saksi dalam kasus dugaan korupsi menjadi sorotan publik.
-
07/8/2025 05:00
SAMA seperti perang terhadap korupsi, perang melawan narkoba di negeri ini sering dipecundangi dari dalam.
-
06/8/2025 05:00
EKONOMI Indonesia melambung di tengah pesimisme yang masih menyelimuti kondisi perekonomian global maupun domestik.
-
05/8/2025 05:00
BERAGAM cara dapat dipakai rakyat untuk mengekspresikan ketidakpuasan, mulai dari sekadar keluh kesah, pengaduan, hingga kritik sosial kepada penguasa.
-
04/8/2025 05:00
MANTAN Menteri Perdagangan Thomas Trikasih Lembong dan mantan Sekjen DPP PDIP Hasto Kristiyanto telah resmi bebas dari tahanan.
-
02/8/2025 05:00
Kebijakan itu berpotensi menciptakan preseden dalam pemberantasan korupsi.
-
01/8/2025 05:00
ENTAH karena terlalu banyak pekerjaan, atau justru lagi enggak ada kerjaan, Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) memblokir puluhan juta rekening milik masyarakat.
-
31/7/2025 05:00
KASUS suap proses pergantian antarwaktu (PAW) untuk kader PDI Perjuangan Harun Masiku ke kursi DPR RI masih jauh dari tutup buku alias belum tuntas.
-
30/7/2025 05:00
Intoleransi dalam bentuk apa pun sesungguhnya tidak bisa dibenarkan.
-
29/7/2025 05:00
KEPALA Desa ibarat etalase dalam urusan akuntabilitas dan pelayanan publik.
-
28/7/2025 05:00
KONFLIK lama Thailand-Kamboja yang kembali pecah sejak Kamis (24/7) tentu saja merupakan bahaya besar.
-
26/7/2025 05:00
NEGERI ini memang penuh ironi. Di saat musim hujan, banjir selalu melanda dan tidak pernah tertangani dengan tuntas. Selepas banjir, muncul kemarau.
-
25/7/2025 05:00
Berbagai unsur pemerintah pun sontak berusaha mengklarifikasi keterangan dari AS soal data itu.
-
24/7/2025 05:00
EKS marinir TNI-AL yang kini jadi tentara bayaran Rusia, Satria Arta Kumbara, kembali membuat sensasi.
-
23/7/2025 05:00
SEJAK dahulu, koperasi oleh Mohammad Hatta dicita-citakan menjadi soko guru perekonomian Indonesia.