Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
TERUS diberantas, tapi terus pula beranak pinak. Seperti ilalang, korupsi di Republik ini terus saja bertumbuh subur meskipun telah berkali-kali dibakar. Di sini, korupsi seolah telah menemukan habitat terbaiknya sehingga tak gampang mati.
Tengoklah sudah berapa puluh atau berapa ratus orang, dari perangkat desa hingga pemimpin lembaga tinggi negara, yang ditangkap karena tersangkut kasus korupsi dan suap. Akan tetapi, hingga hari ini, praktik rasywah di Indonesia masih saja menggurita, membelit semua lini dan sektor.
Wajar bila Presiden Joko Widodo pun sampai dibuat heran dengan fenomena ini. Saat membuka acara peringatan Hari Antikorupsi Sedunia 2017, kemarin, Jokowi menyatakan tak habis pikir, dari waktu ke waktu praktik korupsi terus terjadi, padahal sudah banyak pejabat yang ditangkap dan dipenjarakan.
Selama 13 tahun terakhir, sejak 2004 sampai 2017, Jokowi menyebut setidaknya ada 12 gubernur dan 64 bupati/wali kota yang terjerat kasus korupsi. Angka tersebut belum menghitung para pelaku korupsi yang ada di DPR, DPRD, ataupun kementerian dan lembaga.
Keheranan sekaligus keprihatinan Presiden itu tentu juga keprihatinan kita semua. Pekik antikorupsi terus digaungkan, penindakan korupsi juga terasa kian galak, tetapi di balik itu sejatinya celah-celah untuk mencuri uang rakyat tak pernah sepenuhnya tertutup.
Di satu sisi, penindakan demi penindakan semakin keras dilakukan, terutama oleh KPK, termasuk sekian banyak operasi tangkap tangan (OTT) yang membuat geram para pembela koruptor. Namun, di sisi yang lain, kesempatan untuk bertindak lancung memang seperti dibiarkan terbuka. Sekecil apa pun kesempatan, itu ialah pintu bagi masuknya korupsi ke sendi-sendi negara dan pemerintahan.
Setiap aturan, setiap perizinan, kini seolah punya potensi menjadi objek transaksi. Regulasi seperti punya fungsi kedua selain untuk mengatur, yakni menjadi alat untuk memeras. Birokrasi yang banyak diisi oknum bermental korup pun tak kuasa menahan godaan serta rayuan korupsi.
Fakta ini menunjukkan bahwa Presiden tentu tak cukup hanya merasa heran dan prihatin. Bila memang korupsi tidak cukup dilawan dengan penindakan, sekeras apa pun itu, tentu saja sisi pencegahan harus makin diperkuat. Dalam kondisi seperti ini kita sepakat butuh reformasi besar pencegahan korupsi demi membunuh habitat korupsi.
Oleh karena itu, tampaknya kita perlu mengingatkan lagi kepada Presiden yang pada Oktober lalu menjanjikan bakal merilis peraturan presiden (perpres) tentang pencegahan korupsi. Perpres itu sangat dibutuhkan saat ini karena, seperti janji Presiden saat itu, regulasi baru tersebut akan membangun sebuah sistem kerja dan iklim birokrasi yang transparan.
Fokus pada pencegahan bukan berarti mereduksi upaya penindakan. Keduanya mesti berjalan bersama dengan fokus yang sama-sama kuat. Jangan lupa, yang kita hadapi ialah korupsi, kejahatan yang dikategorikan luar biasa. Kalau melawannya bukan dengan cara yang luar biasa, jangan berharap bakal mampu membabatnya habis.
KOMISI Pemberantasan Korupsi (KPK), lembaga yang sejatinya bertugas mengusut dan memberantas korupsi
Pemerintahan Presiden Prabowo Subianto juga bukan tidak menyadari persoalan ini.
GOOGLE dan Youtube akhirnya tunduk dan manut terhadap aturan main di Indonesia.
JUTAAN siswa berjuang keras tiap tahun untuk mendapatkan kursi di perguruan tinggi negeri (PTN) terbaik demi meraih masa depan.
PENAIKAN harga bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi, yang kemudian disusul penaikan harga elpiji nonsubsidi, memang tak terhindarkan.
SETELAH penantian panjang, 22 tahun lamanya, akhirnya pekerja rumah tangga (PRT) diakui negara sebagai sebuah profesi.
PERNYATAAN Jaksa Agung ST Burhanuddin, yang meminta jajarannya tidak sembarangan menetapkan kepala desa sebagai tersangka, patut dicermati secara jernih
DUA hari lagi, tepatnya 22 April 2026, kelompok terbang (kloter) pertama jemaah haji Indonesia akan melangkahkan kaki dan bertolak meninggalkan asrama haji menuju Tanah Suci
KAMPUS seharusnya menjadi ruang aman, menjadi tempat bagi mahasiswa untuk belajar, berpikir kritis, dan membangun karakter.
Kebebasan pers merupakan sebuah wujud kemuliaan yang menjadi nadi dari negara demokrasi.
PRESIDEN Prabowo Subianto kembali melakukan kunjungan kenegaraan ke daratan Eropa.
PENANGKAPAN Bupati Tulungagung, Gatut Sunu Wibowo, membuka tabir yang teramat menyesakkan dada.
Diversifikasi sumber energi, penguatan cadangan strategis, serta percepatan transisi menuju energi baru dan terbarukan bukan lagi sekadar opsi, melainkan keniscayaan.
PROSPEK perdamaian di Timur Tengah mulai tampak, tetapi seperti fatamorgana. Damai itu terlihat dekat, tapi mudah menguap sebelum benar-benar terwujud.
Kejaksaan tidak dapat melepaskan tanggung jawab atas langkah yang diambil oleh JPU.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved