Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
JAKARTA juara satu kota intoleran. Begitu hasil survei Indeks Kota Toleran 2017 yang diselenggarakan Setara Institute dan dirilis akhir pekan lalu. Hasil survei yang menempatkan Jakarta sebagai kota paling intoleran itu sesungguhnya tidak terlampau mengejutkan, gampang ditebak apa penyebabnya.
Pilkada DKI-lah yang menjadi musababnya. Sejarah mencatat Pilkada DKI 2017 sebagai pemilihan umum paling brutal sepanjang perjalanan demokrasi Indonesia. Politisasi agama menjadi pangkal kebutralan Pilkada DKI. Politisasi agama itu memukul mundur toleransi bukan cuma ke titik nol, melainkan ke level negatif.
Sejarah juga mencatat siapa kandidat yang secara sadar memolitisasi agama atau setidaknya diuntungkan oleh politisasi agama dan siapa pula kandidat yang menjadi korbannya. Setara telah mencatat sejarah intoleransi di Ibu Kota, sesuatu yang dikhawatirkan Gubernur DKI Anies Baswedan.
Dalam sejumlah kesempatan, Anies mengatakan dirinya tidak takut dengan serangan melalui media sosial, hanya takut dengan sejarawan yang mencatat sejarah. Oleh karena itu, Gubernur Anies Baswedan mesti memulihkan toleransi di Ibu Kota. Itu bila Anies tidak ingin sejarah kelam intoleransi di DKI dicatat lebih panjang oleh sejarawan.
Toleransi semestinya merupakan keniscayaan bagi ibu kota negara. Orang dari berbagai etnik, daerah asal, agama, dan gender, tumpah ruah di Jakarta. Jakarta itu bentuk mini Indonesia. Cuma toleransi yang bisa menautkan dan mempersatukan mereka. Anies bisa belajar dari Kota Manado, Pematang Siantar, dan Salatiga untuk memulihkan toleransi di Jakarta.
Ketiga kota berdasarkan survei indeks kota toleran merupakan kota paling toleran. Di Manado, Pematang Siantar, dan Salatiga agama menjadi modal sosial untuk menumbuhkan dan merawat toleransi. Di ketiga kota itu agama menjadi rahmat yang menautkan, bukan laknat yang memecah belah rakyat.
Di Manado, Pematang Siantar, dan Salatiga, agama tidak dijadikan modal politik untuk meraih kekuasaan yang berujung pada intoleransi. Bila hendak belajar dari ketiga kota tersebut, Anies kiranya mesti menjadikan agama sebagai modal sosial, bukan modal politik.
Tidak menjadikan agama sebagai modal politik perlu kita ingatkan karena meski pilkada telah rampung, Anies Baswedan dan Sandiaga Uno telah terpilih sebagai gubernur dan wakil gubernur, keduanya terkesan terus berkampanye. Kata ‘pribumi’, ‘uang haram’, atau ‘hotel syariah’ yang mereka lontarkan menjadi contoh bahwa mereka masih memainkan wacana religious populism seperti semasa kampanye.
Bila hendak memulihkan toleransi, Anies tidak cukup sekadar menghadiri peresmian gereja atau pura atau menyambangi perayaan 90 tahun sekolah Katolik. Semua tahu itu toleransi seremonial dan formal. Jakarta memerlukan toleransi substansial lewat kebijakan dan program kerja yang tidak diskriminatif. Kebijakan dan program kerja semacam itu hanya bisa lahir dari pemimpin toleran yang menjunjung tinggi keberagaman.
KOMISI Pemberantasan Korupsi (KPK), lembaga yang sejatinya bertugas mengusut dan memberantas korupsi
Pemerintahan Presiden Prabowo Subianto juga bukan tidak menyadari persoalan ini.
GOOGLE dan Youtube akhirnya tunduk dan manut terhadap aturan main di Indonesia.
JUTAAN siswa berjuang keras tiap tahun untuk mendapatkan kursi di perguruan tinggi negeri (PTN) terbaik demi meraih masa depan.
PENAIKAN harga bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi, yang kemudian disusul penaikan harga elpiji nonsubsidi, memang tak terhindarkan.
SETELAH penantian panjang, 22 tahun lamanya, akhirnya pekerja rumah tangga (PRT) diakui negara sebagai sebuah profesi.
PERNYATAAN Jaksa Agung ST Burhanuddin, yang meminta jajarannya tidak sembarangan menetapkan kepala desa sebagai tersangka, patut dicermati secara jernih
DUA hari lagi, tepatnya 22 April 2026, kelompok terbang (kloter) pertama jemaah haji Indonesia akan melangkahkan kaki dan bertolak meninggalkan asrama haji menuju Tanah Suci
KAMPUS seharusnya menjadi ruang aman, menjadi tempat bagi mahasiswa untuk belajar, berpikir kritis, dan membangun karakter.
Kebebasan pers merupakan sebuah wujud kemuliaan yang menjadi nadi dari negara demokrasi.
PRESIDEN Prabowo Subianto kembali melakukan kunjungan kenegaraan ke daratan Eropa.
PENANGKAPAN Bupati Tulungagung, Gatut Sunu Wibowo, membuka tabir yang teramat menyesakkan dada.
Diversifikasi sumber energi, penguatan cadangan strategis, serta percepatan transisi menuju energi baru dan terbarukan bukan lagi sekadar opsi, melainkan keniscayaan.
PROSPEK perdamaian di Timur Tengah mulai tampak, tetapi seperti fatamorgana. Damai itu terlihat dekat, tapi mudah menguap sebelum benar-benar terwujud.
Kejaksaan tidak dapat melepaskan tanggung jawab atas langkah yang diambil oleh JPU.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved