Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
PENGANIAYAAN yang terjadi pada pasangan kekasih di Cikupa, Kabupaten Tangerang, Sabtu (11/11) lalu harus menjadi titik balik kasus persekusi di negara ini sebab yang terjadi telah membuat kita menyangsikan kemanusiaan kita. Walaupun tidak terbukti berbuat mesum, pasangan kekasih itu ditelanjangi, dipukuli, dan diarak hingga hampir 1 jam lamanya.
Para penganiaya dengan bangganya juga merekam proses tersebut dan mengunggahnya ke media sosial. Kejadian itu menunjukkan persekusi mencapai tingkat yang bukan cuma gawat, melainkan gawat darurat. Jika dirunut berdasarkan waktu, persekusi mulai muncul pertengahan tahun ini ketika sebuah ormas menggeruduk seorang remaja di Jakarta.
Hanya karena unggahan di media sosial yang dianggap menyinggung, ormas tersebut membawa sang remaja dan ibunya serta melakukan ancaman kekerasan. Lalu kita juga dikagetkan dengan persekusi yang berujung tewasnya seorang pria yang dituduh mencuri amplifier di sebuah musala di Bekasi.
Bukannya mengutamakan prasangka baik, massa justru ramai-ramai membakar pria itu. Belum lama berselang, pembantaian yang berawal dari kejadian di tempat ibadah terulang. Setelah dituduh hendak mengambil tas jemaah, seorang pria disekap di masjid di Parepare hingga tewas.
Seluruh tindakan keji itu memang kini sudah ditangani kepolisian, tetapi cacat yang sedang terjadi di masyarakat tetap butuh perhatian bersama. Terlebih dari rangkaian kejadian serta latar belakang isunya, kita dapat menangkap bahwa persekusi terjadi bukan semata buah perilaku primitif.
Bukan pula sekadar pengadilan jalanan akibat tidak berjalannya sistem hukum. Meski beragam kasus, persekusi yang terjadi dipengaruhi pandangan nilai religius yang sedang bangkit di masyarakat. Ketika menemui kasus yang bertentangan dengan ajaran agama, masyarakat pun menjadi lebih sensitif.
Mereka bukan semata seperti menghukum maling ayam, melainkan merasa ada nilai-nilai nonduniawi yang dibela. Celakanya, tindakan penghakiman juga semakin berani dengan alasan penegakan ajaran atau nilai-nilai tadi. Itu bisa dibuktikan karena mereka yang ikut melakukan penganiayaan, bahkan memprovokasi, bukanlah orang yang awam pada peraturan.
Seperti yang terjadi di Cikupa, otak penganiayaan justru tokoh warga, yakni ketua RT dan RW. Mereka pula yang memprovokasi warga dan ikut merekam kejadian bejat itu. Bukannya tidak mengetahui keadaban dan penegakan hukum, melainkan karena sosok yang semestinya jadi anutan itu berubah menjadi setan karena nilai yang telah jungkir balik.
Karena merasa menegakkan nilai dan norma, mereka pun merasa menjadi pahlawan masyarakat melalui persekusi. Dalam kondisi ini perang terhadap persekusi bukan hanya tugas kepolisian. Selama nilai-nilai masih dijungkirbalikkan, penegakan hukum tidak akan memulihkan pandangan keliru tersebut.
Para penganiaya tetap merasa menjadi pahlawan bagi warga atau kelompok mereka. Oleh karena itu, perlawanan terhadap persekusi juga harus ditunjukkan para tokoh agama dan politisi. Kelompok yang terakhir ini memiliki tanggung jawab karena berbagai kajian menyebutkan bahwa politisi memiliki peran besar terhadap kemunculan dan pengarahan amarah publik.
Di berbagai belahan dunia, salah satu cara untuk mencapai gol politik ialah melalui pembentukan amarah publik. Tentunya, yang kita harapkan ialah amarah untuk hal-hal yang menjadi kepentingan bersama.
Kita mengharapkan seluruh pemimpin bangsa ini, baik tokoh agama maupun politisi, kembali mengingatkan pada nilai-nilai luhur tanpa kekerasan. Dengan begitu, publik bisa kembali kepada hal-hal yang sepantasnya, yang beradab dan tentunya menjunjung kemanusiaan.
KOMISI Pemberantasan Korupsi (KPK), lembaga yang sejatinya bertugas mengusut dan memberantas korupsi
Pemerintahan Presiden Prabowo Subianto juga bukan tidak menyadari persoalan ini.
GOOGLE dan Youtube akhirnya tunduk dan manut terhadap aturan main di Indonesia.
JUTAAN siswa berjuang keras tiap tahun untuk mendapatkan kursi di perguruan tinggi negeri (PTN) terbaik demi meraih masa depan.
PENAIKAN harga bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi, yang kemudian disusul penaikan harga elpiji nonsubsidi, memang tak terhindarkan.
SETELAH penantian panjang, 22 tahun lamanya, akhirnya pekerja rumah tangga (PRT) diakui negara sebagai sebuah profesi.
PERNYATAAN Jaksa Agung ST Burhanuddin, yang meminta jajarannya tidak sembarangan menetapkan kepala desa sebagai tersangka, patut dicermati secara jernih
DUA hari lagi, tepatnya 22 April 2026, kelompok terbang (kloter) pertama jemaah haji Indonesia akan melangkahkan kaki dan bertolak meninggalkan asrama haji menuju Tanah Suci
KAMPUS seharusnya menjadi ruang aman, menjadi tempat bagi mahasiswa untuk belajar, berpikir kritis, dan membangun karakter.
Kebebasan pers merupakan sebuah wujud kemuliaan yang menjadi nadi dari negara demokrasi.
PRESIDEN Prabowo Subianto kembali melakukan kunjungan kenegaraan ke daratan Eropa.
PENANGKAPAN Bupati Tulungagung, Gatut Sunu Wibowo, membuka tabir yang teramat menyesakkan dada.
Diversifikasi sumber energi, penguatan cadangan strategis, serta percepatan transisi menuju energi baru dan terbarukan bukan lagi sekadar opsi, melainkan keniscayaan.
PROSPEK perdamaian di Timur Tengah mulai tampak, tetapi seperti fatamorgana. Damai itu terlihat dekat, tapi mudah menguap sebelum benar-benar terwujud.
Kejaksaan tidak dapat melepaskan tanggung jawab atas langkah yang diambil oleh JPU.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved