Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
TUTURAN bijak mengatakan setiap negara akan selalu melahirkan pahlawan pada setiap zamannya. Konsep itu logis karena pada dasarnya setiap generasi memiliki persoalan dan tantangan sendiri. Karena itu, setiap bangsa pada setiap zamannya butuh sosok pahlawan. Pahlawan ialah kebanggaan sekaligus inspirasi, juga pembawa spirit kekuatan bagi keberlangsungan eksistensi negara.
Indonesia juga telah melahirkan banyak sekali pahlawan dari zaman ke zaman. Sebagian dari pahlawan-pahlawan itu bahkan tak hanya lahir dari perut Bumi Pertiwi, tapi juga menjadi pelaku utama dalam proses kelahiran Republik Indonesia. Merekalah yang selama ini mengajarkan kita sebagai bangsa harus memiliki harga diri dan kehormatan.
Akan tetapi, dalam konteks hari ini kita sungguh prihatin, di manakah mencari kepahlawanan zaman kekinian? Jangankan melahirkan pahlawan, untuk mengambil inspirasi dari pahlawan-pahlawan yang sudah lampau pun kita tak pandai. Begitu banyak nilai luhur dan semangat heroisme yang mestinya bisa kita ambil dari para pahlawan itu, tetapi kita tidak juga dapat memetiknya.
Setiap tahun bangsa ini memperingati Hari Pahlawan dengan segala seremonialnya, seperti hari ini. Setiap tahun pula selalu ada sejumlah nama yang diajukan dan kemudian diangkat menjadi pahlawan nasional. Namun, sepertinya Republik ini lebih senang mementingkan bungkus daripada isi. Kita gemar mengedepankan yang formal ketimbang substansi.
Saat ini kita seperti hidup di era krisis keteladanan pahlawan. Logika sederhananya, dengan semakin banyak jumlah 'pahlawan resmi' di negeri ini mestinya semakin banyak pula pelajaran dan keteladanan yang dapat kita serap. Ketulusan, kegigihan, dan sikap rela berkorban mereka seharusnya menjadi contoh yang luar biasa untuk diaplikasikan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.
Sayangnya, nilai-nilai pengorbanan, persatuan, dan gotong royong itu saat ini justru defisit dari perilaku, terutama para elite negeri ini. Alih-alih mempraktikkan nilai-nilai luhur pengorbanan, kelompok elite malah lebih sering mempertontonkan nilai-nilai buruk keserakahan. Berkorban untuk rakyat seolah tidak ada dalam kamus politik mereka.
Yang ada hanya soal suap, korupsi, memperkaya diri, dan mengeruk uang negara. Di tangan mereka, harga diri dan kehormatan bangsa hilang. Mereka juga kian menjauh dari semangat-semangat persatuan dan gotong royong. Elite bangsa ini bukannya bersatu dan bergotong royong menyelesaikan segala persoalan bangsa, melainkan malah gemar gontok-gontokan dan saling mencari kesalahan.
Demi ambisi politik, persatuan kerap ditanggalkan, perbedaan justru ditonjolkan. Kalaupun lahir pahlawan pada zaman sekarang, itu justru berasal dari kalangan rakyat biasa. Merekalah yang banyak mempraktikkan nilai-nilai kepahlawanan dalam konteks kekinian. Mereka orang biasa yang rela mendedikasikan diri untuk kepentingan orang banyak, tanpa pamrih dan tanpa mengharapkan imbalan apa pun.
Jika masih punya malu, elite semestinya mau berkaca dari pahlawan-pahlawan rakyat itu. Belajarlah dari mereka tentang nilai-nilai luhur kepahlawanan dan bagaimana mengaplikasikannya dalam tindakan nyata. Hari ini adalah momentum yang paling tepat untuk memulainya. Selamat memperingati Hari Pahlawan.
KOMISI Pemberantasan Korupsi (KPK), lembaga yang sejatinya bertugas mengusut dan memberantas korupsi
Pemerintahan Presiden Prabowo Subianto juga bukan tidak menyadari persoalan ini.
GOOGLE dan Youtube akhirnya tunduk dan manut terhadap aturan main di Indonesia.
JUTAAN siswa berjuang keras tiap tahun untuk mendapatkan kursi di perguruan tinggi negeri (PTN) terbaik demi meraih masa depan.
PENAIKAN harga bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi, yang kemudian disusul penaikan harga elpiji nonsubsidi, memang tak terhindarkan.
SETELAH penantian panjang, 22 tahun lamanya, akhirnya pekerja rumah tangga (PRT) diakui negara sebagai sebuah profesi.
PERNYATAAN Jaksa Agung ST Burhanuddin, yang meminta jajarannya tidak sembarangan menetapkan kepala desa sebagai tersangka, patut dicermati secara jernih
DUA hari lagi, tepatnya 22 April 2026, kelompok terbang (kloter) pertama jemaah haji Indonesia akan melangkahkan kaki dan bertolak meninggalkan asrama haji menuju Tanah Suci
KAMPUS seharusnya menjadi ruang aman, menjadi tempat bagi mahasiswa untuk belajar, berpikir kritis, dan membangun karakter.
Kebebasan pers merupakan sebuah wujud kemuliaan yang menjadi nadi dari negara demokrasi.
PRESIDEN Prabowo Subianto kembali melakukan kunjungan kenegaraan ke daratan Eropa.
PENANGKAPAN Bupati Tulungagung, Gatut Sunu Wibowo, membuka tabir yang teramat menyesakkan dada.
Diversifikasi sumber energi, penguatan cadangan strategis, serta percepatan transisi menuju energi baru dan terbarukan bukan lagi sekadar opsi, melainkan keniscayaan.
PROSPEK perdamaian di Timur Tengah mulai tampak, tetapi seperti fatamorgana. Damai itu terlihat dekat, tapi mudah menguap sebelum benar-benar terwujud.
Kejaksaan tidak dapat melepaskan tanggung jawab atas langkah yang diambil oleh JPU.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved