Headline
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Kumpulan Berita DPR RI
BANYAK penyebab proyek infrastruktur di negeri ini mangkrak, tetapi cuma satu solusinya yang membuatnya kembali bergerak. Korupsi menjadi salah satu penyebab mangkraknga proyek infrastruktur. Itu, misalnya, terjadi pada proyek sarana olahraga Hambalang. Kebanyakan proyek infrastruktur mangkrak karena perkara pembiayaan.
Itu terjadi pada sejumlah proyek tol dan bendungan. Solusi membuat proyek-proyek infrastruktur itu kembali bergerak cuma satu, yakni kemauan politik memajukan negeri. Kita membutuhkan pemimpin yang mau berpeluh-peluh untuk membangun infrastruktur yang mangkrak berpuluh-puluh tahun itu.
Terus terang kualitas kepemimpinan seperti itu ada pada pemerintahan Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Jusuf Kalla. Tengok saja, pada 2015 atau baru setahun masa jabatan mereka, pemerintahan ini merampungkan delapan proyek yang sebelumnya mangkrak. Kedelapan proyek itu ialah Tol Cikopo-Palimanan di Jawa Barat, Jembatan Dr Ir Soekarno di Sulawesi Utara, Jembatan Merah Putih di Maluku, Bendungan Jatigede di Jawa Barat, Bendungan Nipah di Jawa Timur, Bendungan Bajulmati di Jawa Timur, penanganan lumpur Sidoarjo di Jawa Timur, dan pembangunan Jembatan Tayan di Kalimantan Barat.
Oktober lalu, Presiden Jokowi meresmikan Kawasan Ekonomi Khusus Mandalika, Nusa Tenggara Barat, setelah mangkrak selama 29 tahun. Lantas, pekan lalu Presiden meresmikan Tol Bekasi-Cawang-Kampung Melayu (Becakayu) yang sebelumnya mangkrak selama 21 tahun.
Kemauan politik menjadikan pemimpin berusaha mencari jalan keluar atas berbagai kendala yang menghadang. Ihwal kendala pembiayaan, misalnya, Presiden Jokowi tak cuma mengandalkan APBN. Mekanisme business to business menjadi alternatif pembiayaan infrastruktur.
Alternatif lain ialah dengan mencari pembiayaan di pasar keuangan. Berbagai alternatif pembiayaan selain APBN tidak hanya menjadikan proyek mangkrak kembali bergerak, tetapi juga menjamin proyek-proyek infrastruktur baru tak bakal mangkrak, tetapi terus bergerak. Menggerakkan infrastruktur bukan tanpa risiko politik.
Risiko politiknya ialah dituduh tidak populis. Political return-nya juga kecil dan lamban karena membangun infrastruktur merupakan proyek jangka panjang, yang manfaatnya baru dirasakan masyarakat beberapa tahun kemudian. Presiden Jokowi menempuh risiko politik itu. Dia memilih menggerakkan kembali proyek infrastruktur yang mangkrak.
Dia juga memilih membangun proyek infrastruktur baru ketimbang menggelontorkan bantuan langsung tunai atau subsidi bahan bakar minyak, misalnya, yang political return-nya cepat dan signifikan. Presiden Jokowi juga tidak memusatkan proyek infrastruktur di Jawa. Bila menghendaki political return, dia akan berkonsentrasi membangun Jawa karena di pulau itulah 60% pemilih yang punya hak suara dalam pemilu berada.
Kita membutuhkan pemimpin yang menggerakkan berbagai proyek infrastruktur karena dalam hal ini kita ketinggalan berpuluh-puluh tahun jika dibandingkan dengan negara lain. Kita tidak menghendaki pemimpin yang memperlamban atau malah menyetop proyek infrastruktur dengan berbagai alasan supaya disebut populis.
Kita memerlukan pemimpin yang berani mengambil risiko, bukan pemimpin yang lututnya lekas bergetar ketika menghadapi berbagai kendala. Kita menginginkan pemimpin yang punya kemauan politik memajukan negeri, bukan yang punya syahwat politik memajukan diri sendiri.
BANTUAN sosial atau bansos pada dasarnya merupakan insiatif yang mulia.
PEMERIKSAAN dua menteri dari era Presiden Joko Widodo oleh penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sebagai saksi dalam kasus dugaan korupsi menjadi sorotan publik.
SAMA seperti perang terhadap korupsi, perang melawan narkoba di negeri ini sering dipecundangi dari dalam.
EKONOMI Indonesia melambung di tengah pesimisme yang masih menyelimuti kondisi perekonomian global maupun domestik.
BERAGAM cara dapat dipakai rakyat untuk mengekspresikan ketidakpuasan, mulai dari sekadar keluh kesah, pengaduan, hingga kritik sosial kepada penguasa.
MANTAN Menteri Perdagangan Thomas Trikasih Lembong dan mantan Sekjen DPP PDIP Hasto Kristiyanto telah resmi bebas dari tahanan.
Kebijakan itu berpotensi menciptakan preseden dalam pemberantasan korupsi.
ENTAH karena terlalu banyak pekerjaan, atau justru lagi enggak ada kerjaan, Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) memblokir puluhan juta rekening milik masyarakat.
KASUS suap proses pergantian antarwaktu (PAW) untuk kader PDI Perjuangan Harun Masiku ke kursi DPR RI masih jauh dari tutup buku alias belum tuntas.
Intoleransi dalam bentuk apa pun sesungguhnya tidak bisa dibenarkan.
KEPALA Desa ibarat etalase dalam urusan akuntabilitas dan pelayanan publik.
KONFLIK lama Thailand-Kamboja yang kembali pecah sejak Kamis (24/7) tentu saja merupakan bahaya besar.
NEGERI ini memang penuh ironi. Di saat musim hujan, banjir selalu melanda dan tidak pernah tertangani dengan tuntas. Selepas banjir, muncul kemarau.
Berbagai unsur pemerintah pun sontak berusaha mengklarifikasi keterangan dari AS soal data itu.
EKS marinir TNI-AL yang kini jadi tentara bayaran Rusia, Satria Arta Kumbara, kembali membuat sensasi.
SEJAK dahulu, koperasi oleh Mohammad Hatta dicita-citakan menjadi soko guru perekonomian Indonesia.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved