Headline
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Kumpulan Berita DPR RI
PADA mulanya konteks, lalu lahir teks. Teks dan konteks karenanya tak terpisahkan. Bila hendak menafsirkan teks, lihatlah konteksnya. Akan tetapi, tafsir terhadap konteks justru menjadi pangkal perdebatan dan perselisihan. Orang bahkan harus memperdebatkan konteks dari teks omongan Gubernur Basuki Tjahaja Purnama tentang ‘jangan mau dibohongi pakai Surah Al Maidah’ sampai ke ruang sidang.
Perdebatan reda setelah hakim mengirim Ahok ke penjara. Hakim seperti tak mau tahu konteks pidato Ahok. Mungkin saja hakim menjatuhkan hukuman itu karena melihat konteks betapa kelompok-kelompok tertentu di masyarakat 'murka' gara-gara teks omongan Ahok itu. Selama tiga hari belakangan, kita disibukkan menafsirkan konteks dari teks 'pribumi' yang dilontarkan Gubernur baru DKI Anies Baswedan dalam pidato politiknya.
Anies sampai harus repot-repot menjelaskan bahwa konteks dari teks 'pribumi' itu ialah kolonialisme. Seperti kor, para pembela Anies pun ramai-ramai menjelaskan konteks historis dari teks pribumi tersebut. Para pengkritik Anies mengkritik Anies dengan konteks juga. Konteksnya, kata mereka, di tengah polarisasi akibat pilkada DKI yang belum sepenuhnya reda, kata 'pribumi' menambah parah luka politik para pemilih Ahok-Djarot. Apalagi, di Balai Kota spanduk bertuliskan 'Kebangkitan Pribumi Muslim' terbentang.
Padahal, Anies di hari pertama menjabat gubernur mengajak warga Jakarta berekonsiliasi. Tak tahunya polarisasi makin menjadi-jadi. Gubernur Anies tidak sensitif pada konteks, kata mereka. Itulah sebabnya, dalam konteks berbeda, orang tak 'murka' dengan omongan Menteri Kelautan dan Perikanan yang menyebut 'pemerintah akan bangun konglomerasi pribumi', misalnya.
Orang pun biasa saja dengan organisasi yang sejak lama menyebut diri 'Himpunan Pengusaha Pribumi Indonesia'. Dalam konteks historis, istilah 'pribumi' diintroduksi penjajah Belanda. Belanda menyebutnya inlander. Dalam strata masyarakat kolonial waktu itu, pribumi masuk golongan terendah, pendatang asal Timur Asing termasuk Tiongkok dan Arab golongan tengah, penduduk asal Eropa golongan tertinggi.
Jadilah pribumi istilah yang merendahkan. Sudahlah merendahkan istilah itu dipakai kolonialis untuk memecah belah. Dalam konteks genetika, penelitan Lembaga Biologi Molekuler Eijkman menyimpulkan kira-kira bahwa nenek moyang orang yang bermukim di Nusantara ialah pendatang, bukan penduduk asli.
Penelitian yang diberi judul Genneka Tunggal Ika itu menyimpulkan tidak ada pribumi. Secara genetika, kita semua nonpribumi. Dalam konteks hukum, Presiden BJ Habibie menerbitkan Instruksi Presiden RI Nomor 26/1998 tentang Menghentikan Penggunaan Istilah Pribumi dan Nonpribumi. Instruksi yang ditandatangani pada September 1998 itu menjadi instruksi resmi bagi para menteri hingga para kepala daerah tingkat II.
Sejarah, genetika, dan hukum mengajari kita untuk tak menggunakan istilah pribumi dan nonpribumi. Itu disebabkan kata-kata tersebut bermakna rasial. Itu kira-kira sama dengan istilah 'negro' di Amerika sana. UUD 1945 pun mengubah pasal yang berbunyi ‘Presiden ialah orang Indonesia asli’ menjadi ‘Presiden ialah orang Indonesia’.
Namun, sudahlah, kita sudahi perdebatan konteks istilah 'pribumi' yang dilontarkan Gubernur Anies Baswedan. Perdebatan itu tidak produktif, tetapi kontraproduktif. Sebetulnya tidak juga bila dibilang perdebatan itu tidak produktif. Paling tidak kita bisa membangun wacana, mengetahui mengapa sebaiknya kita tidak menggunakan kata 'pribumi' dan 'nonpribumi'.
Akan tetapi, masak sih seorang gubernur produktif memantik dan memproduksi perdebatan dan wacana? Di hari pertama ia menjabat pula. Bukankah Gubernur DKI semestinya produktif memenuhi janji-janjinya membangun Jakarta lebih baik lagi?
BANTUAN sosial atau bansos pada dasarnya merupakan insiatif yang mulia.
PEMERIKSAAN dua menteri dari era Presiden Joko Widodo oleh penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sebagai saksi dalam kasus dugaan korupsi menjadi sorotan publik.
SAMA seperti perang terhadap korupsi, perang melawan narkoba di negeri ini sering dipecundangi dari dalam.
EKONOMI Indonesia melambung di tengah pesimisme yang masih menyelimuti kondisi perekonomian global maupun domestik.
BERAGAM cara dapat dipakai rakyat untuk mengekspresikan ketidakpuasan, mulai dari sekadar keluh kesah, pengaduan, hingga kritik sosial kepada penguasa.
MANTAN Menteri Perdagangan Thomas Trikasih Lembong dan mantan Sekjen DPP PDIP Hasto Kristiyanto telah resmi bebas dari tahanan.
Kebijakan itu berpotensi menciptakan preseden dalam pemberantasan korupsi.
ENTAH karena terlalu banyak pekerjaan, atau justru lagi enggak ada kerjaan, Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) memblokir puluhan juta rekening milik masyarakat.
KASUS suap proses pergantian antarwaktu (PAW) untuk kader PDI Perjuangan Harun Masiku ke kursi DPR RI masih jauh dari tutup buku alias belum tuntas.
Intoleransi dalam bentuk apa pun sesungguhnya tidak bisa dibenarkan.
KEPALA Desa ibarat etalase dalam urusan akuntabilitas dan pelayanan publik.
KONFLIK lama Thailand-Kamboja yang kembali pecah sejak Kamis (24/7) tentu saja merupakan bahaya besar.
NEGERI ini memang penuh ironi. Di saat musim hujan, banjir selalu melanda dan tidak pernah tertangani dengan tuntas. Selepas banjir, muncul kemarau.
Berbagai unsur pemerintah pun sontak berusaha mengklarifikasi keterangan dari AS soal data itu.
EKS marinir TNI-AL yang kini jadi tentara bayaran Rusia, Satria Arta Kumbara, kembali membuat sensasi.
SEJAK dahulu, koperasi oleh Mohammad Hatta dicita-citakan menjadi soko guru perekonomian Indonesia.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved