Gubernur untuk Semua

16/10/2017 05:05

HARI ini, Anies Baswedan-Sandiaga Uno dilantik sebagai Gubernur-Wakil Gubernur DKI Jakarta.

Banyak yang mengimbau supaya seluruh warga mendukung mereka.

Sebuah imbauan yang jamak dan klise yang dilontarkan setiap menjelang pelantikan kepala daerah atau kepala negara dan kepala pemerintahan.

Namun, imbauan itu terasa berbeda di DKI, tidak lazim, pun tak klise.

Di balik imbauan itu tak diragukan masih ada polarisasi sisa-sisa pilkada DKI.

Musabab polarisasi itu apalagi kalau bukan politisasi agama. Apalagi, gara-gara politisasi agama itu, Basuki Tjahaja Purnama harus mendekam di penjara.

Luka politik gara-gara politisasi agama rupanya tak lekas sembuh.

Sakit hati politik akibat politik identitas agama tampaknya tak mudah terobati.

Kekalahan akibat senjata politik agama kiranya tak gampang bikin orang segera move on. Entah sampai kapan?

Pilkada DKI telah menghadirkan pelajaran politik berharga bagi kita bahwa politisasi agama berdampak buruk bagi kehidupan politik warga.

Kita mendesak elite politik untuk kembali ke jalan yang benar, tak lagi menggunakan agama sebagai senjata politik untuk menjemput kekuasaan dalam pilkada serentak 2018 dan Pilpres 2019.

Sudah barang tentu kita berharap warga DKI mendukung gubernur dan wakil gubernur baru.

Kita tidak ingin, apalagi sampai berdoa segala, agar Anies-Sandi gagal.

Kita tidak menghendaki Jakarta yang mulai tertata jadi berantakan lagi.

Terus terang, Jakarta di tangan Ahok-Djarot semakin tertata baik.

Kita harus mengucapkan terima kasih kepada Ahok-Djarot.

Kita menginginkan Jakarta jauh lebih baik di tangan Anies-Sandi.

Pilkada DKI dengan segala dinamikanya sudah selesai.

Sudahi pula polarisasi yang terjadi di pilkada. Warga DKI mesti bersatu membangun Ibu Kota bersama gubernur dan wakil gubernur baru.

Anies-Sandi harus bekerja ekstra keras untuk semua, bukan cuma para pendukung, betapa pun para pemilih Ahok-Djarot mungkin akan kritis kepada gubernur dan wakil gubernur baru. Bukankah dalam pidato kemenangan mereka, Anies-Sandi berjanji akan menjadi gubernur untuk semua?

Dengan menjadi gubernur dan wakil gubernur untuk semua, kiranya Anies-Sandi berangsur-angsur bisa mengambil hati warga DKI yang tak memilih mereka dalam pilkada.

Dengan bekerja untuk semua, Anies-Sandi perlahan bisa mengobati luka politik para pendukung Ahok-Djarot.

Jangan bikin luka politik warga akibat politisasi agama itu bertambah dalam, misalnya, seperti yang diisukan banyak orang, dengan mewujudkan Jakarta bersyariah.

Anies-Sandi bukan gubernur dan wakil gubernur untuk semua bila mewujudkan itu karena Jakarta adalah kota plural.

Anies-Sandi dengan latar belakang mereka punya tantangan tersendiri ketika memimpin Jakarta.

Tantangan Anies dengan latar belakang intelektual ialah kaya wacana, miskin implementasi.

Namun, Anies punya kelebihan karena setiap kebijakan yang diambilnya punya basis argumentasi kukuh.

Sandi yang berlatar belakang pengusaha dikhawatirkan akan bertindak dalam koridor untung-rugi.

Padahal, sebagai birokrat dia harus melayani.

Namun, dengan latar belakang pengusaha, Sandi akan berlaku profesional dalam menjalankan kebijakannya.

Banyak, kok, pengusaha sukses yang juga sukses sebagai politikus dan birokrat.

Oleh karena itu, kita yakin Anies-Sandi mampu membuat Jakarta lebih baik, sejajar dengan ibu kota negara-negara lain.

Kita yakin mereka pertama-tama bekerja untuk warga DKI, bukan untuk karier politik lebih tinggi.

Selamat bekerja Anies-Sandi.



Berita Lainnya