Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
UNTUK kesekian kalinya, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melakukan operasi tangkap tangan (OTT) terhadap terduga pelaku tindak pidana koruptor. Terakhir yang terkena sasaran OTT ialah Kepala Pengadilan Tinggi Manado, Sulawesi Utara, Sudiwardono dan anggota Komisi XI DPR RI dari Fraksi Partai Golkar, Aditya Anugrah Moha.
Dalam OTT, Jumat (6/10), petugas KPK menangkap tangan Sudiwardono dan Aditya di sebuah hotel di kawasan Jakarta Pusat. Sudiwardono diduga kuat menerima suap dari Aditya untuk memengaruhi putusan banding atas kasus korupsi tunjangan pendapatan aparat Pemerintah Desa Kabupaten Bolaang Mongondow.
KPK yang melakukan OTT menemukan uang S$30 ribu dalam amplop putih dan S$23 ribu dalam amplop cokelat di kamar Sudiwardono.
Kita seperti kehabisan rasa terkejut ketika KPK menyebut uang dalam amplop cokelat itu diduga merupakan uang dari sisa pemberian sebelumnya. Apalagi dipaparkan kemudian oleh KPK bahwa uang itu merupakan bagian dari total commitment fee S$100 ribu atau setara Rp1 miliar.
Fakta-fakta yang terpampang bersama terjaringnya seorang ketua hakim pengadilan tinggi dan seorang politikus itu terlalu telanjang untuk dinegasikan. Apalagi Mahkamah Agung (MA) sebagai lembaga yang membawahkan Sudiwardono telah memberhentikan hakim senior tersebut.
Pelajaran penting dari OTT KPK itu ialah betapa tingkat kesulitan dalam pemberantasan korupsi di negeri ini semakin hari semakin bertambah. Akal sehat kita terlalu sulit untuk menerima kenyataan bagaimana mungkin seorang ketua pengadilan tinggi dapat tertangkap tangan menerima suap terkait dengan pengurusan perkara.
Itulah fakta yang ironisnya terus-menerus terjadi. Tidak terhitung sudah pejabat negara yang terkena OTT. Yang menyedihkan ialah penyakit korupsi itu telah lama menjangkau gawang terakhir dari penegakan hukum, yakni para hakim. Dari kasus terakhir ia bahkan ketua pengadilan tinggi.
Tugas utama untuk menegakkan keadilan dan kebenaran, oleh sebagian hakim, agaknya telah berubah menjadi urusan jual beli perkara belaka. Bak pasar, ada tawar-menawar dalam perdagangan hukum.
Kita berharap gejala semacam itu bukan fenomena gunung es. Artinya, hakim nakal yang terkena OTT hanyalah sekelompok kecil dari seluruh populasi pejabat negara. Selebihnya ialah hakim baik, hakim yang mampu menjaga integritas.
Dalam konteks ini, MA harus berperan. Melalui Maklumat Nomor 1/2017 per 11 September 2017, MA mengatur jika ditemukan bukti pengawasan dan pembinaan hakim tidak dilaksanakan berkala dan berkesinambungan, MA akan memberhentikan pemimpin MA atau pemimpin badan peradilan di bawahnya.
Kasus Sudiwardono jelas ujian bagi MA. Jika MA konsisten, Ketua MA Hatta Ali harus diberhentikan. Hatta Ali mengatakan bila ada OTT lagi, ia akan undur diri. Pertanyaannya, akankah MA konsisten dengan aturan yang dibuat sendiri? Itu yang kita tunggu.
KOMISI Pemberantasan Korupsi (KPK), lembaga yang sejatinya bertugas mengusut dan memberantas korupsi
Pemerintahan Presiden Prabowo Subianto juga bukan tidak menyadari persoalan ini.
GOOGLE dan Youtube akhirnya tunduk dan manut terhadap aturan main di Indonesia.
JUTAAN siswa berjuang keras tiap tahun untuk mendapatkan kursi di perguruan tinggi negeri (PTN) terbaik demi meraih masa depan.
PENAIKAN harga bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi, yang kemudian disusul penaikan harga elpiji nonsubsidi, memang tak terhindarkan.
SETELAH penantian panjang, 22 tahun lamanya, akhirnya pekerja rumah tangga (PRT) diakui negara sebagai sebuah profesi.
PERNYATAAN Jaksa Agung ST Burhanuddin, yang meminta jajarannya tidak sembarangan menetapkan kepala desa sebagai tersangka, patut dicermati secara jernih
DUA hari lagi, tepatnya 22 April 2026, kelompok terbang (kloter) pertama jemaah haji Indonesia akan melangkahkan kaki dan bertolak meninggalkan asrama haji menuju Tanah Suci
KAMPUS seharusnya menjadi ruang aman, menjadi tempat bagi mahasiswa untuk belajar, berpikir kritis, dan membangun karakter.
Kebebasan pers merupakan sebuah wujud kemuliaan yang menjadi nadi dari negara demokrasi.
PRESIDEN Prabowo Subianto kembali melakukan kunjungan kenegaraan ke daratan Eropa.
PENANGKAPAN Bupati Tulungagung, Gatut Sunu Wibowo, membuka tabir yang teramat menyesakkan dada.
Diversifikasi sumber energi, penguatan cadangan strategis, serta percepatan transisi menuju energi baru dan terbarukan bukan lagi sekadar opsi, melainkan keniscayaan.
PROSPEK perdamaian di Timur Tengah mulai tampak, tetapi seperti fatamorgana. Damai itu terlihat dekat, tapi mudah menguap sebelum benar-benar terwujud.
Kejaksaan tidak dapat melepaskan tanggung jawab atas langkah yang diambil oleh JPU.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved