Headline
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Kumpulan Berita DPR RI
TIDAK satunya kata dan perbuatan merupakan penyakit yang berbahaya, sangat berbahaya. Siapa pun yang mengidap penyakit itu, lambat atau cepat, ia akan diterpa kerusakan dan kebangkrutan.
Bila gejala itu menghinggapi individu, akan rusaklah reputasi dan kehidupan dari individu tersebut. Bila gangguan itu menimpa sebuah bangsa, niscaya bangsa tersebut akan sulit mencapai keunggulan di percaturan global.
Ketua Umum DPP Partai NasDem Surya Paloh mengungkapkan kegalauan semacam itu saat membuka Rapat Kerja Koordinasi Khusus Pemenangan Pemilu 2019 di Riau dan silaturahim DPW NasDem se-Sumatra dan Bali di Pekanbaru, Senin (2/10).
Indonesia saat ini terjebak dalam gejala kejiwaan hipokrisi atau kemunafikan yang parah. Hal itu terjadi karena para pemimpin dan banyak elemen bangsa ini telah melupakan ideologi Pancasila sebagai jati diri bangsa.
Kenapa kita tidak perkasa? Karena kita tidak konsisten antara perkataan dan perbuatan. Bangsa ini penuh hipokrisi atau kemunafikan. Lain di mulut lain di hati. Kalau kalah, tak mengakui kekalahan.
Bicara ideologis itu di bibir, tapi sebenarnya transaksional dan duit. Ironisnya, perilaku bangsa seperti itu terus berkembang dan menular sedemikian jauh ke banyak dimensi kehidupan.
Di dalam dunia politik, misalnya, partai-partai tampil dengan dua kepribadian. Di depan publik menawarkan politik tanpa mahar. Akan tetapi, di belakang masyarakat, pemilik dan pengurus partai meminta uang tanpa malu kepada para calon anggota legislatif ataupun calon kepala daerah.
Celakanya, penyakit yang berorientasi kepada materi, khususnya uang dan kepentingan kelompok serta golongan ini, terus menular dan menjalar menghinggapi seluruh wilayah dan domain kehidupan di Tanah Air.
Kita prihatin bahkan sangat prihatin dengan gejala yang hingga kini tidak juga menunjukkan tanda-tanda berakhir. Dalam beberapa kasus, kita bahkan melihat kondisi gejala penyakit kemunafikan itu semakin memburuk.
Pengakuan Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi yang terungkap beberapa waktu lalu menambah bukti betapa gejala itu semakin memburuk. Ketua Dewan Pimpinan Daerah Partai Golkar Provinsi Jawa Barat itu mengaku dimintai Rp10 miliar jika ingin diusung pada Pemilihan Gubernur Jawa Barat 2018.
Kita percaya fenomena Dedi merupakan gejala gunung es. Selaras dengan yang ditegaskan Surya Paloh, kita yakin di bawah permukaan, permintaan mahar semakin masif berlangsung.
Politik dramaturgi terus dimainkan. Di depan panggung tanpa keraguan, tanpa kecanggungan, aktor politik menjual slogan politik tanpa mahar. Namun, di belakang panggung mereka menekan para calon untuk membayar mahal tiket pencalonan.
Di depan publik, aktor politik membual akan membela kepentingan rakyat. Di belakang panggung, ia menekan dan mengabdi kepada yang bayar. Politik kemunafikan terus saja dipraktikkan.
Politik penuh kemunafikan ini mesti dihentikan. Kembali kepada jati diri bangsa dengan menyatukan kata dan perbuatan menjadi satu-satunya jalan yang harus ditempuh. Bila tidak, kebangkrutan kita sebagai bangsa dan negara hanyalah tinggal menunggu waktu.
BANTUAN sosial atau bansos pada dasarnya merupakan insiatif yang mulia.
PEMERIKSAAN dua menteri dari era Presiden Joko Widodo oleh penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sebagai saksi dalam kasus dugaan korupsi menjadi sorotan publik.
SAMA seperti perang terhadap korupsi, perang melawan narkoba di negeri ini sering dipecundangi dari dalam.
EKONOMI Indonesia melambung di tengah pesimisme yang masih menyelimuti kondisi perekonomian global maupun domestik.
BERAGAM cara dapat dipakai rakyat untuk mengekspresikan ketidakpuasan, mulai dari sekadar keluh kesah, pengaduan, hingga kritik sosial kepada penguasa.
MANTAN Menteri Perdagangan Thomas Trikasih Lembong dan mantan Sekjen DPP PDIP Hasto Kristiyanto telah resmi bebas dari tahanan.
Kebijakan itu berpotensi menciptakan preseden dalam pemberantasan korupsi.
ENTAH karena terlalu banyak pekerjaan, atau justru lagi enggak ada kerjaan, Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) memblokir puluhan juta rekening milik masyarakat.
KASUS suap proses pergantian antarwaktu (PAW) untuk kader PDI Perjuangan Harun Masiku ke kursi DPR RI masih jauh dari tutup buku alias belum tuntas.
Intoleransi dalam bentuk apa pun sesungguhnya tidak bisa dibenarkan.
KEPALA Desa ibarat etalase dalam urusan akuntabilitas dan pelayanan publik.
KONFLIK lama Thailand-Kamboja yang kembali pecah sejak Kamis (24/7) tentu saja merupakan bahaya besar.
NEGERI ini memang penuh ironi. Di saat musim hujan, banjir selalu melanda dan tidak pernah tertangani dengan tuntas. Selepas banjir, muncul kemarau.
Berbagai unsur pemerintah pun sontak berusaha mengklarifikasi keterangan dari AS soal data itu.
EKS marinir TNI-AL yang kini jadi tentara bayaran Rusia, Satria Arta Kumbara, kembali membuat sensasi.
SEJAK dahulu, koperasi oleh Mohammad Hatta dicita-citakan menjadi soko guru perekonomian Indonesia.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved