Headline
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Kumpulan Berita DPR RI
SETIAP ada kasus korupsi terungkap atau setelah dilakukan operasi tangkap tangan, tanpa ampun, seketika tudingan dan hujatan pasti langsung mengarah kepada si pelaku. Rakus, tak punya integritas, mentalnya rusak, begitulah kira-kira hujatan publik terhadap mereka yang 'dikukuhkan' sebagai koruptor ataupun yang masih terduga koruptor.
Barangkali karena terlalu sibuk menuding dan menghujat, kita jadi lupa bahwa sesungguhnya ada hal lain yang turut andil memaksimalkan potensi kerakusan dan kerusakan mental itu.
Ruang lingkup korupsi bisa terbangun salah satunya karena sistem pengawasan di internal pemerintahan yang majal. Sistem yang tak becus membuat pengawas-pengawas internal tidak berfungsi baik, malah tak jarang mereka sendiri yang mempraktikkan korupsi.
Nyata terjadi bahwa lingkungan aparatur negara masih dipenuhi pejabat dan petugas bermental korup serta nihil integritas. Padahal, secara kelembagaan, setiap kementerian punya inspektorat jenderal (itjen) dan pemerintah daerah punya badan pengawasan daerah (bawasda).
Logikanya, ketika lembaga-lembaga itu berfungsi dengan benar, mestinya korupsi bisa dicegah dari awal. Kalau memang sistem pengawasan dan pencegahan internal betul-betul dijalankan, mestinya tak akan pernah ada penangkapan terhadap pejabat negara dan kepala daerah oleh KPK.
Akan tetapi, fakta berkata lain, banyaknya lembaga pengawas internal ternyata tak menjamin tabiat korupsi menjadi hilang. Analisis yang mengemuka belakangan ini ialah bahwa posisi lembaga pengawas internal tidak mencerminkan independensi.
Tengok misalnya itjen di kementerian yang saat ini berada di bawah dan bertanggung jawab kepada menteri. Padahal tugas mereka mengawasi internal di lingkungan kementerian, termasuk menterinya.
Mungkinkah mereka akan betul-betul independen mengawasi menteri yang merupakan atasan sendiri? Begitu pula yang terjadi di daerah. Bisakah kita berharap bawasda menjalankan fungsi pengawasan tanpa rasa sungkan dan takut jika yang diawasi ialah bupati, wali kota, atau gubernur yang membawahkan mereka?
Intinya, keberadaan mereka semakin lama dinilai semakin tidak efektif. Melempemnya mereka salah satunya disebabkan struktur pemerintahan yang tak memungkinkan adanya pengawasan yang efektif.
Solusinya ialah lembaga-lembaga itu perlu ditata ulang. Banyak opsi untuk itu. Belakangan, belajar dari kasus penyuapan yang dilakukan Irjen Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi kepada salah satu auditornya, Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) mengusulkan agar itjen di kementerian ataupun lembaga langsung bertanggung jawab kepada presiden untuk lebih menjaga independensi.
Itu hampir sama dengan usul supaya itjen dijadikan satu atap dengan BPKP yang selama ini bekerja langsung di bawah presiden. Sebelumnya, KPK juga pernah memberi rekomendasi agar aparat pengawasan intern pemerintah (APIP) dibentuk dalam format baru yang lebih kuat untuk meningkatkan pengawasan kinerja dan pencegahan korupsi di pemerintah daerah.
Caranya dengan menyeleksi anggota APIP itu melalui semacam panitia seleksi. Hasil seleksi akan dilaporkan sekaligus bertanggung jawab kepada pejabat satu tingkat di atasnya. Pada tingkat kabupaten/kota, calon pengawas terpilih akan disetujui gubernur dan pada tingkat provinsi akan disetujui mendagri.
Struktur seperti itu setidaknya akan mengurangi kecanggungan dan keraguan aparat pengawas karena posisi mereka sejajar dengan yang diawasi. Publik tahu, pemerintah pun tahu, KPK tak bisa bekerja sendirian memerangi korupsi.
Lembaga itu butuh dukungan dari seluruh sisi dan lini. Karena itu, sudah saatnya lembaga pengawasan internal pemerintah diefektifkan, terutama dalam rangka mencegah korupsi dari dalam.
Kirimkan komentar Anda ke e-mail: forum@mediaindonesia.com
BANTUAN sosial atau bansos pada dasarnya merupakan insiatif yang mulia.
PEMERIKSAAN dua menteri dari era Presiden Joko Widodo oleh penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sebagai saksi dalam kasus dugaan korupsi menjadi sorotan publik.
SAMA seperti perang terhadap korupsi, perang melawan narkoba di negeri ini sering dipecundangi dari dalam.
EKONOMI Indonesia melambung di tengah pesimisme yang masih menyelimuti kondisi perekonomian global maupun domestik.
BERAGAM cara dapat dipakai rakyat untuk mengekspresikan ketidakpuasan, mulai dari sekadar keluh kesah, pengaduan, hingga kritik sosial kepada penguasa.
MANTAN Menteri Perdagangan Thomas Trikasih Lembong dan mantan Sekjen DPP PDIP Hasto Kristiyanto telah resmi bebas dari tahanan.
Kebijakan itu berpotensi menciptakan preseden dalam pemberantasan korupsi.
ENTAH karena terlalu banyak pekerjaan, atau justru lagi enggak ada kerjaan, Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) memblokir puluhan juta rekening milik masyarakat.
KASUS suap proses pergantian antarwaktu (PAW) untuk kader PDI Perjuangan Harun Masiku ke kursi DPR RI masih jauh dari tutup buku alias belum tuntas.
Intoleransi dalam bentuk apa pun sesungguhnya tidak bisa dibenarkan.
KEPALA Desa ibarat etalase dalam urusan akuntabilitas dan pelayanan publik.
KONFLIK lama Thailand-Kamboja yang kembali pecah sejak Kamis (24/7) tentu saja merupakan bahaya besar.
NEGERI ini memang penuh ironi. Di saat musim hujan, banjir selalu melanda dan tidak pernah tertangani dengan tuntas. Selepas banjir, muncul kemarau.
Berbagai unsur pemerintah pun sontak berusaha mengklarifikasi keterangan dari AS soal data itu.
EKS marinir TNI-AL yang kini jadi tentara bayaran Rusia, Satria Arta Kumbara, kembali membuat sensasi.
SEJAK dahulu, koperasi oleh Mohammad Hatta dicita-citakan menjadi soko guru perekonomian Indonesia.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved