Headline
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Kumpulan Berita DPR RI
KECANGGIHAN teknologi betul-betul menjadi tantangan serius bagi negeri ini. Tak cuma soal bagaimana caranya agar tidak tertinggal, upaya agar kecanggihan teknologi tak malah menghadirkan kekacauan pun kian berat untuk ditunaikan. Dengan kecanggihan teknologi, kita memang bisa menggenggam dunia.
Namun, akibat teknologi pula, petaka demi petaka bisa datang kapan saja jika kita serampangan menggunakannya. Fakta menunjukkan kemajuan teknologi komunikasi yang sedemikian pesat telah pula menimbulkan banyak mudarat. Media sosial yang semestinya menjadi sumber informasi dan arena bersosialisasi tak jarang justru menjadi pangkal untuk bercerai-berai.
Ujaran kebencian, fitnah, dan berita-berita bohong alias hoaks kian hari kian menjadi. Celakanya lagi, hoaks tak cuma disebar sebagai senjata untuk saling menjatuhkan dalam rivalitas politik dan sosial, tapi juga merambah ke masalah kemanusiaan. Berita bohong pun ditebar ketika saudara-saudara kita tengah menghadapi bencana.
Termutakhir, hoaks diumbar tatkala warga Bali sedang dipusingkan aktivitas Gunung Agung. Gunung yang menjulang 3.031 meter di Kabupaten Karangasem itu sejak Jumat (22/9) ditetapkan berstatus awas. Artinya, Gunung Agung yang terakhir kali meletus pada 1963 sewaktu-waktu bisa meletus dengan letusan yang bisa lebih dahsyat ketimbang ketika Gunung Merapi erupsi pada 2010.
Dalam situasi seperti itu, semestinya kita sebagai sesama anak bangsa dan sesama manusia menunjukkan keadaban. Namun, yang terjadi masih ada saja pihak yang bersikap sebaliknya. Beberapa hari lalu mereka menyebarkan berita palsu berupa foto gunung meletus dengan narasi bahwa Gunung Agung telah meletus.
Padahal, Gunung Agung belum erupsi dan tidak ada satu pun orang yang bisa memastikan kapan akan erupsi. Berita bohong yang disebar itu jelas memantik keresahan dan menimbulkan kepanikan para pengungsi. Mereka yang membutuhkan ketenangan semakin tidak tenang lantaran berita sembarangan.
Bukan kali ini saja berita hoaks terkait dengan bencana diviralkan. Pada 2012, misalnya, beredar pesan berantai bahwa BMKG memprediksi akan terjadi badai Katrina di Jakarta dan sekitarnya. Kemudian, pada 2013, disebarkan berita bohong bahwa Ambon bakal dihantam gempa dan tsunami.
Ada pula hoaks yang menyebutkan BMKG meminta warga waspada karena setelah gempa Kebumen pada Januari 2014 akan disusul gempa yang lebih besar. Sungguh, amat tidak elok bagi siapa saja yang menjadikan bencana sebagai bahan untuk bercanda. Sungguh, amat tidak patut bagi siapa pun menebar rasa resah ketika ada musibah.
Ketika rakyat yang terdampak bencana larut dalam derita, ketika puluhan ribu orang mengungsi entah sampai kapan, ketika pemerintah dan otoritas terkait mati-matian bekerja untuk mengurangi penderitaan mereka, semestinya kita mengapungkan empati. Jelas, apa pun alasannya, ulah busuk penyebar berita busuk itu sulit untuk kita terima.
Kita mendukung langkah Polri yang terus menelusuri pelaku penyebar berita bohong tentang meletusnya Gunung Agung. Penyebaran hoaks yang berdampak meresahkan ialah pelanggaran hukum sehingga harus ditindak secara hukum. Tindakan hukum wajib dilakukan untuk mengingatkan perlunya menggunakan media sosial secara bijak dan bertanggung jawab.
Namun, yang tak kalah penting, negara mesti semakin gigih memberikan pemahaman tentang baik buruknya media sosial dengan meningkatkan literasi mereka. Media sosial harus betul-betul menjadi perangkat untuk mempermudah dan mempererat hubungan sosial termasuk ketika ada bencana, bukan sebaliknya.
Kirimkan komentar Anda ke e-mail: forum@mediaindonesia.com
BANTUAN sosial atau bansos pada dasarnya merupakan insiatif yang mulia.
PEMERIKSAAN dua menteri dari era Presiden Joko Widodo oleh penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sebagai saksi dalam kasus dugaan korupsi menjadi sorotan publik.
SAMA seperti perang terhadap korupsi, perang melawan narkoba di negeri ini sering dipecundangi dari dalam.
EKONOMI Indonesia melambung di tengah pesimisme yang masih menyelimuti kondisi perekonomian global maupun domestik.
BERAGAM cara dapat dipakai rakyat untuk mengekspresikan ketidakpuasan, mulai dari sekadar keluh kesah, pengaduan, hingga kritik sosial kepada penguasa.
MANTAN Menteri Perdagangan Thomas Trikasih Lembong dan mantan Sekjen DPP PDIP Hasto Kristiyanto telah resmi bebas dari tahanan.
Kebijakan itu berpotensi menciptakan preseden dalam pemberantasan korupsi.
ENTAH karena terlalu banyak pekerjaan, atau justru lagi enggak ada kerjaan, Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) memblokir puluhan juta rekening milik masyarakat.
KASUS suap proses pergantian antarwaktu (PAW) untuk kader PDI Perjuangan Harun Masiku ke kursi DPR RI masih jauh dari tutup buku alias belum tuntas.
Intoleransi dalam bentuk apa pun sesungguhnya tidak bisa dibenarkan.
KEPALA Desa ibarat etalase dalam urusan akuntabilitas dan pelayanan publik.
KONFLIK lama Thailand-Kamboja yang kembali pecah sejak Kamis (24/7) tentu saja merupakan bahaya besar.
NEGERI ini memang penuh ironi. Di saat musim hujan, banjir selalu melanda dan tidak pernah tertangani dengan tuntas. Selepas banjir, muncul kemarau.
Berbagai unsur pemerintah pun sontak berusaha mengklarifikasi keterangan dari AS soal data itu.
EKS marinir TNI-AL yang kini jadi tentara bayaran Rusia, Satria Arta Kumbara, kembali membuat sensasi.
SEJAK dahulu, koperasi oleh Mohammad Hatta dicita-citakan menjadi soko guru perekonomian Indonesia.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved