TEKA-TEKI soal siapa yang akan memimpin Indonesia lima tahun mendatang terjawab sudah. Kemarin, dua pasangan calon presiden dan calon wakil presiden mendeklarasikan diri di tempat yang terpisah.
Pasangan capres-cawapres Joko Widodo-Jusuf Kalla yang diusung PDIP, NasDem, PKB, dan Hanura mendeklarasikan diri di Gedung Joang, Jakarta. Sementara itu, pasangan Prabowo Subianto-Hatta Rajasa yang diusung Gerindra, PAN, PPP, dan PKS serta didukung PBB dan Golkar, memilih Rumah Polonia, Jakarta Timur, sebagai tempat deklarasi.
Dengan demikian, Pemilihan Presiden 2014 dipastikan berlangsung satu putaran karena hanya diikuti dua pasangan. Fakta hanya muncul dua poros tersebut patut kita sambut gembira.
Secara teknis prosedural pilpres satu putaran jelas lebih mudah, efisien waktu, dan berbiaya murah. Mudah karena dua pasang calon jelas lebih gampang dikenali. Dalam hal waktu, pemilihan juga lebih singkat sehingga lebih efisien dan lebih murah.
Negara bisa berhemat lebih dari Rp2 triliun biaya untuk putaran kedua. Selain itu, perdebatan sengit terbuka juga tidak terlalu membawa 'luka politik' karena kampanye yang singkat.
Rekonsiliasi partai dan elemen bangsa pun juga bisa lebih cepat. Bagi pemerintah yang masih memiliki sisa ker ja kurang dari lima bulan, pilpres satu putaran bisa membuat mereka jauh lebih fokus menyelesaikan permasalahan bangsa karena tidak lagi terpecahkan oleh ke pentingan politik seperti kampanye. Pilpres dengan dua kontestan juga memudahkan bagi pemilih. Rakyat bisa lebih mendalami, mengamati rekam jejak, dan menentukan pilihan secara detail ihwal sosok calon pemimpin serta program apa saja yang mereka ajukan.
Para calon pun akan makin maksimal menawarkan gagasan-gagasan terbaik agar bisa 'mencuri' perhatian pemilih, lalu menjatuhkan pilihan kepada pengusung program terbaik. Kompetisi pun dipastikan akan lebih sengit dan dinamis.
Namun, sesengit apa pun, kita mengingatkan bahwa di atas segalanya kepentingan bangsa ialah yang utama. Karena itu, berkompetisilah secara fair, sehat, dan santun.
Jangan ada lagi usaha menjatuhkan lawan dengan 'kampanye hitam' yang mendiskreditkan dan penuh dengan fitnah. Silakan mengkritisi program dan rekam jejak lawan hingga yang sengit sekalipun, asal itu merupakan fakta dan berbasiskan argumentasi yang logis.
Siapa pun yang memenangi kontestasi dan kompetisi pilpres 9 Juli nanti pada hakikatnya ialah pemimpin bangsa hingga lima tahun ke depan. Karena itu, jadilah calon pemimpin untuk semua, bukan hanya pemimpin individu dan kelompok.
Untuk pasangan yang kalah, bukan berarti kerja politik sepenuhnya berakhir. Masih ada medan perjuangan yang tak kalah mulia dalam demokrasi, yakni menjadi oposisi atau penyeimbang pemerintah.
Tradisi baik menjadi penyeimbang yang dalam lima tahun terakhir dimainkan PDIP dan Gerindra amat patut untuk dilestarikan. Ia akan menjadi watchdog yang penting agar pemerintah pemenang pemilu tidak keluar dari rel yang lurus.
Lebih dari 240 juta rakyat Indonesia sangat rindu akan perubahan. Mereka ingin melihat Tanah Air yang mereka tempati mampu melahirkan pemimpin yang benar-benar mampu menghadirkan keadilan dan kesejahteraan. Siapa pun yang memenangi pilpres pada hakikatnya ialah pemimpin untuk semua, bukan hanya untuk individu dan kelompok.
Berita Lainnya
-
09/8/2025 05:00
BANTUAN sosial atau bansos pada dasarnya merupakan insiatif yang mulia.
-
08/8/2025 05:00
PEMERIKSAAN dua menteri dari era Presiden Joko Widodo oleh penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sebagai saksi dalam kasus dugaan korupsi menjadi sorotan publik.
-
07/8/2025 05:00
SAMA seperti perang terhadap korupsi, perang melawan narkoba di negeri ini sering dipecundangi dari dalam.
-
06/8/2025 05:00
EKONOMI Indonesia melambung di tengah pesimisme yang masih menyelimuti kondisi perekonomian global maupun domestik.
-
05/8/2025 05:00
BERAGAM cara dapat dipakai rakyat untuk mengekspresikan ketidakpuasan, mulai dari sekadar keluh kesah, pengaduan, hingga kritik sosial kepada penguasa.
-
04/8/2025 05:00
MANTAN Menteri Perdagangan Thomas Trikasih Lembong dan mantan Sekjen DPP PDIP Hasto Kristiyanto telah resmi bebas dari tahanan.
-
02/8/2025 05:00
Kebijakan itu berpotensi menciptakan preseden dalam pemberantasan korupsi.
-
01/8/2025 05:00
ENTAH karena terlalu banyak pekerjaan, atau justru lagi enggak ada kerjaan, Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) memblokir puluhan juta rekening milik masyarakat.
-
31/7/2025 05:00
KASUS suap proses pergantian antarwaktu (PAW) untuk kader PDI Perjuangan Harun Masiku ke kursi DPR RI masih jauh dari tutup buku alias belum tuntas.
-
30/7/2025 05:00
Intoleransi dalam bentuk apa pun sesungguhnya tidak bisa dibenarkan.
-
29/7/2025 05:00
KEPALA Desa ibarat etalase dalam urusan akuntabilitas dan pelayanan publik.
-
28/7/2025 05:00
KONFLIK lama Thailand-Kamboja yang kembali pecah sejak Kamis (24/7) tentu saja merupakan bahaya besar.
-
26/7/2025 05:00
NEGERI ini memang penuh ironi. Di saat musim hujan, banjir selalu melanda dan tidak pernah tertangani dengan tuntas. Selepas banjir, muncul kemarau.
-
25/7/2025 05:00
Berbagai unsur pemerintah pun sontak berusaha mengklarifikasi keterangan dari AS soal data itu.
-
24/7/2025 05:00
EKS marinir TNI-AL yang kini jadi tentara bayaran Rusia, Satria Arta Kumbara, kembali membuat sensasi.
-
23/7/2025 05:00
SEJAK dahulu, koperasi oleh Mohammad Hatta dicita-citakan menjadi soko guru perekonomian Indonesia.